Heboh Sumur Bor di Sragen Semburkan Diduga Gas Bumi, Polisi Berikan Klarifikasi
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Rab, 31 Des 2025
- visibility 59

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Sragen, Kabarjatengterkini.com – Lubang pipa sumur yang baru selesai dibor di Dukuh Randukuning, Desa Krebet, Kecamatan Masaran, disebut mengeluarkan semburan diduga gas bumi. Pihak kepolisian segera memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.
Kapolsek Masaran AKP Syamsudin menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (30/12/2025) hingga Rabu (31/12/2025) dini hari. Sementara, pengeboran sumur sudah dilakukan sejak 20 Desember 2025 hingga mencapai kedalaman 90 meter.
“Saat pengeboran sumur sibel irigasi sawah pada kedalaman 90 meter, mengakibatkan keluar semburan air setinggi 8 meter,” kata dia saat dihubungi detikJateng, Rabu (31/12/2025).
“Tadi dini hari pukul 02.30 WIB sudah tidak keluar semburan. Tidak ada korban jiwa juga,” lanjut dia.
Sebagai informasi, sumur yang dibor tersebut berada di lahan persawahan milik warga setempat bernama Marsi. Pengeboran dilakukan oleh dua orang pekerja, yakni Nanang dan Khalis, dan selama 10 hari pekerjaan berjalan lancar.
“Pengeboran sumur berdiameter 4 dim. Setelah 10 hari, kedalaman mencapai 90 meter. Pada Senin (29/12/2025), sebanyak 23 batang pipa paralon ukuran 4 dim dimasukkan ke dalam sumur sebagai dinding,” ucap Syamsudin.
“(Pada Selasa) Pipa dipasang beserta mesin sibel (pompa submersible), kabel listrik, dan tali tambang, lalu dimasukkan ke dalam sumur bor,” lanjut dia.
Namun, saat pekerja sedang menguras air dan lumpur, tiba-tiba mesin sibel mati dan rangkaian pipa terdorong keluar hingga muncul semburan air tinggi. Setelah pemeriksaan, pihaknya memastikan tidak ada kandungan gas dalam semburan air tersebut.
“Sekira pukul 16.00 WIB, tiba-tiba mesin sibel mati, kemudian rangkaian pipa hisap terdorong keluar sampai jatuh ke permukaan sawah dan muncul semburan air. Para pekerja langsung melaporkan kejadian tersebut,” terang Syamsudin.
“Tidak ada gas. Kini lokasi sumur bor masih dipasang police line. Kami juga berkoordinasi dengan BPBD Sragen dan relawan SAR,” ucapnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

