Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Penemuan Spektakuler di Palung Mariana: Ribuan Cacing Laut dan Moluska Hidup Nyaris 10 Km di Bawah Laut

Penemuan Spektakuler di Palung Mariana: Ribuan Cacing Laut dan Moluska Hidup Nyaris 10 Km di Bawah Laut

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Jum, 1 Agu 2025
  • visibility 292

Kabarjatengterkini.comPalung Mariana kembali mengungkap rahasianya. Sebuah kapal selam tak berawak milik China menemukan koloni cacing laut dan moluska dalam jumlah besar di kedalaman hampir 10 kilometer di bawah permukaan laut—menjadikannya sebagai penemuan komunitas makhluk hidup terdalam yang pernah tercatat di Bumi.

Ditemukan oleh Kapal Selam Tak Berawak “Fendouzhe”

Penemuan luar biasa ini diumumkan dalam jurnal ilmiah bergengsi Nature pada Rabu, 24 Juli 2025. Dilansir oleh kantor berita AFP, penemuan ini dilakukan oleh kapal selam robotik milik China bernama Fendouzhe atau “Sang Pejuang”.

Sepanjang tahun lalu, Fendouzhe telah menyelesaikan 23 kali misi penyelaman di wilayah Palung Mariana, Samudra Pasifik barat. Dari kedalaman antara 2.500 hingga 9.533 meter, para ilmuwan menemukan koloni besar cacing laut tubeworm dan moluska bivalvia (kerang-kerangan), serta berbagai bentuk kehidupan laut ekstrem lainnya.

Koloni Kehidupan Laut di Kedalaman Ekstrem

Rekaman video dari misi penyelaman menunjukkan ladang cacing laut sepanjang 30 sentimeter, serta kerang, moluska, dan krustasea berduri dalam jumlah besar. Tak hanya itu, terdeteksi juga kehadiran cacing laut yang mengambang bebas, teripang, lili laut, serta invertebrata laut lainnya yang sebelumnya belum pernah diamati pada kedalaman serupa.

Peneliti menyatakan bahwa komunitas ini adalah komunitas berbasis kemosintesis terdalam dan terluas yang pernah ditemukan di lautan. Ini membuka kemungkinan bahwa kehidupan di dasar laut bisa jauh lebih beragam daripada yang selama ini diperkirakan.

Hidup Tanpa Sinar Matahari: Mengandalkan Kemosintesis

Jika hampir seluruh kehidupan di Bumi mengandalkan sinar matahari, makhluk-makhluk ini justru hidup sepenuhnya dalam kegelapan mutlak, tanpa akses cahaya. Mereka bertahan hidup melalui kemosintesis, yaitu proses di mana mikroba menggunakan energi dari senyawa kimia seperti metana untuk menghasilkan makanan.

Tim peneliti juga menemukan bahwa makhluk seperti tubeworm berkumpul di sekitar permukaan mikroba yang menyerupai gumpalan salju putih, tempat di mana gas metana secara alami diproduksi dari dasar laut.

“Ini adalah bukti kuat bahwa kehidupan tidak memerlukan sinar matahari untuk berkembang,” kata seorang peneliti dalam laporan tersebut. “Yang mereka butuhkan hanyalah sumber energi—dan dalam hal ini, energi kimia dari perut Bumi.”

Dapat Menjadi Umum di Palung-Palung Laut Lain

Karena banyak palung laut memiliki karakteristik geologi dan kimia yang serupa dengan Palung Mariana, para ilmuwan memperkirakan bahwa komunitas semacam ini mungkin lebih umum dan tersebar luas di kedalaman samudra dunia. Penemuan ini bisa mengubah pemahaman kita tentang persebaran dan evolusi kehidupan di planet ini.

Sebelumnya, para peneliti hanya menemukan mikroorganisme bersel tunggal di dasar laut terdalam. Namun penemuan kali ini menunjukkan bahwa hewan laut berukuran besar pun dapat hidup dan berkembang biak di lingkungan ekstrem seperti itu.

Implikasi Terhadap Tambang Laut Dalam

Penemuan ini datang di tengah debat global mengenai eksplorasi tambang laut dalam, di mana beberapa negara besar seperti China dan Amerika Serikat menunjukkan ketertarikan terhadap eksploitasi mineral berharga di dasar laut.

Namun para ilmuwan memperingatkan bahwa ekosistem seperti ini sangat rapuh. Eksplorasi yang agresif tanpa pemahaman ekologi yang mendalam dapat menghancurkan habitat yang belum pernah dipelajari secara menyeluruh.

Lembaga seperti International Seabed Authority (ISA) hingga kini masih menyusun regulasi untuk mengatur pertambangan laut dalam. Banyak pihak meminta agar penemuan ilmiah dijadikan dasar utama dalam pengambilan kebijakan eksplorasi.

