Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Penemuan Spektakuler di Palung Mariana: Ribuan Cacing Laut dan Moluska Hidup Nyaris 10 Km di Bawah Laut

Penemuan Spektakuler di Palung Mariana: Ribuan Cacing Laut dan Moluska Hidup Nyaris 10 Km di Bawah Laut

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Jum, 1 Agu 2025
  • visibility 481

Kabarjatengterkini.com– Palung Mariana kembali mengungkap rahasianya. Sebuah kapal selam tak berawak milik China menemukan koloni cacing laut dan moluska dalam jumlah besar di kedalaman hampir 10 kilometer di bawah permukaan laut—menjadikannya sebagai penemuan komunitas makhluk hidup terdalam yang pernah tercatat di Bumi.

Ditemukan oleh Kapal Selam Tak Berawak “Fendouzhe”

Penemuan luar biasa ini diumumkan dalam jurnal ilmiah bergengsi Nature pada Rabu, 24 Juli 2025. Dilansir oleh kantor berita AFP, penemuan ini dilakukan oleh kapal selam robotik milik China bernama Fendouzhe atau “Sang Pejuang”.

Sepanjang tahun lalu, Fendouzhe telah menyelesaikan 23 kali misi penyelaman di wilayah Palung Mariana, Samudra Pasifik barat. Dari kedalaman antara 2.500 hingga 9.533 meter, para ilmuwan menemukan koloni besar cacing laut tubeworm dan moluska bivalvia (kerang-kerangan), serta berbagai bentuk kehidupan laut ekstrem lainnya.

Koloni Kehidupan Laut di Kedalaman Ekstrem

Rekaman video dari misi penyelaman menunjukkan ladang cacing laut sepanjang 30 sentimeter, serta kerang, moluska, dan krustasea berduri dalam jumlah besar. Tak hanya itu, terdeteksi juga kehadiran cacing laut yang mengambang bebas, teripang, lili laut, serta invertebrata laut lainnya yang sebelumnya belum pernah diamati pada kedalaman serupa.

Peneliti menyatakan bahwa komunitas ini adalah komunitas berbasis kemosintesis terdalam dan terluas yang pernah ditemukan di lautan. Ini membuka kemungkinan bahwa kehidupan di dasar laut bisa jauh lebih beragam daripada yang selama ini diperkirakan.

Hidup Tanpa Sinar Matahari: Mengandalkan Kemosintesis

Jika hampir seluruh kehidupan di Bumi mengandalkan sinar matahari, makhluk-makhluk ini justru hidup sepenuhnya dalam kegelapan mutlak, tanpa akses cahaya. Mereka bertahan hidup melalui kemosintesis, yaitu proses di mana mikroba menggunakan energi dari senyawa kimia seperti metana untuk menghasilkan makanan.

Tim peneliti juga menemukan bahwa makhluk seperti tubeworm berkumpul di sekitar permukaan mikroba yang menyerupai gumpalan salju putih, tempat di mana gas metana secara alami diproduksi dari dasar laut.

“Ini adalah bukti kuat bahwa kehidupan tidak memerlukan sinar matahari untuk berkembang,” kata seorang peneliti dalam laporan tersebut. “Yang mereka butuhkan hanyalah sumber energi—dan dalam hal ini, energi kimia dari perut Bumi.”

Dapat Menjadi Umum di Palung-Palung Laut Lain

Karena banyak palung laut memiliki karakteristik geologi dan kimia yang serupa dengan Palung Mariana, para ilmuwan memperkirakan bahwa komunitas semacam ini mungkin lebih umum dan tersebar luas di kedalaman samudra dunia. Penemuan ini bisa mengubah pemahaman kita tentang persebaran dan evolusi kehidupan di planet ini.

Sebelumnya, para peneliti hanya menemukan mikroorganisme bersel tunggal di dasar laut terdalam. Namun penemuan kali ini menunjukkan bahwa hewan laut berukuran besar pun dapat hidup dan berkembang biak di lingkungan ekstrem seperti itu.

Implikasi Terhadap Tambang Laut Dalam

Penemuan ini datang di tengah debat global mengenai eksplorasi tambang laut dalam, di mana beberapa negara besar seperti China dan Amerika Serikat menunjukkan ketertarikan terhadap eksploitasi mineral berharga di dasar laut.

Namun para ilmuwan memperingatkan bahwa ekosistem seperti ini sangat rapuh. Eksplorasi yang agresif tanpa pemahaman ekologi yang mendalam dapat menghancurkan habitat yang belum pernah dipelajari secara menyeluruh.

Lembaga seperti International Seabed Authority (ISA) hingga kini masih menyusun regulasi untuk mengatur pertambangan laut dalam. Banyak pihak meminta agar penemuan ilmiah dijadikan dasar utama dalam pengambilan kebijakan eksplorasi.

Palung Mariana: Dunia Asing di Dalam Bumi

Palung Mariana merupakan titik terdalam lautan di Bumi, mencapai lebih dari 11.000 meter, lebih dalam dibandingkan ketinggian Gunung Everest. Tekanan air di dasar palung mencapai 8 ton per inci persegi—cukup untuk meremukkan baja.

