Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Arabella dan Anita: Dua Laba-Laba NASA yang Membuat Sejarah di Luar Angkasa

Arabella dan Anita: Dua Laba-Laba NASA yang Membuat Sejarah di Luar Angkasa

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
  • visibility 341

Kabarjatengterkini.com– Pada tahun 1973, NASA melakukan sebuah eksperimen unik yang melibatkan dua makhluk mungil namun luar biasa: laba-laba. Dalam misi luar angkasa Skylab 3, dua ekor laba-laba betina bernama Arabella dan Anita dikirim ke orbit rendah Bumi untuk menjawab sebuah pertanyaan penting—bisakah laba-laba membuat jaring dalam kondisi tanpa gravitasi?

Eksperimen ini bukan berasal dari laboratorium ilmuwan NASA, melainkan dari ide brilian seorang siswi SMA berusia 17 tahun asal Massachusetts, Amerika Serikat, Judith Miles. Ia mengusulkan eksperimen tersebut pada tahun 1972 sebagai bagian dari program pendidikan NASA yang membuka peluang bagi pelajar untuk merancang eksperimen yang akan dilakukan di stasiun luar angkasa Skylab.

Uniknya, di tahun yang sama, musisi legendaris David Bowie merilis album ikonik bertajuk “The Rise and Fall of Ziggy Stardust and the Spiders from Mars”. Meskipun tak berkaitan langsung, momen ini membuat keberangkatan Arabella dan Anita ke luar angkasa terasa semakin simbolis dan menarik perhatian publik.

Misi Arabella dan Anita: Laba-Laba di Mikrogravitasi

Pada 28 Juli 1973, dua laba-laba betina dari spesies European garden spider (Araneus diadematus) dibawa ke luar angkasa dalam misi Skylab 3. Mereka ditempatkan dalam wadah plastik kecil selama peluncuran, dan setelah tiba di luar angkasa, Arabella dipindahkan ke habitat khusus untuk mulai menjalankan eksperimen membuat jaring di lingkungan gravitasi mikro.

Awalnya, Arabella terlihat kesulitan. Jaring yang ia buat di hari pertama terlihat kacau dan tidak beraturan. Namun, hal mengejutkan terjadi di hari kedua: Arabella berhasil membuat jaring yang hampir sempurna, menyerupai bentuk jaring yang biasa ia buat di Bumi.

Tim NASA terkesima. Meskipun berada dalam lingkungan tanpa gravitasi, laba-laba ternyata mampu beradaptasi secara cepat, menunjukkan fleksibilitas biologis yang luar biasa. Melihat hasil tersebut, NASA memutuskan untuk memperpanjang eksperimen dan memindahkan Anita untuk menjalani proses serupa.

Hasil Eksperimen: Adaptasi dan Evolusi di Luar Angkasa

Arabella dan Anita menunjukkan bahwa laba-laba bisa menyesuaikan diri dalam lingkungan yang benar-benar asing. Mereka mampu memintal jaring, bahkan dengan benang yang lebih halus dari biasanya. Ini mengindikasikan bahwa gravitasi memang memengaruhi proses membangun jaring, namun tidak menjadi faktor mutlak bagi keberhasilan struktur tersebut.

Lebih dari sekadar melihat kemampuan laba-laba membuat jaring, eksperimen ini membantu NASA memahami bagaimana kondisi tanpa gravitasi memengaruhi sistem saraf pusat makhluk hidup. Struktur jaring laba-laba diyakini mencerminkan kondisi dan fungsi saraf mereka. Jika laba-laba bisa beradaptasi, maka ini memberi harapan bahwa manusia pun bisa mengalami penyesuaian serupa saat berada lama di luar angkasa.

Sayangnya, baik Arabella maupun Anita tidak kembali ke Bumi. Mereka diperkirakan meninggal karena dehidrasi di luar angkasa. Meski begitu, kontribusi mereka terhadap sains luar angkasa sangat besar dan dikenang hingga hari ini.

Eksperimen Laba-Laba Berlanjut di ISS

Setelah Arabella dan Anita, eksperimen serupa terus dilakukan. Salah satunya dilakukan oleh peneliti dari University of Basel yang meneliti perilaku laba-laba Trichonephila clavipes di stasiun luar angkasa International Space Station (ISS).

Hasilnya tak kalah menarik. Di Bumi, jaring laba-laba umumnya asimetris, dengan pusat jaring lebih condong ke atas. Hal ini memudahkan laba-laba untuk bergerak cepat ke arah mangsa. Namun di luar angkasa, laba-laba membentuk jaring yang simetris, menunjukkan bahwa mereka bisa mengubah perilaku alaminya untuk beradaptasi dengan lingkungan nol gravitasi.

