Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Arabella dan Anita: Dua Laba-Laba NASA yang Membuat Sejarah di Luar Angkasa

Arabella dan Anita: Dua Laba-Laba NASA yang Membuat Sejarah di Luar Angkasa

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
  • visibility 358

Kabarjatengterkini.com– Pada tahun 1973, NASA melakukan sebuah eksperimen unik yang melibatkan dua makhluk mungil namun luar biasa: laba-laba. Dalam misi luar angkasa Skylab 3, dua ekor laba-laba betina bernama Arabella dan Anita dikirim ke orbit rendah Bumi untuk menjawab sebuah pertanyaan penting—bisakah laba-laba membuat jaring dalam kondisi tanpa gravitasi?

Eksperimen ini bukan berasal dari laboratorium ilmuwan NASA, melainkan dari ide brilian seorang siswi SMA berusia 17 tahun asal Massachusetts, Amerika Serikat, Judith Miles. Ia mengusulkan eksperimen tersebut pada tahun 1972 sebagai bagian dari program pendidikan NASA yang membuka peluang bagi pelajar untuk merancang eksperimen yang akan dilakukan di stasiun luar angkasa Skylab.

Uniknya, di tahun yang sama, musisi legendaris David Bowie merilis album ikonik bertajuk “The Rise and Fall of Ziggy Stardust and the Spiders from Mars”. Meskipun tak berkaitan langsung, momen ini membuat keberangkatan Arabella dan Anita ke luar angkasa terasa semakin simbolis dan menarik perhatian publik.

Misi Arabella dan Anita: Laba-Laba di Mikrogravitasi

Pada 28 Juli 1973, dua laba-laba betina dari spesies European garden spider (Araneus diadematus) dibawa ke luar angkasa dalam misi Skylab 3. Mereka ditempatkan dalam wadah plastik kecil selama peluncuran, dan setelah tiba di luar angkasa, Arabella dipindahkan ke habitat khusus untuk mulai menjalankan eksperimen membuat jaring di lingkungan gravitasi mikro.

Awalnya, Arabella terlihat kesulitan. Jaring yang ia buat di hari pertama terlihat kacau dan tidak beraturan. Namun, hal mengejutkan terjadi di hari kedua: Arabella berhasil membuat jaring yang hampir sempurna, menyerupai bentuk jaring yang biasa ia buat di Bumi.

Tim NASA terkesima. Meskipun berada dalam lingkungan tanpa gravitasi, laba-laba ternyata mampu beradaptasi secara cepat, menunjukkan fleksibilitas biologis yang luar biasa. Melihat hasil tersebut, NASA memutuskan untuk memperpanjang eksperimen dan memindahkan Anita untuk menjalani proses serupa.

Hasil Eksperimen: Adaptasi dan Evolusi di Luar Angkasa

Arabella dan Anita menunjukkan bahwa laba-laba bisa menyesuaikan diri dalam lingkungan yang benar-benar asing. Mereka mampu memintal jaring, bahkan dengan benang yang lebih halus dari biasanya. Ini mengindikasikan bahwa gravitasi memang memengaruhi proses membangun jaring, namun tidak menjadi faktor mutlak bagi keberhasilan struktur tersebut.

Lebih dari sekadar melihat kemampuan laba-laba membuat jaring, eksperimen ini membantu NASA memahami bagaimana kondisi tanpa gravitasi memengaruhi sistem saraf pusat makhluk hidup. Struktur jaring laba-laba diyakini mencerminkan kondisi dan fungsi saraf mereka. Jika laba-laba bisa beradaptasi, maka ini memberi harapan bahwa manusia pun bisa mengalami penyesuaian serupa saat berada lama di luar angkasa.

Sayangnya, baik Arabella maupun Anita tidak kembali ke Bumi. Mereka diperkirakan meninggal karena dehidrasi di luar angkasa. Meski begitu, kontribusi mereka terhadap sains luar angkasa sangat besar dan dikenang hingga hari ini.

Eksperimen Laba-Laba Berlanjut di ISS

Setelah Arabella dan Anita, eksperimen serupa terus dilakukan. Salah satunya dilakukan oleh peneliti dari University of Basel yang meneliti perilaku laba-laba Trichonephila clavipes di stasiun luar angkasa International Space Station (ISS).

Hasilnya tak kalah menarik. Di Bumi, jaring laba-laba umumnya asimetris, dengan pusat jaring lebih condong ke atas. Hal ini memudahkan laba-laba untuk bergerak cepat ke arah mangsa. Namun di luar angkasa, laba-laba membentuk jaring yang simetris, menunjukkan bahwa mereka bisa mengubah perilaku alaminya untuk beradaptasi dengan lingkungan nol gravitasi.

Warisan Arabella dan Anita bagi Sains

Eksperimen Arabella dan Anita mungkin terlihat sederhana, tetapi dampaknya sangat signifikan. Mereka membuktikan bahwa adaptasi biologis bukan hanya milik manusia, tetapi juga makhluk kecil seperti laba-laba. Hal ini memperluas pemahaman kita tentang kemungkinan kehidupan di luar angkasa, serta bagaimana organisme dari Bumi dapat bertahan dalam kondisi ekstrem.

