Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Penemuan Spektakuler di Palung Mariana: Ribuan Cacing Laut dan Moluska Hidup Nyaris 10 Km di Bawah Laut

Penemuan Spektakuler di Palung Mariana: Ribuan Cacing Laut dan Moluska Hidup Nyaris 10 Km di Bawah Laut

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Jum, 1 Agu 2025
  • visibility 447

Kabarjatengterkini.comPalung Mariana kembali mengungkap rahasianya. Sebuah kapal selam tak berawak milik China menemukan koloni cacing laut dan moluska dalam jumlah besar di kedalaman hampir 10 kilometer di bawah permukaan laut—menjadikannya sebagai penemuan komunitas makhluk hidup terdalam yang pernah tercatat di Bumi.

Ditemukan oleh Kapal Selam Tak Berawak “Fendouzhe”

Penemuan luar biasa ini diumumkan dalam jurnal ilmiah bergengsi Nature pada Rabu, 24 Juli 2025. Dilansir oleh kantor berita AFP, penemuan ini dilakukan oleh kapal selam robotik milik China bernama Fendouzhe atau “Sang Pejuang”.

Sepanjang tahun lalu, Fendouzhe telah menyelesaikan 23 kali misi penyelaman di wilayah Palung Mariana, Samudra Pasifik barat. Dari kedalaman antara 2.500 hingga 9.533 meter, para ilmuwan menemukan koloni besar cacing laut tubeworm dan moluska bivalvia (kerang-kerangan), serta berbagai bentuk kehidupan laut ekstrem lainnya.

Koloni Kehidupan Laut di Kedalaman Ekstrem

Rekaman video dari misi penyelaman menunjukkan ladang cacing laut sepanjang 30 sentimeter, serta kerang, moluska, dan krustasea berduri dalam jumlah besar. Tak hanya itu, terdeteksi juga kehadiran cacing laut yang mengambang bebas, teripang, lili laut, serta invertebrata laut lainnya yang sebelumnya belum pernah diamati pada kedalaman serupa.

Peneliti menyatakan bahwa komunitas ini adalah komunitas berbasis kemosintesis terdalam dan terluas yang pernah ditemukan di lautan. Ini membuka kemungkinan bahwa kehidupan di dasar laut bisa jauh lebih beragam daripada yang selama ini diperkirakan.

Hidup Tanpa Sinar Matahari: Mengandalkan Kemosintesis

Jika hampir seluruh kehidupan di Bumi mengandalkan sinar matahari, makhluk-makhluk ini justru hidup sepenuhnya dalam kegelapan mutlak, tanpa akses cahaya. Mereka bertahan hidup melalui kemosintesis, yaitu proses di mana mikroba menggunakan energi dari senyawa kimia seperti metana untuk menghasilkan makanan.

Tim peneliti juga menemukan bahwa makhluk seperti tubeworm berkumpul di sekitar permukaan mikroba yang menyerupai gumpalan salju putih, tempat di mana gas metana secara alami diproduksi dari dasar laut.

“Ini adalah bukti kuat bahwa kehidupan tidak memerlukan sinar matahari untuk berkembang,” kata seorang peneliti dalam laporan tersebut. “Yang mereka butuhkan hanyalah sumber energi—dan dalam hal ini, energi kimia dari perut Bumi.”

Dapat Menjadi Umum di Palung-Palung Laut Lain

Karena banyak palung laut memiliki karakteristik geologi dan kimia yang serupa dengan Palung Mariana, para ilmuwan memperkirakan bahwa komunitas semacam ini mungkin lebih umum dan tersebar luas di kedalaman samudra dunia. Penemuan ini bisa mengubah pemahaman kita tentang persebaran dan evolusi kehidupan di planet ini.

Sebelumnya, para peneliti hanya menemukan mikroorganisme bersel tunggal di dasar laut terdalam. Namun penemuan kali ini menunjukkan bahwa hewan laut berukuran besar pun dapat hidup dan berkembang biak di lingkungan ekstrem seperti itu.

Implikasi Terhadap Tambang Laut Dalam

Penemuan ini datang di tengah debat global mengenai eksplorasi tambang laut dalam, di mana beberapa negara besar seperti China dan Amerika Serikat menunjukkan ketertarikan terhadap eksploitasi mineral berharga di dasar laut.

Namun para ilmuwan memperingatkan bahwa ekosistem seperti ini sangat rapuh. Eksplorasi yang agresif tanpa pemahaman ekologi yang mendalam dapat menghancurkan habitat yang belum pernah dipelajari secara menyeluruh.

Lembaga seperti International Seabed Authority (ISA) hingga kini masih menyusun regulasi untuk mengatur pertambangan laut dalam. Banyak pihak meminta agar penemuan ilmiah dijadikan dasar utama dalam pengambilan kebijakan eksplorasi.

Palung Mariana: Dunia Asing di Dalam Bumi

Palung Mariana merupakan titik terdalam lautan di Bumi, mencapai lebih dari 11.000 meter, lebih dalam dibandingkan ketinggian Gunung Everest. Tekanan air di dasar palung mencapai 8 ton per inci persegi—cukup untuk meremukkan baja.