Sejak pertama kali dijelajahi oleh manusia pada tahun 1960, sangat sedikit ekspedisi yang berhasil mencapai dasar Palung Mariana. Salah satu misi paling terkenal dilakukan oleh sutradara Hollywood, James Cameron, pada 2012. Ia menggambarkan dasar palung sebagai tempat sunyi, asing, dan seperti dunia lain.

Penemuan yang Mengubah Pemahaman Tentang Kehidupan

Penemuan koloni cacing laut dan moluska di Palung Mariana menjadi tonggak sejarah baru dalam eksplorasi samudra dan ilmu kehidupan. Kehidupan yang tidak bergantung pada cahaya, mampu bertahan di tekanan ekstrem dan kegelapan abadi, menunjukkan bahwa alam semesta Bumi jauh lebih kompleks dan menakjubkan daripada yang kita bayangkan.

Penelitian ini menjadi pengingat bahwa lautan dalam masih menyimpan misteri yang belum terungkap. Dan seiring meningkatnya minat pada eksplorasi dan penambangan laut dalam, perlindungan ekosistem unik ini menjadi tanggung jawab bersama seluruh umat manusia.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Olahraga Pagi atau Sore? Simak Manfaatnya Masing-masing!

    Olahraga Pagi atau Sore? Simak Manfaatnya Masing-masing!

    • calendar_month Sab, 10 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 283
    • 0Komentar

    kabarjatengterkini.com – Olahraga merupakan aktivitas penting untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar. Tubuh yang aktif bergerak, utamanya dengan rutin olahraga bisa memperkuat otot dan tulang, menyehatkan jantung, meningkatkan daya tahan tubuh, dan mencegah berbagai penyakit. Meski demikian, banyak orang mengaku sulit meluangkan waktu untuk olahraga karena jadwal yang padat. Perlu diketahui, olahraga sebenarnya dapat dilakukan […]

  • ponsel

    Polisi Masih Telusuri Jejak Digital, Ponsel Diplomat Arya Daru Pangayunan Belum Ditemukan

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 352
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Ponsel milik diplomat Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan (39), yang ditemukan tewas di kamar indekosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, masih belum ditemukan hingga hari ini, Senin (28/7/2025). Pihak kepolisian menyatakan kehilangan perangkat penting tersebut tidak menghambat proses penyelidikan yang masih berlangsung. Arya diketahui terakhir kali menggunakan ponselnya untuk berkomunikasi dengan istrinya […]

  • pemakaman

    Penemuan Pemakaman Prajurit Zaman Perunggu Berusia 3.800 Tahun di Azerbaijan

    • calendar_month Sel, 29 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 321
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Azerbaijan kembali menjadi sorotan dunia arkeologi setelah para peneliti berhasil menemukan sebuah makam Zaman Perunggu yang diperkirakan berusia sekitar 3.800 tahun. Situs pemakaman yang unik ini berisi jenazah seorang prajurit bertubuh jangkung yang memegang sebuah tombak bercabang empat, sebuah artefak langka yang menunjukkan statusnya sebagai pejuang dan kemungkinan pemimpin militer di zamannya. Lokasi dan […]

  • jejak kaki

    Jejak Kaki Neanderthal Ditemukan di Portugal: Petunjuk Aktivitas Manusia Purba 78.000 Tahun Lalu

    • calendar_month Sab, 26 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Portugal, Kabarjatengterkini.com – Penemuan mengejutkan berhasil mengungkap jejak aktivitas manusia purba di pesisir selatan Portugal. Sepasang ilmuwan, Carlos Neto de Carvalho dan Yilu Zhang, secara tak sengaja menemukan jejak kaki Neanderthal kuno di pantai Monte Clérigo, tepat menjelang diberlakukannya lockdown COVID-19 pertama pada Maret 2020. Penemuan ini menjadi temuan penting dalam bidang arkeologi dan paleontologi, memperluas […]

  • sinar

    7 Masalah Kulit Akibat Sinar Matahari yang Harus Kamu Tahu

    • calendar_month Sel, 9 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com –  Paparan sinar matahari memang memiliki manfaat, seperti membantu tubuh memproduksi vitamin D. Namun, jika terpapar terlalu lama tanpa perlindungan, sinar ultraviolet (UV) dari matahari bisa menyebabkan berbagai masalah serius bagi kesehatan kulit. Baik UVA maupun UVB dapat merusak jaringan kulit secara perlahan dan menimbulkan efek jangka panjang. Berikut ini adalah 7 dampak buruk […]

  • Seleksi Terbuka JPTP di Lingkungan Pemkab Rembang Bakal Diulang Buntut Polemik

    Seleksi Terbuka JPTP di Lingkungan Pemkab Rembang Bakal Diulang Buntut Polemik

    • calendar_month Kam, 9 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Seleksi terbuka atau lelang Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemkab Rembang bakal diulang buntut dugaan pelanggaran disiplin hingga polemik conflict of interest. Bupati Rembang, Harno, membenarkan bahwa seleksi akan dibuka kembali, namun pihaknya tidak menyebutkan mekanismenya secara detail. Menurutnya, hal ini telah ditangani oleh Sekretaris Daerah (Sekda) dan Badan Kepegawaian […]

expand_less