Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Travel » 5 Wisata Negeri di Atas Awan di Indonesia dengan Pemandangan Menawan

5 Wisata Negeri di Atas Awan di Indonesia dengan Pemandangan Menawan

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sab, 2 Agu 2025
  • visibility 281

Kabarjatengngterkini.com- Indonesia dikenal dengan keindahan alamnya yang luar biasa. Dari pegunungan hingga lautan, setiap sudut Nusantara menyimpan pesona tersendiri. Salah satu destinasi yang kini makin populer di kalangan wisatawan adalah “negeri di atas awan”, yaitu tempat-tempat tinggi di mana kamu bisa menikmati hamparan awan seperti negeri dongeng. Udara sejuk, suasana tenang, dan pemandangan yang memukau menjadi daya tarik utama tempat-tempat ini.

Berikut ini adalah 5 wisata negeri di atas awan di Indonesia dengan pemandangan menawan yang wajib kamu kunjungi.

1. Gunung Luhur – Banten

Dijuluki sebagai “negeri di atas awan” oleh masyarakat lokal, Gunung Luhur terletak di Desa Citorek Kidul, Kabupaten Lebak, Banten. Tempat ini mulai viral beberapa tahun lalu berkat pemandangan awan tebal yang menyelimuti area perbukitan di pagi hari. Dari puncaknya, pengunjung bisa menyaksikan matahari terbit dengan latar hamparan awan putih yang seolah tak berujung.

Lokasinya yang tak terlalu jauh dari Jakarta membuat Gunung Luhur menjadi destinasi favorit akhir pekan. Akses jalan menuju lokasi juga sudah cukup baik, meskipun masih memerlukan kehati-hatian saat berkendara.

Tips: Datanglah saat musim kemarau dan pagi hari sekitar pukul 05.00—07.00 WIB untuk mendapat momen terbaik.

2. Puncak B29 – Lumajang, Jawa Timur

Puncak B29 terletak di Desa Argosari, Kabupaten Lumajang, dan dikenal sebagai salah satu spot terbaik untuk menikmati panorama Gunung Bromo dari ketinggian. Nama B29 berasal dari ketinggiannya, yakni 2.900 meter di atas permukaan laut (mdpl). Dari sini, kamu akan disuguhi pemandangan sunrise dengan latar lautan awan, gunung berapi, dan lembah hijau yang luar biasa indah.

Dikenal sebagai “Negeri di Atas Awan” oleh masyarakat setempat, Puncak B29 juga menjadi tempat camping favorit bagi para pecinta alam.

Akses: Rute menuju lokasi cukup menantang, jadi disarankan menggunakan kendaraan 4WD atau menyewa ojek lokal.

3. Bukit Panguk Kediwung – Yogyakarta

Jika kamu mencari wisata negeri di atas awan yang Instagramable dan mudah dijangkau, maka Bukit Panguk Kediwung di Bantul, Yogyakarta bisa menjadi pilihan tepat. Bukit ini menawarkan pemandangan awan pagi yang menyelimuti lembah dan perbukitan, cocok bagi kamu yang ingin berburu foto siluet saat matahari terbit.

Di lokasi ini juga tersedia beberapa gardu pandang dan spot foto unik yang menghadap langsung ke hamparan alam. Selain itu, fasilitas pendukung seperti warung, toilet, dan tempat parkir juga cukup lengkap.

Waktu terbaik: Subuh menjelang pagi, antara pukul 04.30—06.00 WIB.

4. Gunung Prau – Dieng, Jawa Tengah

Gunung Prau adalah salah satu destinasi favorit para pendaki pemula maupun profesional. Terletak di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo, gunung ini dikenal dengan jalur pendakian yang relatif ramah dan pemandangan yang spektakuler. Dari puncak Prau yang berada di ketinggian 2.565 mdpl, kamu bisa menyaksikan lautan awan yang bergulung di kaki gunung dengan latar belakang pegunungan Sindoro, Sumbing, Merbabu, dan Merapi.

Salah satu keunikan Gunung Prau adalah golden sunrise-nya, yang dianggap sebagai salah satu sunrise terindah di Asia Tenggara.

Pendakian: Waktu tempuh pendakian sekitar 2-4 jam tergantung jalur yang dipilih (Patak Banteng, Dieng, Kalilembu, dll).

5. Lolai – Tana Toraja, Sulawesi Selatan

Dikenal sebagai “Negeri di Atas Awan” dari Timur Indonesia, Lolai adalah desa di Kabupaten Toraja Utara yang terletak pada ketinggian lebih dari 1.400 mdpl. Tempat ini menyuguhkan pemandangan alam yang menakjubkan dengan awan yang menggulung di antara perbukitan dan rumah adat Tongkonan.

