Angka Backlog Rumah di Jateng Masih Tinggi, Pemprov Dukung Program 3 Juta Rumah dari Pusat
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sab, 2 Agu 2025
- visibility 273

Foto: Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin (Sumber: Dok. Pemprov jateng)
Semarang, Kabarjatengterkini.com – Angka kebutuhan (backlog) rumah di Jawa Tengah dinilai masih tinggi. Pada akhir tahun 2024, diketahui backlog kepemilikan masih mencapai 310.855 unit, sedangkan backlog kelayakan (rumah tidak layak huni) mencapai 1.132.968 unit.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin mengatakan bahwa selama tahun 2025 ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) berupaya mengurangi angka kebutuhan rumah dengan berbagai program.
Misalnya, penanganan 17.510 unit rumah, terdiri dari 17.000 unit melalui bantuan keuangan dari pemerintah desa untuk penanganan rumah tidak layak huni (RTLH), dan 510 unit melalui mekanisme bansos untuk penanganan relokasi, pascabencana, dan lainnya.
Pihaknya juga mendukung penuh program dari pemerintah pusat yang melibatkan sinergi lintas sektor, yakni program 3 juta rumah. Terdiri, 1 juta unit di kawasan perkotaan, 1 juta unit di kawasan pedesaan, dan 1 juta unit di daerah pesisir.
“Kami yakin dengan semangat gotong royong dan sinergi lintas sektoral, mimpi rumah layak dan terjangkau bagi rakyat Indonesia, benar-benar menjadi kenyataan,” kata Taj Yasin di kompleks Kantor Gubernur Jateng baru-baru ini.
Dirjen Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Kementerian PKP, Aziz Andriansyah menyebutkan tiga hal pokok dalam penyediaan perumahan bagi rakyat, yakni penyediaan dana murah dan jangka panjang, bantuan subsidi uang muka, serta bantuan lainnya.
“Kami mengajak stakeholder untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektoral, serta menyelesaikan PR backlog, dalam hal penyediaan dan kebutuhan tempat tinggal,” katanya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