Palung Mariana: Dunia Asing di Dalam Bumi

Palung Mariana merupakan titik terdalam lautan di Bumi, mencapai lebih dari 11.000 meter, lebih dalam dibandingkan ketinggian Gunung Everest. Tekanan air di dasar palung mencapai 8 ton per inci persegi—cukup untuk meremukkan baja.

Sejak pertama kali dijelajahi oleh manusia pada tahun 1960, sangat sedikit ekspedisi yang berhasil mencapai dasar Palung Mariana. Salah satu misi paling terkenal dilakukan oleh sutradara Hollywood, James Cameron, pada 2012. Ia menggambarkan dasar palung sebagai tempat sunyi, asing, dan seperti dunia lain.

Penemuan yang Mengubah Pemahaman Tentang Kehidupan

Penemuan koloni cacing laut dan moluska di Palung Mariana menjadi tonggak sejarah baru dalam eksplorasi samudra dan ilmu kehidupan. Kehidupan yang tidak bergantung pada cahaya, mampu bertahan di tekanan ekstrem dan kegelapan abadi, menunjukkan bahwa alam semesta Bumi jauh lebih kompleks dan menakjubkan daripada yang kita bayangkan.

Penelitian ini menjadi pengingat bahwa lautan dalam masih menyimpan misteri yang belum terungkap. Dan seiring meningkatnya minat pada eksplorasi dan penambangan laut dalam, perlindungan ekosistem unik ini menjadi tanggung jawab bersama seluruh umat manusia.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Jateng Ingin Gencarkan Investasi Sektor Padat Karya

    Pemprov Jateng Ingin Gencarkan Investasi Sektor Padat Karya

    • calendar_month Kam, 11 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) gencarkan investasi di sektor padat karya guna penyerapan lebih banyak tenaga kerja. Hal ini turut diungkapkan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Menurutnya, saat ini perusahaan sudah banyak menggunakan bantuan mesin dan teknologi. Meski demikian, sumber daya manusia masih diperlukan di industri padat karya. “Jawa Tengah itu padat […]

  • dprd

    Aksi Demo di Pati Berakhir Usai DPRD Janji Penuhi Tuntutan Massa

    • calendar_month Sab, 20 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Pada Jumat sore, 19 September 2025, Gedung DPRD Pati menjadi pusat perhatian setelah sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu menggelar demonstrasi besar-besaran. Massa yang berkumpul sekitar pukul 16.00 WIB menuntut berbagai hal, termasuk pengunduran diri Bupati Pati, Sudewo, serta penuntasan proses Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Pemakzulan Sudewo. Demonstrasi yang […]

  • Potensi Besar, Pemprov Rencanakan Tambah Kawasan Industri di Jateng

    Potensi Besar, Pemprov Rencanakan Tambah Kawasan Industri di Jateng

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) berencana menambah kawasan industri di beberapa daerah. Hal ini dilakukan sebagai upaya dalam mengembangkan iklim investasi di Jateng. Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Ahmad Luthfi bahwa pihaknya telah menyiapkan lahan untuk pembangunan kawasan industri di Cilacap dan Kebumen. Selain itu, Kawasan Industri Kendal (KIK) juga akan diperluas. […]

  • perubahan

    5 Perubahan Tubuh dan Pikiran Setelah 2 Minggu Rutin Pilates

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Pilates kini menjadi salah satu olahraga favorit banyak orang yang ingin menjaga kebugaran tubuh sekaligus memperkuat inti (core) tubuh. Tidak hanya sekadar latihan fisik, Pilates juga menawarkan manfaat mental dan emosional. Jika kamu baru memulai rutinitas Pilates, mungkin penasaran apa yang akan terasa setelah beberapa minggu berlatih. Berikut 5 hal yang akan kamu rasakan […]

  • kuhap

    Ketua Komisi III DPR Tegaskan KUHP dan KUHAP Baru Jadi Tameng Kritik, Bukan Alat Kriminalisasi

    • calendar_month Sen, 12 Jan 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menegaskan bahwa penerapan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru memberikan jaminan perlindungan hukum bagi masyarakat, khususnya para pengkritik pemerintah. Menurutnya, reformasi hukum pidana ini dirancang untuk memastikan kritik tidak lagi berujung kriminalisasi atau pemidanaan sewenang-wenang. Pernyataan tersebut disampaikan Habiburokhman melalui […]

  • Buka Hotline 110, Polri Bakal Tindak Ormas yang Minta-minta THR

    Lewat Hotline 110, Masyarakat Bisa Adukan Ormas yang Minta-minta THR Jelang Idulfitri

    • calendar_month Rab, 11 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Polri membuka layanan pengaduan bagi masyarakat atau pengusaha jika mendapati adanya aksi premanisme ormas dengan modus minta-minta THR secara paksa menjelang Idulfitri 1447 Hijriah mendatang. Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mengatakan, aduan tersebut bisa disampaikan lewat hotline Polri 110.  Berdasarkan aduan yang masuk, nantinya, Polri akan melakukan tindakan cepat, tepat, dan terukur jika memang […]

expand_less