Respon Pihak PB XIV Purbaya Terkait Fadli Zon Masuk ke Panggung Sanggabuwan
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Kam, 18 Des 2025
- visibility 83

Foto: Panggung Sanggabuwan (Sumber: wikipedia)
Kabarjatengterkini.com – Kunjungan Kementerian Kebudayaan bersama Pakubuwono XIV Mangkubumi ke Panggung Sanggabuwan mengundang polemik. Saat kunjungan tersebut, keduanya diketahui masuk ke dalam bangunan itu.
Pengageng Sasana Wilapa dari pihak Pakubuwono XIV Purbaya, GKR Panembahan Timoer Rumbay mengatakan, Panggung Sanggabuwani merupakan salah satu tempat yang sakral. Artinya, tidak sembarang orang bisa masuk ke menara tersebut tanpa diskusi atau rembukan lebih dahulu.
“Ya, setahu kami, itu tempat sakral yang dipergunakan hanya untuk raja dan orang-orang yang, sudah disumpah raja untuk melakukan upacara, itu saja,” kata dia, Rabu (17/12/2025), dikutip Detik.
“Kalau yang Sanggabuwana, kami tidak diajak rembukan untuk masalah mereka akan naik. Menurut saya sih itu pelecehan, pelecehan adat ya,” lanjutnya.
Peresmian Panggung Sanggabuwan sebagai cagar budaya nasional digelar pada Selasa (16/12/2025). Namun, pihaknya mengaku tidak mendapatkan pemberitahuan bahwa Menteri Kebudayaan Fadli Zon akan masuk ke dalam Sanggabuwana saat acara tersebut.
Pihaknya mengaku tidak mempermasalahkan adanya kegiatan di Museum Keraton Solo. Tetapi, ia menghendaki setelah selesai kegiatan, pintu museum ditutup lagi.
“Sudah, sudah ya. Kami kan mempersilakan siapapun yang mau masuk (museum), monggo (silahkan). Kan memang tidak apa-apa, memang tidak apa-apa. Kalau ketika selesai kami tutup kembali ya, wong wis bengi (sudah malam) masa museumnya mau dibuka terus,” ujarnya.
Sebagai informasi, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon meresmikan Panggung Sanggabuwana dan Museum Keraton Solo pascarevitalisasi.
Fadli Zon dan Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) ditemani oleh Pakubuwono XIV Mangkubumi dan GRay Koes Murtiyah Wandansari saat masuk ke dalam Sanggabuwono. Sementara itu, Pakubuwono XIV Purbaya dan GKR Timoer Rumbay tidak tampak kehadirannya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

