Pemprov Jateng Gencarkan Gerakan Jo Kawin Bocah, Imbau Mahasiswa Fokus Cari Ilmu Sebelum Berumah Tangga
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sen, 15 Sep 2025
- visibility 110

Foto: Pemprov Jateng Gencarkan Gerakan Jo Kawin Bocah, Imbau Mahasiswa Fokus Cari Ilmu Sebelum Berumah Tangga (Sumber: Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) semakin serius dalam menekan angka pernikahan dini di wilayahnya. Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan menggencarkan gerakan Jo Kawin Bocah.
Jo Kawin Bocah merupakan kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak negatif pernikahan usia anak, memenuhi hak anak, sekaligus mendorong generasi muda menyiapkan mental, fisik, dan ilmu pengetahuan sebelum menikah.
Lewat gerakan ini pula, Pemprov Jateng mengimbau generasi muda untuk fokus pada pendidikan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membangun rumah tangga.
“Sejalan dengan program Pemprov Jateng Jo Kawin Bocah, selesaikan kuliah dulu. Setelah matang dari sisi umur, sisi kesehatan terpenuhi, syukur-syukur sudah kerja, baru membina rumah tangga,” Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno di Undaris Semarang, Sabtu (13/9/2025).
Pihaknya mengatakan, program ini sejalan dengan cita-cita bangsa dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul melalui pendidikan dan peningkatan daya saing. Harapannya, hal ini semakin memuluskan jalan Indonesia mencapai generasi emas 2045 mendatang.
“Tujuannya, supaya generasi yang terlahir adalah SDM unggul, sesuai yang dicita-citakan generasi emas 2045,” kata dia lagi.
Mahasiswa juga diimbau untuk tidak hanya memperdalam ilmu saja di kampus, tetapi juga mengembangkan akhlak dan perilaku yang baik. Menurutnya, hal tersebut menjadi modal utama dalam mengembangkan karir hingga mendidik anak-anak generasi selanjutnya.
“Akhlak sangat penting untuk selalu dijaga. Jadi tidak semata-mata mengunggulkan ilmu pengetahuan,” tuturnya.
Sumarno juga mendorong agar seluruh mahasiswa mulai memperhatikan kesehatan tubuh masing-masing. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

