Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Sidang Kasus Dugaan Korupsi Sudewo Diwarnai Bentrok Antara Massa Pendukung dan Kontra

Sidang Kasus Dugaan Korupsi Sudewo Diwarnai Bentrok Antara Massa Pendukung dan Kontra

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Sen, 21 Sep 2026
  • visibility 44

Kabarjatengterkini.com – Sidang kasus dugaan korupsi Bupati Pati nonaktif, Sudewo, hari ini, Senin (21/9/2026), diwarnai bentrok antara massa pendukung dengan Pati Ora Sepele (POS).

Sebelumnya, massa dari POS sampai di Pengadilan Tipikor Semarang, namun dihadang oleh Aksi Pati Bangkit yang sudah tiba lebih dulu. Aksi itu dilakukan untuk mencegah rombongan POS turun dari bus karena khawatir akan mengganggu jalannya sidang.

Menanggapi hal itu, Koordinator Aksi POS, Suharno, mengatakan kedatangan mereka di lokasi untuk menyuarakan keresahan atas praktik korupsi.

“Ini adalah sebuah kebangkitan rakyat Pati dalam menyuarakan, memperjuangkan kegelisahan tersebut, yaitu perbuatan korupsi yang semakin bias, semakin liar sehingga hak kami, rasa keadilan kami telah terampas,” ujar Suharno, dilansir dari Tribunews.

Sementara, Koordinator Aksi Pati Bangkit, Sutirto, menyebutkan pihaknya mengerahkan sebanyak 750 orang untuk mengawal sidang Sudewo. Mereka juga meminta jaksa penuntut umum (JPU) agar tak menuntut Sudewo.

“Harapannya, jaksa penuntut umum (JPU) tidak menuntut Bapak Sudewo karena dari saksi yang dihadirkan JPU maupun dari saksi ahli, konstruksi perkara itu tidak ada kaitannya dengan Bapak Sudewo,” ujarnya.

Sebelum kondisi semakin memanas, polisi berhasil menetralkan situasi. Aparat di lapangan mulai mengarahkan massa POS untuk menyampaikan aspirasi di lokasi yang berjarak 300 meter dari tempat sidang.

Sudewo dituntut hukuman 8,5 tahun penjara dan membayar uang pengganti senilai Rp3,6 miliar. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menjerat Bupati Pati nonaktif, Sudewo, dengan dakwaan kumulatif atau penggabungan dua perkara korupsi.

Pertama, dugaan pemerasan Caperdes dalam proses pengisian 601 formasi perangkat desa. Dia diduga menarik sejumlah uang dengan tarif berkisar Rp 165 juta hingga Rp 225 juta per orang untuk mengisi jabatan seperti Sekdes, Kasi, hingga Kaur.

Kedua, terdakwa diduga menerima suap (commitment fee) dari kontraktor pelaksana proyek perkeretaapian di Jawa Tengah dan Jawa Timur demi mengamankan jatah proyek bagi rekanan tertentu. (*)

 

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • korupsi

    Skandal Korupsi MBG: Kejagung Segel 17.600 Motor Listrik Terkait Pengadaan Badan Gizi Nasional

    • calendar_month Jum, 19 Jun 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com— Pengusutan perkara dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun anggaran 2025–2026 terus bergulir dan memasuki babak baru. Tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) bergerak cepat mengamankan aset negara dengan menyegel belasan ribu unit sepeda motor listrik yang menjadi bagian dari proyek pengadaan di Badan Gizi Nasional (BGN). Direktur Penyidikan (Dirdik) Jaksa Agung […]

  • brigadir

    Brigadir TGP Polresta Pati Ditempatkan di Tempat Khusus Usai Terlibat Pukulan kepada Demonstran dalam Aksi 13 Agustus 2025

    • calendar_month Sab, 16 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 365
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Pada Jumat, 15 Agustus 2025, Polresta Pati mengambil langkah tegas terhadap salah satu anggotanya, Brigadir TGP, yang terlibat dalam insiden pemukulan seorang demonstran pada aksi besar yang digelar di Pati pada 13 Agustus 2025. Dalam insiden yang memicu sorotan publik ini, Brigadir TGP ditahan di tempat khusus (patsus) untuk menjalani proses hukum internal, dan […]

  • umkm

    Pemprov Jateng Bantu Ratusan UMKM Jateng Perluas Rantai Pasok Hulu-Hilir

    • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bantu ratusan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk memperluas jalan usaha rintisan masuk ke dalam rantai pasok perusahaan besar. Salah satu upaya yang ditempuh adalah melalui ajang Jalinan Rantai Pasok Hulu Hilir Produk UMKM (Jalidi Rapahuli). Ajang ini mempertemukan UMKM dengan perusahaan besar guna memperluas jaringan penjualan, memperoleh akses […]

  • reuni

    Jokowi Hadiri Reuni Kehutanan UGM Angkatan ’80 di Tengah Isu Ijazah Palsu

    • calendar_month Sab, 26 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 332
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com — Presiden ketujuh Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), menghadiri acara reuni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 1980 yang digelar Sabtu (26/7) pagi. Kegiatan ini berlangsung di kampus UGM Yogyakarta dengan tema bertajuk “SPIRIT 80: Guyub, Rukun, Migunani”. Kehadiran Jokowi menjadi sorotan, bukan hanya karena statusnya sebagai alumni Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980, tetapi […]

  • Heboh Sumur Bor di Sragen Semburkan Diduga Gas Bumi, Polisi Berikan Klarifikasi

    Heboh Sumur Bor di Sragen Semburkan Diduga Gas Bumi, Polisi Berikan Klarifikasi

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Sragen, Kabarjatengterkini.com – Lubang pipa sumur yang baru selesai dibor di Dukuh Randukuning, Desa Krebet, Kecamatan Masaran, disebut mengeluarkan semburan diduga gas bumi. Pihak kepolisian segera memberikan klarifikasi terkait hal tersebut. Kapolsek Masaran AKP Syamsudin menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (30/12/2025) hingga Rabu (31/12/2025) dini hari. Sementara, pengeboran sumur sudah dilakukan sejak 20 Desember […]

  • 150 KK di Jateng Terima Bantuan Perbaikan RTLH, Total Alokasi Lebih dari Rp3 M

    150 KK di Jateng Terima Bantuan Perbaikan RTLH, Total Alokasi Lebih dari Rp3 M

    • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 150 kepala keluarga (KK) di Jawa Tengah menerima bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari pemerintah provinsi (pemprov) dan Baznas. Jumlah bantuan yang telah digelontorkan lebih dari Rp3 miliar. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan, bantuan tersebut harapannya bisa membantu warga mengentaskan diri dari kemiskinan ekstrem. Ini juga menjadi upaya pemerintah […]

expand_less