Pesona utama Lolai adalah sunrise yang muncul perlahan dari balik awan, menciptakan suasana mistis dan magis. Selain itu, budaya Toraja yang kuat menjadikan tempat ini bukan hanya destinasi wisata alam, tapi juga wisata budaya.

Akses: Lokasi Lolai bisa dijangkau sekitar 30 menit berkendara dari pusat Kota Rantepao.

Tips Berwisata ke Negeri di Atas Awan:

  • Perhatikan cuaca: Waktu terbaik untuk menikmati fenomena awan adalah saat musim kemarau dan pagi hari.

  • Kenakan pakaian hangat: Suhu di ketinggian bisa sangat dingin, terutama saat subuh.

  • Persiapkan fisik dan logistik: Beberapa lokasi memerlukan trekking atau pendakian ringan.

  • Jaga kebersihan dan etika lingkungan: Jangan tinggalkan sampah dan hormati budaya lokal.

Keindahan negeri di atas awan di Indonesia tidak kalah memukau dibandingkan destinasi luar negeri. Dari Gunung Luhur di Banten hingga Lolai di Toraja, setiap tempat menawarkan pesonanya sendiri yang cocok untuk menenangkan diri dari hiruk pikuk kota. Pemandangan awan yang membentang luas, udara segar, dan panorama alam yang luar biasa menjadikan tempat-tempat ini surga tersembunyi yang wajib masuk daftar perjalananmu.

Jadi, mana destinasi negeri di atas awan yang akan kamu kunjungi terlebih dahulu?

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Selatan Jateng

    Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Selatan Jateng

    • calendar_month Sen, 23 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 209
    • 0Komentar

    kabarjatengterkini.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan adanya potensi gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Tengah (Jateng). Seperti perairan selatan Kabupaten Cilacap, Kebumen, dan Purworejo. Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan bahwa gelombang tinggi berpotensi mencapai 2,5 – 4 meter. “Berdasarkan analisis dari permodelan gelombang, tinggi […]

  • iklim

    Waspada! Perubahan Iklim Bisa Bangkitkan Ratusan Gunung Api Tidur di Bawah Es

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Perubahan iklim selama ini dikenal sebagai penyebab mencairnya gunung es dan naiknya permukaan laut. Namun, riset terbaru mengungkap ancaman tersembunyi lain yang tidak kalah mengkhawatirkan: bangkitnya ratusan gunung berapi tidur yang tersembunyi di bawah lapisan es tebal. Studi baru yang dipresentasikan dalam Konferensi Goldschmidt 2025 di Praha, Ceko, memetakan dinamika magma di bawah gletser […]

  • sholeh darat

    Usulan Kiai Soleh Darat Jadi Pahlawan Nasional, Pemkot Semarang Kumpulkan Arsip dan Dokumen

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Kiai Haji Muhammad Sholeh bin Umar as-Samarani atau K.H. Sholeh Darat diusulkan sebagai Pahlawan Nasional.  Untuk memperkuat usulan ini, Pemkot Semarang menggelar seminar internasional pada Selasa (11/11/2025). Seminar yang digelar di Ballroom Rama Shinta, Patra Semarang Hotel & Convention, tersebut membawa tema “The Legacy of K.H. Sholeh Darat for Indonesian Independence as the […]

  • tni

    Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin Kecam Kekerasan yang Menewaskan Prada Lucky Namo

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, mengecam keras tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh empat orang prajurit senior terhadap Prada Lucky Namo (23), yang berujung pada kematian korban. TB Hasanuddin menegaskan bahwa para pelaku harus dihukum dengan seberat-beratnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di lingkungan TNI. Dalam pernyataannya, […]

  • pemakaman

    Penemuan Pemakaman Prajurit Zaman Perunggu Berusia 3.800 Tahun di Azerbaijan

    • calendar_month Sel, 29 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Azerbaijan kembali menjadi sorotan dunia arkeologi setelah para peneliti berhasil menemukan sebuah makam Zaman Perunggu yang diperkirakan berusia sekitar 3.800 tahun. Situs pemakaman yang unik ini berisi jenazah seorang prajurit bertubuh jangkung yang memegang sebuah tombak bercabang empat, sebuah artefak langka yang menunjukkan statusnya sebagai pejuang dan kemungkinan pemimpin militer di zamannya. Lokasi dan […]

  • mikroplastik

    Risiko Mikroplastik dan Bahan Kimia Berbahaya dari Botol Plastik di Tempat Panas

    • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Penggunaan botol plastik sebagai wadah minuman sehari-hari memang sangat praktis dan populer. Namun, sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa menyimpan botol plastik di tempat yang panas dapat menyebabkan kontaminasi mikroplastik dan bahan kimia berbahaya ke dalam minuman yang kita konsumsi. Temuan ini menjadi perhatian penting bagi kesehatan masyarakat dan mengingatkan kita untuk lebih bijak dalam […]

expand_less