Dukung Konektivitas di Tiga Wilayah, Pemprov Jateng Upayakan Percepatan Tol Yogyakarta-Bawen
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sab, 18 Okt 2025
- visibility 93

Foto: Pemprov Jateng Upayakan Percepatan Tol Yogyakarta-Bawen (Dok. Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) upayakan percepatan pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen. Pasalnya, proyek tersebut dinilai sebagai jalur strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.
Pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen saat ini digarap oleh PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB) dan terdiri atas enam seksi. Di antaranya, mencakup Seksi 1 Yogyakarta-Banyurejo, Seksi 2 Banyurejo-Borobudur, Seksi 3 Borobudur-Magelang, Seksi 4 Magelang-Temanggung, Seksi 5 Temanggung-Ambarawa, dan Seksi 6 Ambarawa-Bawen.
Untuk Seksi 1, ditargetkan penyelesaian 87 persen dan Seksi 6 sebanyak 83 persen pada akhir tahun 2025. Namun, keduanya direncanakan rampung dan siap beroperasi di tahun 2026 mendatang.
“Dari enam seksi, Seksi 1 sudah mencapai 83 persen, sedangkan Seksi 6 telah mencapai 74 persen. Keduanya ditargetkan rampung tahun depan,” ujar Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen, AJ Dwi Winarsa, Jumat (17/10/2025).
Menurut informasi, pekerjaan utama di Seksi 1 meliputi timbunan sepanjang 4,4 kilometer dan pekerjaan jembatan sepanjang 4,4 kilometer di atas Saluran Mataram, Yogyakarta. Sementara di Seksi 6, pekerjaan timbunan tengah dikerjakan di simpang susun Ambarawa, termasuk konstruksi jembatan dan pile slab (sistem pondasi) sepanjang 1,8 kilometer.
Tol tersebut nantinya akan membentang di dua provinsi, sehingga diharapkan bisa meningkatkan konektivitas wilayah Yogyakarta, Solo, dan Semarang. Pembangunan tol ini juga akan berdampak pada waktu tempuh yang lebih pendek antar wilayah tersebut.
“Setelah tol beroperasi penuh, waktu tempuh dari Yogyakarta ke Semarang maupun sebaliknya diperkirakan hanya sekitar satu jam. Tol ini bukan hanya mempersingkat perjalanan, tetapi juga menawarkan panorama pegunungan yang indah,” kata Dwi.
Proyek ini diharapkan bisa bermanfaat pada kelancaran arus logistik dan manusia, serta membuka peluang ekonomi baru di kawasan sekitar.
“Harapannya manfaat proyek ini benar-benar bisa dirasakan masyarakat dan ikut memperkuat pengembangan ekonomi regional,” lanjut dia lagi. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