Sejak pertama kali dijelajahi oleh manusia pada tahun 1960, sangat sedikit ekspedisi yang berhasil mencapai dasar Palung Mariana. Salah satu misi paling terkenal dilakukan oleh sutradara Hollywood, James Cameron, pada 2012. Ia menggambarkan dasar palung sebagai tempat sunyi, asing, dan seperti dunia lain.

Penemuan yang Mengubah Pemahaman Tentang Kehidupan

Penemuan koloni cacing laut dan moluska di Palung Mariana menjadi tonggak sejarah baru dalam eksplorasi samudra dan ilmu kehidupan. Kehidupan yang tidak bergantung pada cahaya, mampu bertahan di tekanan ekstrem dan kegelapan abadi, menunjukkan bahwa alam semesta Bumi jauh lebih kompleks dan menakjubkan daripada yang kita bayangkan.

Penelitian ini menjadi pengingat bahwa lautan dalam masih menyimpan misteri yang belum terungkap. Dan seiring meningkatnya minat pada eksplorasi dan penambangan laut dalam, perlindungan ekosistem unik ini menjadi tanggung jawab bersama seluruh umat manusia.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Proyek Perbaikan Jalan Tembongraja-Salem Brebes Dikerjakan dengan Model Collaborative Funding

    Proyek Perbaikan Jalan Tembongraja-Salem Brebes Dikerjakan dengan Model Collaborative Funding

    • calendar_month Jum, 3 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Perbaikan ruas jalan Tembongraja-Salem Kabupaten Brebes dilakukan secara swadaya oleh masyarakat, swasta, dan pemerintah. Model collaborative funding ini disebut sangat efektif mengingat keterbatasan APBD untuk pembangunan infrastruktur. Diketahui, masyarakat sudah menyumbang Rp200 juta untuk pengerjaan, Pemkab Brebes mengalokasikan Rp500 juta untuk rigid beton dan Rp200 juta untuk pemeliharaan rutin, sementara dukungan CSR mencapai […]

  • italia

    Menyasar Pasar Italia, Thai Airways Hadirkan Paket Wisata Menarik dengan Dukungan Agen Perjalanan

    • calendar_month Kam, 11 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Maskapai penerbangan Thai Airways semakin serius menargetkan pasar turis Italia yang ingin berkunjung ke Thailand dan Indonesia. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya permintaan perjalanan antara Eropa dan Asia, khususnya setelah pandemi yang mengubah pola perjalanan global. Salah satu strategi utama Thai Airways untuk menarik turis Italia adalah dengan membuka kembali rute […]

  • brimob

    Kasus Ojol Tewas Dilindas, 7 Anggota Brimob Diperiksa

    • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabarjatengterkini.com – Insiden tewasnya seorang driver ojek online (ojol), Affan Kurniawan, yang diduga dilindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob saat terjadi kericuhan usai aksi unjuk rasa di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8), mengundang perhatian publik secara luas. Peristiwa tragis ini tak hanya menuai kecaman dari masyarakat, tapi juga mendorong institusi Polri untuk segera […]

  • Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren di Jawa Tengah Mulai Dibuka, Simak Persyaratannya!

    Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren di Jawa Tengah Mulai Dibuka, Simak Persyaratannya!

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) luncurkan program beasiswa santri dan pengasuh pesantren. Tahap pendaftaran sudah dimulai, sementara proses seleksi akan dilaksanakan pada awal tahun 2026 nanti. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, program beasiswa ini merupakan bagian dari 11 program prioritas Luthfi-Yasin, yakni “Pesantren Obah”. Adapun tujuannya untuk meningkatkan kualitas sumber daya […]

  • Komdigi RI Kenalkan Teknologi IoT ke Petani Melon Desa Jetak Sragen

    Komdigi RI Kenalkan Teknologi IoT ke Petani Melon Desa Jetak Sragen

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Sragen, Kabarjatengterkini.com – Kementerian Komunikasi dan Digital RI perkenalkan teknologi Internet of Things (IoT) kepada petani melon di Desa Jetak, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen. Teknologi ini diklaim memudahkan petani dalam melakukan pemantauan kebutuhan tanaman pangan dan hortikultura, khususnya untuk mengetahui waktu yang tepat untuk penyiraman dan pemupukan secara otomatis. Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan pentingnya inovasi […]

  • 3 Orang Ditetapkan Tersangka Atas Kasus Pemerasan di Lingkungan Pemkab Sukoharjo

    3 Orang Ditetapkan Tersangka Atas Kasus Pemerasan di Lingkungan Pemkab Sukoharjo

    • calendar_month Sab, 11 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sebanyak tiga orang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pemerasan di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo. Tiga tersangka tersebut di antaranya Bupati Sukoharjo, Etik Suryani; Kepala BPKAD Sukoharjo, Richard Tri Handoko; serta Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo, Tri Mulyo. Berdasarkan penyelidikan KPK, Etik memerintahkan Richard (RCH) mengumpulkan sekitar 40% insentif yang diterima […]

expand_less