Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pembubaran Diskusi di UGM: IPR Sayangkan Tindakan Anarkis dan Pembungkaman Ruang Akademik

Pembubaran Diskusi di UGM: IPR Sayangkan Tindakan Anarkis dan Pembungkaman Ruang Akademik

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Kam, 18 Jun 2026
  • visibility 87

Kabarjatengterkini.com– Insiden pembubaran paksa forum diskusi ilmiah di lingkungan Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) memicu keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan.

Tindakan intimidasi yang mencederai kebebasan akademik tersebut dinilai bertolak belakang dengan nilai-nilai luhur yang seharusnya dijunjung tinggi oleh kelompok intelektual.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, secara tegas menyesalkan aksi pembubaran kegiatan diskusi yang terjadi di kampus kerakyatan tersebut. Menurutnya, tindakan represif dan anarkis itu sama sekali tidak mencerminkan karakter serta tradisi akademik yang selama ini melekat erat pada dunia kemahasiswaan.

Pentingnya Rasionalitas dan Dialog dalam Demokrasi

Iwan menegaskan bahwa perbedaan pandangan merupakan hal yang sangat wajar dan niscaya dalam kehidupan demokrasi. Namun, cara menyikapi perbedaan tersebut seharusnya dilakukan melalui jalur dialog, adu argumentasi, dan pertukaran gagasan yang sehat, bukan dengan tindakan yang mengarah pada intimidasi atau pembungkaman ruang diskusi.

“Memaksakan pendapat, merasa paling benar sendiri, dan bertindak anarkis bukanlah sifat seorang mahasiswa. Kampus adalah ruang intelektual murni yang dibangun di atas fondasi kebebasan berpikir dan kebebasan menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab,” ujar Iwan saat dihubungi Inilah.com, Rabu (17/6/2026).

Lebih lanjut, Iwan memaparkan bahwa mahasiswa memiliki posisi yang sangat strategis sebagai kelompok elit intelektual. Status ini menuntut mereka untuk selalu mengedepankan rasionalitas dalam menyikapi setiap perbedaan di ruang publik. Oleh karena itu, jika ada sebuah gagasan yang dianggap keliru, cara terbaik untuk meresponsnya adalah dengan melawannya menggunakan gagasan lain yang lebih kuat, bukan dengan membungkam pihak yang berbeda opini.

Menjaga Tradisi Intelektual Kampus

  • Intelektualitas dan Rasionalitas: Mahasiswa wajib menempatkan akal sehat di atas emosi saat berdiskusi.

  • Debat Sehat: Jika ada pandangan narasumber yang tidak disetujui, jawabannya adalah melalui sanggahan ilmiah, bukan penghentian acara secara sepihak.

  • Budaya Kritis: Ruang akademik yang terbuka akan melahirkan budaya berpikir kritis yang memperkuat kualitas demokrasi nasional.

“Perbedaan pendapat tidak boleh menjadi alasan pembenar untuk menutup ruang dialog. Justru dalam pusaran perbedaan itulah mahasiswa dapat belajar menghargai esensi demokrasi, menguji ketajaman gagasan, dan mencari kebenaran secara ilmiah,” tambah Iwan.

Kronologi Pembubaran Paksa Diskusi di GIK UGM

Insiden yang menjadi sorotan publik ini terjadi dalam forum diskusi bertajuk “Kopdar x NYL Bareng Mas Dar” yang digelar di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Yogyakarta, pada Senin (15/6/2026). Acara yang awalnya berjalan tertib mendadak riuh dan terpaksa dihentikan setelah sejumlah mahasiswa melakukan aksi protes keras di lokasi.

Padahal, diskusi tersebut menghadirkan jajaran tokoh penting dan pejabat negara sebagai narasumber, antara lain:

  1. Nusron Wahid (Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional)

  2. Sudaryono (Wakil Menteri Pertanian)

  3. Budiman Sudjatmiko (Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan / BP Taskin)

Forum ilmiah ini sebenarnya mengusung tema yang sangat relevan dan visioner, yakni “Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia”.

Melalui keterangan resminya, Serikat Mahasiswa (SEMA) UGM mengungkapkan bahwa pemicu kericuhan berawal dari pernyataan salah satu narasumber yang menantang publik untuk menyampaikan kritik secara langsung, bukan hanya berani di media sosial. SEMA UGM menilai hal itu memicu ketegangan di dalam ruangan.

Klarifikasi Wamentan Sudaryono terkait Kericuhan

Di sisi lain, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memberikan klarifikasi mengenai situasi sebenarnya. Ia menegaskan bahwa kehadiran para pejabat dalam forum tersebut murni bertujuan untuk membuka ruang dialog dua arah dengan mahasiswa. Pihak narasumber mengklaim telah memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi peserta untuk melempar kritik tajam maupun pertanyaan kritis terkait kebijakan pemerintah.

