Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pakai Topeng Messi, Dua Maling Diduga WNA Gondol Rp1 Miliar di Rancamaya Bogor

Pakai Topeng Messi, Dua Maling Diduga WNA Gondol Rp1 Miliar di Rancamaya Bogor

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
  • visibility 22

Kabarjatengterkini.com– Sebuah aksi kriminalitas tak lazim yang menyerupai adegan film action Hollywood mengguncang kawasan elite Rancamaya, Bogor Selatan.

Komplotan perampok spesialis rumah mewah asal China sukses menggasak harta senilai lebih dari Rp1 miliar dengan modus operandi yang unik sekaligus mencengangkan: menggunakan topeng wajah bintang sepak bola dunia, Lionel Messi.

Aksi nekat ini akhirnya terungkap setelah jajaran Polresta Bogor Kota bekerja sama dengan pihak Imigrasi berhasil membekuk dua dari empat pelaku utama. Penangkapan ini menjadi sorotan luas karena melibatkan jaringan kriminal internasional yang sangat terorganisir.

Modus ‘GOAT’: Menyamar di Balik Wajah Sang Bintang

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Aji Riznaldi, mengungkapkan bahwa pemilihan topeng peraih Ballon d’Or tersebut bukanlah tanpa alasan. Penggunaan atribut wajah Lionel Messi sengaja dilakukan untuk mengecoh sistem pengenalan wajah dan menyamarkan identitas asli mereka agar tidak mudah dikenali melalui kamera pengawas (CCTV).

“Berdasarkan analisa rekaman CCTV di lokasi kejadian, terlihat para pelaku memiliki perawakan badan tegap dan seluruhnya menggunakan topeng wajah Lionel Messi. Mereka beraksi sangat profesional, mengenakan sarung tangan hitam untuk menghindari jejak sidik jari, dan membawa batang besi khusus yang dirancang untuk membongkar brankas dalam waktu singkat,” ujar AKP Aji dalam konferensi pers pada Selasa (5/5/2026).

Strategi “GOAT” (Greatest of All Time) yang mereka terapkan ternyata cukup efektif di lapangan, namun kepolisian berhasil mematahkan taktik tersebut melalui pelacakan pergerakan digital dan koordinasi lintas instansi.

Kronologi Kejadian: Rp1 Miliar Raib dalam Semalam

Peristiwa pembobolan ini terjadi saat pemilik rumah, seorang pengusaha Warga Negara Indonesia (WNI), sedang berada di luar negeri, tepatnya di China. Ironisnya, korban hanya bisa menyaksikan kediamannya diacak-acak oleh komplotan bertopeng tersebut melalui notifikasi smart home dan pantauan CCTV real-time di ponselnya.

Meski korban sempat berusaha menghubungi pihak keamanan lingkungan, para pelaku bergerak sangat cepat. Hanya dalam hitungan jam, daftar barang berharga yang berhasil digondol komplotan “Messi” ini sangat fantastis, meliputi:

  • Uang Tunai: Rp500 juta dalam berbagai pecahan.

  • Logam Mulia: Emas batangan seberat 150 gram.

  • Perhiasan: Berbagai koleksi perhiasan emas dan berlian.

  • Jam Tangan Mewah: 10 unit jam tangan merek ternama (JC).

  • Dokumen Penting: Surat-surat berharga termasuk STNK dan SIM.

Total kerugian ditaksir melampaui angka Rp1 miliar, menjadikannya salah satu kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) terbesar di kawasan Bogor tahun ini.

Sindikat Perampok Antarnegara yang Terorganisir

Penyelidikan mendalam menunjukkan bahwa para pelaku bukan sekadar pencuri amatir. Polisi menduga kuat bahwa ini adalah bagian dari jaringan perampok lintas negara. Pola operandi mereka sangat rapi dan memiliki jadwal yang sistematis.

“Mereka ini bisa dikategorikan sebagai perampok antarnegara. Polanya seragam: masuk ke sebuah negara di Asia menggunakan visa kunjungan, melakukan pemetaan target selama beberapa hari, beraksi, lalu segera terbang kembali ke negara asal untuk mengamankan barang bukti,” jelas AKP Aji.

Setelah merasa aman di negara asal, mereka biasanya akan berpindah ke target negara berikutnya di kawasan Asia Tenggara atau Asia Timur dengan pola serangan yang hampir sama. Saat ini, pihak kepolisian tengah mendalami rekam jejak kriminalitas mereka di beberapa negara tetangga yang melaporkan kasus serupa.

Terjebak Teknologi ‘Autogate’ di Bali

Pelarian dua pelaku berinisial RW dan JW akhirnya berakhir tragis di Bali. Setelah berhasil lolos dari Bogor, keduanya mencoba terbang kembali ke China melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Sabtu (2/5/2026).

Namun, kecanggihan teknologi keamanan bandara menjadi batu sandungan bagi mereka. Saat hendak melewati mesin autogate, sistem Subject of Interest (SOI) milik Ditjen Imigrasi langsung memberikan sinyal merah. Data paspor mereka telah masuk dalam daftar cegah-tangkal (cekal) setelah Polresta Bogor Kota mengeluarkan permintaan pencekalan darurat.

