Sejumlah Lahan Pertanian yang Dilindungi di Grobogan Masih Terendam Lumpur Pascabanjir
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 9

Foto: Sejumlah Lahan Pertanian yang Dilindungi di Grobogan Masih Terendam Lumpur Akibat Banjir (Sumber: Pemprov Jateng)
Grobogan, Kabarjatengterkini.com – Sejumlah lahan pertanian warga Desa Tinanding, Kecamatan Godong, masih terendam lumpur pasca banjir. Sebelumnya, banjir merendam akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang pada Februari 2026 lalu.
Menurut penuturan petani terdampak, lumpur tersebut mengendap, sehingga membuat elevasi sawah jauh lebih tinggi dari lahan sekitar. Kondisi ini membuat aliran air untuk irigasi tidak dapat mengalir masuk.
Menanggapi permasalahan yang dialami oleh petani di wilayahnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) merencanakan pengerukan lumpur yang mengendap setelah melakukan peninjauan lokasi secara langsung.
“Solusinya ya harus dikeruk untuk disamakan elevasinya dengan sawah di sebelahnya, supaya air bisa menggenangi area sawah yang sekarang tertimbun,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, Rabu (27/5/2026).
Permasalahan ini harus menjadi salah satu prioritas yang perlu segera ditangani. Pasalnya, berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), area pertanian di Desa Tinanding merupakan zona Lahan Sawah Dilindungi (LSD) karena memiliki tingkat kesuburan sangat tinggi.
“Kalau dari RTRW, pasti ini masuk LSD karena memang ini daerah subur. Bisa dilihat di sebelah-sebelahnya, sekarang juga masih ditanami dan tumbuh cukup hijau,” tambahnya.
Lebih lanjut, pihaknya akan membentuk tim perencanaan untuk merumuskan langkah teknis penanganan pasca-bencana ini. Terlebih, saluran yang jebol beberapa waktu lalu merupakan saluran induk irigasi yang vital bagi pertanian di Kabupaten Grobogan.
“Nanti akan kami koordinasikan lebih lanjut. Kami dari tim perencanaan berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini, karena ini benar-benar mata pencaharian dari pemilik tanah,” pungkas dia. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