Warisan Arabella dan Anita bagi Sains

Eksperimen Arabella dan Anita mungkin terlihat sederhana, tetapi dampaknya sangat signifikan. Mereka membuktikan bahwa adaptasi biologis bukan hanya milik manusia, tetapi juga makhluk kecil seperti laba-laba. Hal ini memperluas pemahaman kita tentang kemungkinan kehidupan di luar angkasa, serta bagaimana organisme dari Bumi dapat bertahan dalam kondisi ekstrem.

Eksperimen ini juga membuka jalan bagi lebih banyak penelitian yang melibatkan hewan kecil untuk memahami dampak jangka panjang kehidupan di luar angkasa, baik secara fisiologis maupun psikologis.

Arabella dan Anita, dua laba-laba yang pernah menjelajahi luar angkasa, telah menorehkan sejarah dalam dunia ilmu pengetahuan. Meski berukuran kecil, kontribusi mereka terhadap pemahaman manusia tentang kehidupan di ruang angkasa sangat besar. Kisah mereka bukan hanya tentang laba-laba yang membuat jaring di luar angkasa, tetapi juga tentang inovasi, keberanian, dan rasa ingin tahu manusia yang tak terbatas.

Terima kasih Arabella dan Anita. Warisan kalian akan selalu dikenang sebagai bagian dari sejarah eksplorasi luar angkasa.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Jadi Direhabilitasi karena Efisiensi, Atap Sekolah di Grobogan Ambruk

    Tak Jadi Direhabilitasi karena Efisiensi, Atap Sekolah di Grobogan Ambruk

    • calendar_month Sel, 19 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Grobogan, Kabarjatengterkini.com – Atap bangunan sekolah SDN 2 Milir, Kecamatan Gubug, Grobogan ambrol. Bangunan sekolah tersebut sempat direncanakan akan direhabilitasi, namun tidak jadi karena efisiensi. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Grobogan, Purnyomo, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengusulkan rehabilitasi lewat Dana Alokasi Umum (DAU). Namun, usulan tersebut terpaksa ditangguhkan karena dampak kebijakan pemerintah pusat. “Sebenarnya SDN 2 […]

  • paus

    Kuburan Paus Purba Ditemukan di Gletser Kutub Utara Rusia, Ilmuwan Temukan Fakta Mengejutkan

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pencairan gletser di wilayah Kutub Utara Rusia mengungkapkan penemuan mengejutkan: sebuah kuburan purba yang dipenuhi kerangka paus. Penemuan luar biasa ini terjadi di Pulau Wilczek, bagian dari Kepulauan Franz Josef Land — salah satu wilayah paling utara Rusia yang terletak di dalam Lingkar Arktik. Temuan tersebut dilakukan oleh para ilmuwan dari Arctic and […]

  • snbt

    Geger! Kemdiktisaintek Ungkap 99 Persen Kecurangan SNBT Mengincar Prodi Kedokteran

    • calendar_month Sel, 26 Mei 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membongkar fakta mengejutkan terkait pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Hampir seluruh temuan kasus kecurangan dalam ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tersebut ternyata mengincar Program Studi (Prodi) Kedokteran. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mengungkapkan bahwa persentase kecurangan di program studi favorit […]

  • gempa

    Gempa Dahsyat M 8,7 Guncang Kamchatka, Peringatan Tsunami Meluas ke Jepang, Hawaii, hingga Indonesia

    • calendar_month Kam, 31 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com — Gempa bumi berkekuatan dahsyat 8,7 magnitudo mengguncang wilayah Kamchatka, Rusia, pada pagi hari pukul 06.24 WIB. Gempa ini memicu peringatan bahaya tsunami di sejumlah negara di kawasan Pasifik, mulai dari Jepang, Hawaii, Selandia Baru, hingga Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia pun mengeluarkan peringatan waspada tsunami untuk wilayah Maluku Utara, Papua […]

  • Heboh Isu Uang Pinjaman Bank Rp300 M di Konferensi Pers, KPK Beri Penjelasan

    Heboh Isu Uang Pinjaman Bank Rp300 M di Konferensi Pers, KPK Beri Penjelasan

    • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Kabarjatengtrekini.com – Heboh isu uang Rp300 miliar di konferensi pers Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu merupakan pinjaman bank. Menanggapi hal tersebut, lembaga antirasuah tersebut membantah isu yang beredar luas di masyarakat. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan, uang yang dipamerkan dalam konferensi pers pada Kamis (20/11/2025) merupakan bagian dari aset rampasan/sitaan. Aset rampasan […]

  • pati

    Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Tuntut KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Bupati Sudewo

    • calendar_month Sen, 1 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabarjatengterkini.com – Ratusan warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menggeruduk Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kuningan, Jakarta Selatan, pada Senin pagi (1/9/2025). Aksi tersebut dipimpin oleh kelompok yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMBP). Mereka menuntut agar KPK segera menangkap Bupati Pati, Sudewo, yang diduga terlibat dalam kasus korupsi proyek pembangunan jalur […]

expand_less