Pakai Topeng Messi, Dua Maling Diduga WNA Gondol Rp1 Miliar di Rancamaya Bogor
- account_circle markom kabarjatengterkini
- calendar_month Rab, 6 Mei 2026
- visibility 17

Kabarjatengterkini.com– Sebuah aksi kriminalitas tak lazim yang menyerupai adegan film action Hollywood mengguncang kawasan elite Rancamaya, Bogor Selatan.
Komplotan perampok spesialis rumah mewah asal China sukses menggasak harta senilai lebih dari Rp1 miliar dengan modus operandi yang unik sekaligus mencengangkan: menggunakan topeng wajah bintang sepak bola dunia, Lionel Messi.
Aksi nekat ini akhirnya terungkap setelah jajaran Polresta Bogor Kota bekerja sama dengan pihak Imigrasi berhasil membekuk dua dari empat pelaku utama. Penangkapan ini menjadi sorotan luas karena melibatkan jaringan kriminal internasional yang sangat terorganisir.
Modus ‘GOAT’: Menyamar di Balik Wajah Sang Bintang
Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Aji Riznaldi, mengungkapkan bahwa pemilihan topeng peraih Ballon d’Or tersebut bukanlah tanpa alasan. Penggunaan atribut wajah Lionel Messi sengaja dilakukan untuk mengecoh sistem pengenalan wajah dan menyamarkan identitas asli mereka agar tidak mudah dikenali melalui kamera pengawas (CCTV).
“Berdasarkan analisa rekaman CCTV di lokasi kejadian, terlihat para pelaku memiliki perawakan badan tegap dan seluruhnya menggunakan topeng wajah Lionel Messi. Mereka beraksi sangat profesional, mengenakan sarung tangan hitam untuk menghindari jejak sidik jari, dan membawa batang besi khusus yang dirancang untuk membongkar brankas dalam waktu singkat,” ujar AKP Aji dalam konferensi pers pada Selasa (5/5/2026).
Strategi “GOAT” (Greatest of All Time) yang mereka terapkan ternyata cukup efektif di lapangan, namun kepolisian berhasil mematahkan taktik tersebut melalui pelacakan pergerakan digital dan koordinasi lintas instansi.
Kronologi Kejadian: Rp1 Miliar Raib dalam Semalam
Peristiwa pembobolan ini terjadi saat pemilik rumah, seorang pengusaha Warga Negara Indonesia (WNI), sedang berada di luar negeri, tepatnya di China. Ironisnya, korban hanya bisa menyaksikan kediamannya diacak-acak oleh komplotan bertopeng tersebut melalui notifikasi smart home dan pantauan CCTV real-time di ponselnya.
Meski korban sempat berusaha menghubungi pihak keamanan lingkungan, para pelaku bergerak sangat cepat. Hanya dalam hitungan jam, daftar barang berharga yang berhasil digondol komplotan “Messi” ini sangat fantastis, meliputi:
-
Uang Tunai: Rp500 juta dalam berbagai pecahan.
-
Logam Mulia: Emas batangan seberat 150 gram.
-
Perhiasan: Berbagai koleksi perhiasan emas dan berlian.
-
Jam Tangan Mewah: 10 unit jam tangan merek ternama (JC).
-
Dokumen Penting: Surat-surat berharga termasuk STNK dan SIM.
Total kerugian ditaksir melampaui angka Rp1 miliar, menjadikannya salah satu kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) terbesar di kawasan Bogor tahun ini.
Sindikat Perampok Antarnegara yang Terorganisir
Penyelidikan mendalam menunjukkan bahwa para pelaku bukan sekadar pencuri amatir. Polisi menduga kuat bahwa ini adalah bagian dari jaringan perampok lintas negara. Pola operandi mereka sangat rapi dan memiliki jadwal yang sistematis.
“Mereka ini bisa dikategorikan sebagai perampok antarnegara. Polanya seragam: masuk ke sebuah negara di Asia menggunakan visa kunjungan, melakukan pemetaan target selama beberapa hari, beraksi, lalu segera terbang kembali ke negara asal untuk mengamankan barang bukti,” jelas AKP Aji.
Setelah merasa aman di negara asal, mereka biasanya akan berpindah ke target negara berikutnya di kawasan Asia Tenggara atau Asia Timur dengan pola serangan yang hampir sama. Saat ini, pihak kepolisian tengah mendalami rekam jejak kriminalitas mereka di beberapa negara tetangga yang melaporkan kasus serupa.
Terjebak Teknologi ‘Autogate’ di Bali
Pelarian dua pelaku berinisial RW dan JW akhirnya berakhir tragis di Bali. Setelah berhasil lolos dari Bogor, keduanya mencoba terbang kembali ke China melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Sabtu (2/5/2026).
Namun, kecanggihan teknologi keamanan bandara menjadi batu sandungan bagi mereka. Saat hendak melewati mesin autogate, sistem Subject of Interest (SOI) milik Ditjen Imigrasi langsung memberikan sinyal merah. Data paspor mereka telah masuk dalam daftar cegah-tangkal (cekal) setelah Polresta Bogor Kota mengeluarkan permintaan pencekalan darurat.
Alarm berbunyi nyaring di area imigrasi, dan impian mereka untuk pulang membawa hasil jarahan pun kandas di tangan petugas keamanan bandara. Keduanya langsung diamankan dan dikawal ketat kembali ke Bogor untuk menjalani proses hukum.
Pemburuan DPO dan Penerbitan ‘Red Notice’
Meski dua pelaku telah diringkus, drama pengejaran ini belum berakhir. Polresta Bogor Kota masih memburu dua pelaku lainnya yang berinisial AL dan LS, yang kini telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).
Pihak kepolisian tidak main-main dalam menangani kasus ini. Koordinasi intensif dengan Divisi Hubinter Polri tengah dilakukan guna menerbitkan Red Notice melalui Interpol. Langkah ini diambil untuk menutup ruang gerak komplotan bertopeng Messi ini di seluruh dunia.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya di kawasan perumahan elite, untuk tetap waspada dan meningkatkan sistem keamanan mandiri. Kami tidak akan berhenti sampai seluruh anggota sindikat ini mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum,” pungkas AKP Aji.
Kini, RW dan JW terancam dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman penjara di atas 7 tahun. Kasus ini menjadi pengingat bahwa di balik wajah ramah sang bintang lapangan hijau, ada ancaman kriminalitas yang siap mengintai jika kita lengah.
- Penulis: markom kabarjatengterkini