Eksperimen ini juga membuka jalan bagi lebih banyak penelitian yang melibatkan hewan kecil untuk memahami dampak jangka panjang kehidupan di luar angkasa, baik secara fisiologis maupun psikologis.

Arabella dan Anita, dua laba-laba yang pernah menjelajahi luar angkasa, telah menorehkan sejarah dalam dunia ilmu pengetahuan. Meski berukuran kecil, kontribusi mereka terhadap pemahaman manusia tentang kehidupan di ruang angkasa sangat besar. Kisah mereka bukan hanya tentang laba-laba yang membuat jaring di luar angkasa, tetapi juga tentang inovasi, keberanian, dan rasa ingin tahu manusia yang tak terbatas.

Terima kasih Arabella dan Anita. Warisan kalian akan selalu dikenang sebagai bagian dari sejarah eksplorasi luar angkasa.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Agustina Tinjau Wilayah Terdampak Longsor Gunungpati

    Agustina Tinjau Wilayah Terdampak Longsor Gunungpati, Utamakan Penanganan Cepat dan Maksimal

    • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, meninjau wilayah terdampak tanah longsor di wilayah Sukorejo, Gunungpati pada Selasa (5/5/2026). Sebanyak tujuh kepala keluarga di titik rawan diminta untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman. “Ada 7 kepala keluarga yang memiliki potensi longsornya itu tinggi, mereka diungsikan dulu,” kata Agustina di lokasi. Lebih lanjut, pihaknya […]

  • Penyandang Disabilitas di Kebumen Produktif Hasilkan Batik Pegon, Pernah Dipamerkan ke Singapura Hingga Turki

    Penyandang Disabilitas di Kebumen Produktif Hasilkan Batik Pegon, Pernah Dipamerkan ke Singapura Hingga Turki

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Kebumen, Kabarjatengterkini.com – Para penyandang disabilitas di Kebumen secara produktif menghasilkan produk fashion unggulan lewat Rumah Inklusif Kebumen. Tak main-main, produk-produk tersebut bahkan berhasil tembus pasar global. Adapun jenis produk fashion yang dihasilkan oleh mereka adalah batik pegon. Kabarnya, batik ini telah dipamerkan di ajang internasional, seperti di Singapura hingga Turki. Rumah Inklusif Kebumen secara konsisten, […]

  • Eks Ketua dan Bendahara KONI Solo Jadi Tersangka Kasus Korupsi Dana Hibah

    Eks Ketua dan Bendahara KONI Solo Jadi Tersangka Kasus Korupsi Dana Hibah

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Surakarta, Kabarjatengterkini.com – Eks Ketua dan bendahara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Solo ditetapkan sebagai tersangka korupsi dana hibah tahun anggaran 2021-2024. Sebelumnya, LK menjabat ketua periode 2021-2025, sedangkan TAR bertugas mengelola keuangan. “Kami tetapkan dua orang tersangka kasus korupsi dana hibah KONI, inisial LK dan TAR, yang merupakan mantan pengurus KONI tahun sebelumnya,” kata […]

  • antam

    Harga Emas Antam Naik Rp 21.000, Sementara Emas Galeri24 Turun pada 11 September

    • calendar_month Kam, 11 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com, Jakarta  – Pada perdagangan Kamis (11/9), harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam terpantau mengalami kenaikan signifikan, sedangkan harga emas Galeri24 sedikit mengalami penurunan. Kenaikan harga emas Antam mencatatkan angka yang cukup menarik bagi para investor maupun masyarakat yang berencana untuk berinvestasi dalam logam mulia ini. Di situs resmi Logam Mulia, […]

  • brigadir

    Brigadir TGP Polresta Pati Ditempatkan di Tempat Khusus Usai Terlibat Pukulan kepada Demonstran dalam Aksi 13 Agustus 2025

    • calendar_month Sab, 16 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Pada Jumat, 15 Agustus 2025, Polresta Pati mengambil langkah tegas terhadap salah satu anggotanya, Brigadir TGP, yang terlibat dalam insiden pemukulan seorang demonstran pada aksi besar yang digelar di Pati pada 13 Agustus 2025. Dalam insiden yang memicu sorotan publik ini, Brigadir TGP ditahan di tempat khusus (patsus) untuk menjalani proses hukum internal, dan […]

  • masyarakat

    Aliansi Masyarakat Pati Timur Bersatu Gelar Demo Besar-Besaran, Tuntut Pemakzulan Bupati Sudewo

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Gelombang protes terhadap kepemimpinan Bupati Pati, Sudewo, kembali memuncak. Kali ini, Aliansi Masyarakat Pati Timur Bersatu (AMPB) akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran pada Senin, 25 Agustus 2025, di depan Kantor Bupati dan Gedung DPRD Kabupaten Pati. Aksi ini menjadi lanjutan dari demonstrasi sebelumnya yang digelar pada 13 Agustus 2025. Namun, menurut Koordinator […]

expand_less