Ratusan Kasus Kesehatan Terjadi di Porprov Jateng, Pemprov Bakal Sanksi Panitia yang Tak Profesional
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 3

Foto: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi (Sumber: Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bakal melakukan evaluasi Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah (Porprov Jateng). Terkait hal ini, sanksi administratif disiapkan bagi panitia penyelenggara yang dinilai tidak profesional.
“Bahkan KONI sudah tak (saya) sampaikan, bagi mereka yang tidak profesional kasih sanksi, nek (kalau) perlu dipecat,” kata Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi, Selasa (3/11/2026), dikutip Detik.
Evaluasi akan dilakukan dengan melakukan peninjauan kembali terhadap perencanaan dan kesiapan penyelenggaraan Porprov Jateng. Sejumlah pihak juga akan dipanggil untuk memberikan klarifikasi maupun informasi mengenai jalannya acara.
“Evaluasinya yang pertama kita harus mematangkan terkait dengan perencanaan kegiatan. Jadi, ini belum saya panggil, nanti akan saya panggil kita lakukan evaluasi agar kesiapan kemarin harus segera kita tinjau kembali,” ucapnya.
Sementara itu, terkait penyelidikan buntut kematian atlet saat bertanding di Porprov Jateng, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa proses tersebut bukan ranah pemerintah daerah maupun KONI. Pihaknya akan menyerahkan proses investigasi kepada kepolisian.
“Mungkin dari kepolisian yang akan bisa menilai apakah itu lalai menyebabkan matinya orang,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, ada dua atlet meninggal dalam ajang Porprov Jateng 2026. Atlet selam Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharja, gugur saat mengikuti lomba selam laut di kawasan Awann Costa, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Minggu (25/10/2026).
Atlet pencak silat Kota Semarang, Ayudiah Rivana Tridiandinita (19), mengalami cedera saat bertanding di babak perempat final, Senin (26/10/2026). Ia dikabarkan meninggal dunia pasca operasi pada Kamis (29/10/2026).
Sementara itu, Panitia Besar (PB) Porprov Jawa Tengah (Jateng) 2026 mengungkap 157 kasus yang berkaitan dengan kondisi kesehatan atlet. Dari ratusan kasus tersebut, 22 kasus di antaranya, korban harus dirujuk ke rumah sakit.
“Kondisi terakhir 157 kasus, untuk rawat jalan di pos kesehatan ada 121 kasus, harus dirujuk 22 kasus, dan observasi di pos kesehatan ada 14 kasus. Data ini masih bersifat dinamis sesuai dengan yang dilaporkan teman-teman di lapangan,” kata Ketua Seksi Kesehatan PB Porprov Jateng, Elhamangto Zuhdan beberapa waktu lalu. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