Namun, setelah diskusi berjalan sekitar 30 hingga 40 menit, situasi mulai tidak kondusif akibat adanya desakan dari sebagian kelompok peserta yang menuntut agar forum segera dihentikan. Sudaryono juga membantah keras tudingan yang menyebut dirinya dan Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, sengaja melarikan diri untuk menghindari dialog.

Ia menjelaskan bahwa pihak narasumber dan panitia telah berupaya keras untuk mempertahankan jalannya diskusi. Namun, forum terpaksa disudahi demi keselamatan bersama setelah situasi memanas, ditandai dengan aksi pelemparan air mineral serta adanya dugaan kontak fisik di area diskusi. Meskipun demikian, Sudaryono menyatakan bahwa pemerintah tidak antikritik dan selalu siap kembali berdialog dengan mahasiswa UGM di lain kesempatan dengan suasana yang lebih kondusif.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • febrie

    Status Hukum Febrie Adriansyah: Gaji Pokok 50 Persen Tetap Mengalir, Tunjangan Disetop Kejagung

    • calendar_month Kam, 6 Agu 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com— Kasus hukum yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, terus bergulir di tengah sorotan publik. Meskipun kini resmi menyandang status sebagai tersangka dan harus mendekam di balik jeruji besi, hak keuangan Febrie dari instansi asalnya ternyata belum sepenuhnya terputus. Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia memastikan bahwa Febrie Adriansyah masih […]

  • Realisasi Jambanisasi 2025 di Jateng Capai 5.328 Unit, Masih Ada 21 Ribu Lagi

    Realisasi Jambanisasi 2025 di Jateng Capai 5.328 Unit, Masih Ada 21 Ribu Lagi

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Capaian realisasi pembangunan sanitasi jamban di Jawa Tengah sepanjang 2025 berjumlah 5.328 unit. Meski demikian, kebutuhan jamban masih sekitar 21 ribu bagi rumah tangga yang belum memiliki akses sanitasi layak. Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. Sementara, saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah masih berupaya meningkatkan kualitas kesehatan […]

  • Kasus Kematian Karumga Febrie Adriansyah: Sudah Naik ke Penyidikan dan Jadwalkan Ekshumasi

    Kasus Kematian Karumga Febrie Adriansyah: Sudah Naik ke Penyidikan dan Jadwalkan Ekshumasi

    • calendar_month Sen, 10 Agu 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Makam Kepala Rumah Tangga (Karumga) tersangka korupsi dan TPPU Febrie Adriansyah bakal dibongkar. Ekshumasi makam mendiang Sutrimo di Banyumas, Jawa Tengah, telah dijadwalkan pada Rabu (12/8/2026) mendatan. Hal ini disampaikan oleh Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin. Pihaknya saat ini sudah menerima pelimpahan laporan polisi dari Bareskrim Polri serta Polresta Banyumas, sehingga […]

  • Terbongkar Modus Investasi Bodong Berkedok Tempat Fitness di Kebumen

    Terbongkar Modus Investasi Bodong Berkedok Tempat Fitness di Kebumen

    • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Kebumen, Kabarjatengterkini.com – Terbongkar modus investasi bodong di Kebumen dengan korban mencapai 1 ribu orang dan total kerugian mencapai Rp2,5 miliar. Atas kasus tersebut, seorang perempuan inisial N (29), warga Kecamatan Klirong, diamankan polisi. Kapolres Kebumen, AKBP Eka Baasith menyebut, pelaku merekrut para korban untuk berinvestasi saham, dan menjanjikan keuntungan yang sangat besar tanpa kerugian […]

  • pati

    Cemburu Ditolak Balikan, Pria di Pati Tega Bacok Mantan Kekasih hingga Luka Berat

    • calendar_month Jum, 24 Jul 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Sebuah peristiwa penganiayaan berat gempar melanda warga Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati. Seorang pria berinisial MA, warga Kecamatan Trangkil, nekat melakukan aksi pembacokan membabi buta terhadap mantan kekasihnya, D. Diduga kuat, aksi nekad ini dipicu oleh rasa cemburu dan dendam akibat korban menolak diajak berbaikan. Peristiwa mengerikan tersebut terjadi pada Kamis (23/07/2026) siang […]

  • Pompa Air Tenaga Surya Disebut Jadi Solusi Persoalan Rob di Sayung Demak

    Pompa Air Tenaga Surya Disebut Jadi Solusi Persoalan Rob di Sayung Demak

    • calendar_month Jum, 2 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Demak, Kabarjatengterkini.com – Pompa Air Tenaga Surya (PATS) yang baru saja diresmikan di Sayung, Demak, disebut bakal jadi solusi persoalan rob di wilayah tersebut. Kehadiran PATS tersebut disebut merupakan solusi atas kendala biaya BBM yang membebani daerah untuk penanganan rob. Pembangunan ini menggunakan dana dari APBD dan corporate social responsibility (CSR) pihak swasta, serta gotong-royong […]

expand_less