Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Agustina Sebut Warga Semarang Masih Menggemari Gelaran Wayang di Sedekah Bumi dan Apitan

Agustina Sebut Warga Semarang Masih Menggemari Gelaran Wayang di Sedekah Bumi dan Apitan

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
  • visibility 21

Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengapresiasi gelaran Sedekah Bumi dan Gelar Budaya Apitan 2026 yang digelar di tiga kelurahan. Di antaranya, di Kelurahan Mangunsari, Kelurahan Pudakpayung, dan Kelurahan Gedawang.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyebutkan bahwa masyarakat Kota Semarang masih bersemangat untuk melestarikan budaya leluhur hingga saat ini. Salah satunya  dengan menampilkan pagelaran wayang dalam acara sedekah bumi dan apitan tersebut.

“Dan sekarang saya merasa bahagia karena masyarakat kota semarang masih menggemari wayang sebagai hiburan pada saat sedekah bumi maupun apitan,” kata Agustina saat menyampaikan sambutannya.

Menurutnya, pagelaran wayang yang ditampilkan tidak hanya menjadi bentuk rasa syukur atas hasil alam yang berlimpah, tapi juga wujud cinta masyarakat Kota Semarang untuk mengenalkan dan senantiasa melestarikan warisan budaya turun-temurun.

Tradisi sedekah bumi dan apitan ini juga digelar sebagai momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan dan kehangatan antarwarga dan Pemerintah Kota Semarang. Harapannya, sinergi antarwarga dan pemerintah bisa membuat Kota Semarang semakin maju dan sejahtera.

“Wayang adalah dedonga (doa), adalah sesaji, untuk kita kepada alam, kepada tuhan, dan hiburan kepada masyarakat, supaya kita kembali memahami bahwa alam telah memberi, bahwa tuhan telah memberi berkah, dan kita memberi syukur kembali,” kata dia.

“Kita mulai semangat baru hari baru, sehingga semarang ini menjadi semakin hebat,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Agustina menyampaikan keinginannya agar tradisi pagelaran wayang di sedekah bumi dan apitan ini terus dilestarikan. Harapannya, tradisi tersebut menjadi salah satu kearifan lokal yang dikenal hingga luar daerah. (adv)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berikut Kuliner Lokal Indonesia yang Sering Disajikan Saat Lebaran

    Berikut Kuliner Lokal Indonesia yang Sering Disajikan Saat Lebaran

    • calendar_month Ming, 30 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 218
    • 0Komentar

    kabarjatengterkini.com – Indonesia memiliki berbagai kuliner lezat. Beberapa jenis kuliner tersebut merupakan makanan lokal yang jadi primadona banyak orang di Indonesia, serta sering dihidangkan di perayaan-perayaan besar, termasuk Lebaran. Makanan khas Indonesia biasanya diolah menggunakan beragam olahan rempah dan bumbu, sehingga menghasilkan cita rasa yang unik dan lezat. Beberapa jenis makanan ini juga disajikan dengan kuah sehingga […]

  • Ada 5 Proyek Peningkatan Jalan di Sragen Guna Percepatan Pembangunan Ekonomi Lokal

    Ada 5 Proyek Peningkatan Jalan di Sragen Guna Percepatan Pembangunan Ekonomi Lokal

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 136
    • 0Komentar

      Sragen, Kabarjatengterkini.com – Terdapat lima proyek peningkatan atau perbaikan jalan di Sragen guna mendukung percepatan pembangunan ekonomi daerah. Proyek tersebut diketahui menyasar lima ruas jalan strategis. Di antaranya, jalan Kaloran-Ngrendeng, Kecamatan Gemolong sepanjang 2,493 km; Jalan Jono-Tanon, kecamatan Tanon sepanjang 3,3 km; jalan di Dk. Sumberejo, hingga Desa Kedungwaduk–Desa Jurangjero, Kecamatan Karangmalang sepanjang 1,2 […]

  • ibu hamil

    Mitos atau Fakta? Benarkah Ibu Hamil Dilarang Makan Pare, Ini Penjelasan Medisnya

    • calendar_month Sen, 22 Des 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Pare dikenal sebagai sayuran dengan rasa pahit yang khas. Di Indonesia, pare sering diolah menjadi tumisan, lalapan, hingga campuran jamu. Namun, di tengah masyarakat berkembang anggapan bahwa ibu hamil tidak boleh makan pare karena dianggap berbahaya bagi kandungan. Lantas, apakah larangan tersebut hanya sekadar mitos atau memang fakta medis? Pare dan Kandungan Gizinya Pare […]

  • Pemkot Semarang Berupaya Atasi Permasalahan Sampah, Tambah Kontainer dan TPS 3R di Setiap Kelurahan

    Pemkot Semarang Atasi Permasalahan Sampah, Tambah Kontainer dan TPS 3R di Setiap Kelurahan

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus berupaya mengatasi permasalahan sampah, termasuk munculnya tempat pembuangan akhir (TPA) liar di sekitar Brown Canyon, Kecamatan Tembalang yang berbatasan dengan Kabupaten Demak. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan bahwa TPA ilegal itu bukan berada di lahan milik Pemkot Semarang. Meski demikian, pihaknya telah menambahkan fasilitas resmi […]

  • Oven Overheat, Ledakan Terjadi di SPPG Desa Krajan Banyumas

    Oven Overheat, Ledakan Terjadi di SPPG Desa Krajan Banyumas

    • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Terjadi ledakan pada oven di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG Desa Krajan, Kabupaten Banyumas, Kamis (4/2/2026). Akibat insiden tersebut, sebanyak puluhan pekerja mengalami luka-luka. Kepala Polsek Pekuncen Ajun Komisaris Polisi Slamet Husein membenarkan peristiwa tersebut. Setelah pemeriksaan awal, pemicu ledakan diduga karena oven atau alat pengering ompreng yang digunakan dalam […]

  • Pemprov Jateng Dorong Kolaborasi Riset Perguruan Tinggi dengan Sektor Industri

    Pemprov Jateng Dorong Kolaborasi Riset Perguruan Tinggi dengan Sektor Industri

    • calendar_month Jum, 19 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mendorong kolaborasi dengan industri untuk mendukung riset akademisi terkait upaya hilirisasi di wilayahnya. Dengan demikian, diharapkan bisa memberikan dampak dan manfaat lebih besar. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin. Ia memberi contoh kerjasama perguruan tinggi dan industri seperti yang dilakukan Universitas Wahid Hasyim […]

expand_less