Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Badan Geologi Kementerian ESDM Paparkan Dua Opsi Penanganan Sinkhole di Situjuah, Limapuluh Kota

Badan Geologi Kementerian ESDM Paparkan Dua Opsi Penanganan Sinkhole di Situjuah, Limapuluh Kota

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 9 Feb 2026
  • visibility 153

Kabarjatengterkini.com- Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memaparkan dua opsi utama dalam penanganan fenomena sinkhole atau amblesan tanah yang terjadi secara tiba-tiba di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.

Fenomena ini menjadi perhatian serius karena berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi masyarakat serta berdampak terhadap lingkungan sekitar.

Ahli geologi teknik Badan Geologi Kementerian ESDM, Taufiq Wira Buana, menjelaskan bahwa kedua opsi tersebut telah disampaikan kepada pemerintah daerah dan masyarakat sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko bencana geologi. Penjelasan itu disampaikan saat dihubungi di Kota Padang pada Minggu (8/2).

“Secara umum ada dua pendekatan, yaitu membiarkan sinkhole terbuka atau melebar secara alami dengan pengamanan ketat, dan opsi kedua melakukan upaya pencegahan agar sinkhole tidak semakin melebar,” ujar Taufiq.

Opsi Pertama: Membiarkan Sinkhole Terbuka Secara Alami

Pada opsi pertama, Badan Geologi menekankan bahwa sinkhole tidak boleh ditutup secara sembarangan. Penutupan lubang tanpa kajian teknis justru dapat meningkatkan risiko runtuhan lanjutan dan membahayakan lingkungan di sekitarnya.

Langkah awal yang perlu dilakukan adalah menghitung tingkat kestabilan lubang secara detail dan terukur. Dari hasil perhitungan tersebut, kemudian ditentukan radius aman yang harus dikosongkan dari aktivitas manusia, termasuk permukiman dan kegiatan pertanian.

Selain itu, pengelolaan air menjadi aspek yang sangat penting. Air yang muncul dari sinkhole harus dialirkan keluar melalui sistem drainase yang memadai. Badan Geologi menegaskan bahwa air tersebut tidak boleh dibiarkan meresap kembali ke tanah di sekitar sinkhole karena dapat mempercepat proses pelarutan batuan di bawah permukaan.

“Air sebaiknya dialirkan ke bagian yang lebih stabil, misalnya ke sungai di bagian hilir. Bahkan, jika memungkinkan, air tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber air baku masyarakat, tentunya setelah dilakukan kajian kelayakan dan kualitas air,” jelas Taufiq.

Opsi Kedua: Mencegah Sinkhole Agar Tidak Melebar

Opsi kedua adalah melakukan upaya teknis untuk mencegah sinkhole agar tidak semakin melebar. Namun, langkah ini membutuhkan perencanaan matang dan dukungan dari tenaga ahli, khususnya dari bidang teknik sipil dan geoteknik.

Pada pendekatan ini, tebing sinkhole perlu diperkuat melalui rekayasa teknis, seperti pemasangan struktur penahan atau metode stabilisasi tanah tertentu. Tujuannya adalah mengurangi risiko longsoran lanjutan di sekitar lubang.

Selain itu, perlu dilakukan perhitungan dan perencanaan jumlah air yang boleh mengalir melalui sungai bawah tanah. Pengaturan aliran air ini penting agar tidak mengganggu kestabilan tanah baik di bagian hulu maupun hilir sinkhole.

Upaya Pengurangan Risiko Sinkhole

Dalam laporan kajian cepat yang disusun Badan Geologi Kementerian ESDM, terdapat sejumlah rekomendasi untuk mengurangi risiko kejadian sinkhole di wilayah rawan. Salah satu langkah utama adalah mengenali gejala-gejala awal sinkhole, seperti munculnya retakan tanah, penurunan permukaan tanah, atau perubahan aliran air secara tiba-tiba.

Masyarakat juga diimbau untuk mengurangi air yang meresap ke dalam tanah secara berlebihan, terutama di area yang dicurigai memiliki sungai bawah tanah. Penggunaan air yang tidak terkontrol dapat mempercepat proses pelarutan batuan dan memperbesar potensi amblesan.

Selain itu, pemilihan tanaman juga perlu diperhatikan. Badan Geologi menyarankan agar masyarakat menanam jenis tanaman yang tidak membutuhkan banyak air di kawasan berisiko sinkhole. Saluran air rumah tangga pun harus dipastikan dalam kondisi baik agar air buangan tidak merembes ke tanah yang rentan.

Klarifikasi Isu Air Sinkhole

Terkait isu yang berkembang di masyarakat mengenai air sinkhole yang disebut-sebut memiliki khasiat tertentu, Taufiq menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Berdasarkan hasil uji laboratorium, kualitas air sinkhole tidak berbeda dengan air pada umumnya.