Alarm berbunyi nyaring di area imigrasi, dan impian mereka untuk pulang membawa hasil jarahan pun kandas di tangan petugas keamanan bandara. Keduanya langsung diamankan dan dikawal ketat kembali ke Bogor untuk menjalani proses hukum.

Pemburuan DPO dan Penerbitan ‘Red Notice’

Meski dua pelaku telah diringkus, drama pengejaran ini belum berakhir. Polresta Bogor Kota masih memburu dua pelaku lainnya yang berinisial AL dan LS, yang kini telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Pihak kepolisian tidak main-main dalam menangani kasus ini. Koordinasi intensif dengan Divisi Hubinter Polri tengah dilakukan guna menerbitkan Red Notice melalui Interpol. Langkah ini diambil untuk menutup ruang gerak komplotan bertopeng Messi ini di seluruh dunia.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya di kawasan perumahan elite, untuk tetap waspada dan meningkatkan sistem keamanan mandiri. Kami tidak akan berhenti sampai seluruh anggota sindikat ini mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum,” pungkas AKP Aji.

Kini, RW dan JW terancam dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman penjara di atas 7 tahun. Kasus ini menjadi pengingat bahwa di balik wajah ramah sang bintang lapangan hijau, ada ancaman kriminalitas yang siap mengintai jika kita lengah.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Foto : Bupati Rembang Harno beserta jajarannya melakukan foto bersama dengan Unicef, Kamis (20/11/2025). (Sumber. Kabarjatengterkini.com/ Ilham)

    Pemkab Rembang Gandeng Unicef untuk Cegah Pernikahan Dini

    • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
    • account_circle Ilham Wiji
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang tengah menggandeng United Nation International Children’s Emergency Fund (Unicef) untuk mencegah pernikahan dini. Bupati Rembang, Harno menyambut baik kedatangan Unicef. Pihaknya berharap ke depan bisa memperbaiki permasalahan pernikahan dini di Kabupaten Rembang. “Kami sangat senang dengan kehadiran Unicef yang ada di Kabupaten Rembang karena untuk memperbaiki permasalahan-permasalahan termasuk […]

  • nasa

    Arabella dan Anita: Dua Laba-Laba NASA yang Membuat Sejarah di Luar Angkasa

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Pada tahun 1973, NASA melakukan sebuah eksperimen unik yang melibatkan dua makhluk mungil namun luar biasa: laba-laba. Dalam misi luar angkasa Skylab 3, dua ekor laba-laba betina bernama Arabella dan Anita dikirim ke orbit rendah Bumi untuk menjawab sebuah pertanyaan penting—bisakah laba-laba membuat jaring dalam kondisi tanpa gravitasi? Eksperimen ini bukan berasal dari laboratorium […]

  • persebaya

    Persebaya Kalah dari PSIM Yogyakarta di Pekan Pertama BRI Super League 2025/26

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com — Hasil mengejutkan terjadi di laga pembuka BRI Super League musim 2025/26. Bertanding di kandang sendiri, Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Persebaya harus mengakui keunggulan tim promosi PSIM Yogyakarta dengan skor tipis 0-1, Jumat (8/8) malam. Pertandingan yang digelar di hadapan puluhan ribu pendukung setia Persebaya, Bonek Mania, berakhir mengecewakan bagi tuan rumah. Meski […]

  • lansia

    Kisah Nenek Elina Widjajanti (80), Lansia yang Diusir Paksa dari Rumahnya di Surabaya

    • calendar_month Sel, 30 Des 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Sejumlah peristiwa memilukan terjadi di penghujung tahun 2025. Salah satunya menimpa Nenek Elina Widjajanti (80), seorang lansia asal Surabaya yang diduga diusir secara paksa dari rumahnya sendiri. Kasus ini mencuat ke publik karena melibatkan dugaan kekerasan, pengrusakan rumah, hingga kejanggalan dokumen kepemilikan tanah. Peristiwa pengusiran paksa terhadap Nenek Elina telah berlangsung sejak 6 Agustus […]

  • whatsapp

    WhatsApp Luncurkan Fitur Terjemahan Pesan, Permudah Komunikasi Lintas Bahasa

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- WhatsApp resmi memperkenalkan fitur baru yang memungkinkan penggunanya menerjemahkan pesan ke dalam bahasa pilihan dengan mudah dan cepat. Fitur ini dihadirkan untuk mendukung komunikasi lintas bahasa yang kerap menjadi kendala dalam berinteraksi, terutama di platform yang digunakan lebih dari 3 miliar pengguna di seluruh dunia. Cara Menggunakan Fitur Terjemahan Pesan WhatsApp Penggunaan fitur terjemahan […]

  • arkeolog

    Arkeolog Temukan Kompleks Pemakaman Kuno 3.000 Tahun di China, Ungkap Struktur Sosial Dinasti Zhou Barat

    • calendar_month Sen, 12 Jan 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Tabir sejarah di wilayah barat laut China kembali tersingkap. Tim arkeolog berhasil menemukan sebuah kompleks pemakaman kuno berusia sekitar 3.000 tahun di Provinsi Shaanxi, China. Penemuan ini dinilai sebagai temuan penting yang dapat membuka pemahaman baru tentang struktur sosial, sistem kekuasaan, serta peta politik masyarakat kuno pada masa Dinasti Zhou Barat. Kompleks pemakaman tersebut […]

expand_less