Adapun warna biru yang terlihat pada air sinkhole merupakan fenomena alam. Warna tersebut muncul akibat partikel-partikel kecil atau zat terlarut di dalam air yang menghamburkan cahaya dengan panjang gelombang biru sehingga dapat ditangkap oleh mata manusia.

“Air berwarna biru itu adalah fenomena alam, bukan sesuatu yang bersifat mistis,” tegasnya.

Badan Geologi Kementerian ESDM berharap masyarakat tetap waspada, mengikuti arahan teknis, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi agar risiko akibat fenomena sinkhole dapat diminimalkan.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cegah Penularan Rabies, Pemkot Surakarta Sediakan 1.100 Vaksin Gratis bagi Hewan

    Cegah Penularan Rabies, Pemkot Surakarta Sediakan 1.100 Vaksin Gratis bagi Hewan

    • calendar_month Kam, 4 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 195
    • 0Komentar

      Surakarta, Kabarjatengterkini.com – Sebanyak seribu lebih dosis vaksin rabies gratis disediakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta melalui Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (Dispangtan) untuk mencegah penyebaran penyakit pada hewan tersebut. Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani menjelaskan, program 1.100 vaksin gratis dilakukan secara bertahap di setiap kelurahan dan menyasar hewan peliharaan, seperti anjing dan […]

  • demam

    Waspada! Demam dan Radang Tenggorokan Bisa Picu Penyakit Jantung Reumatik

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Demam dan sakit tenggorokan yang dianggap “biasa” ternyata dapat berkembang menjadi kondisi serius yakni Penyakit Jantung Reumatik (PJR)  sebuah penyakit jantung yang timbul sebagai komplikasi dari Demam Rematik Akut (DRA) akibat infeksi bakteri Streptococcus pyogenes (Group A Streptococcus). Artikel berikut akan menguraikan bagaimana proses ini terjadi, siapa yang berisiko, data terkini, serta langkah pencegahan […]

  • Tiga Unit Pompa Pemprov Jateng Diturunkan untuk Tangani Banjir di Sayung Demak

    Tiga Unit Pompa Pemprov Jateng Diturunkan untuk Tangani Banjir di Sayung Demak

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Demak, Kabarjatengterkini.com – Tiga unit mesin pompa dari Dinas Pusdataru Provinsi Jawa Tengah diturunkan untuk menyedot genangan air banjir di Dusun Lengkong, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Sebelumnya, pompanisasi dilakukan di wilayah Kaligawe Kota Semarang. Sehingga, setelah surut, penanganan akan difokuskan ke wilayah Sayung, yang juga menjadi salah satu titik rawan banjir saat musim hujan tiba. […]

  • bupati

    Bupati Pati Sudewo Akhirnya Muncul di Publik Setelah Delapan Hari Absen

    • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Bupati Pati, Sudewo, akhirnya muncul di hadapan publik pada Jumat (22/8/2025), setelah delapan hari absen pasca demonstrasi yang menuntut pelengserannya pada Rabu, 13 Agustus lalu. Momen kembalinya Sudewo ke muka publik terjadi saat dirinya menghadiri acara Pelepasan Peserta Raimuna Daerah XIII Kwarda Jawa Tengah Tahun 2025 yang berlangsung di Kantor Kwartir Cabang Pati. Dalam […]

  • Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra

    Pemkab Pati Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana

    • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kabupaten Pati memperpanjang status tanggap darurat bencana di Bumi Mina Tani hingga 6 Februari 2026. Hal ini berdasarkan Keputusan Bupati Pati Nomor 400.9.10.2/0062 Tahun 2026 yang ditandatangani oleh Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, Sabtu (24/1/2026). Perpanjangan status tanggap darurat ini menjadi dasar hukum dalam upaya penanganan yang masih berlangsung “Perpanjangan […]

  • Kerap Jebol, Tanggul Sungai Tuntang Demak-Grobogan Bakal Dinormalisasi Tahun Ini

    Kerap Jebol, Tanggul Sungai Tuntang Demak-Grobogan Bakal Dinormalisasi Tahun Ini

    • calendar_month Sen, 6 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Tanggul Sungai Tuntang bakal dinormalisasi tahun ini dengan anggaran mencapai Rp50 miliar. Pekerjaan normalisasi tanggul akan dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. “Kemarin laporan dari BBWS rencana di tahun ini kan sebenarnya memang ada normalisasi, anggarannya Rp 50 miliar,” kata Bupati Demak Eisti’anah, Senin (6/4/2026), dikutip Detik. Tanggul Sungai Tuntang disebut […]

expand_less