Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pakai Topeng Messi, Dua Maling Diduga WNA Gondol Rp1 Miliar di Rancamaya Bogor

Pakai Topeng Messi, Dua Maling Diduga WNA Gondol Rp1 Miliar di Rancamaya Bogor

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
  • visibility 59

Kabarjatengterkini.com– Sebuah aksi kriminalitas tak lazim yang menyerupai adegan film action Hollywood mengguncang kawasan elite Rancamaya, Bogor Selatan.

Komplotan perampok spesialis rumah mewah asal China sukses menggasak harta senilai lebih dari Rp1 miliar dengan modus operandi yang unik sekaligus mencengangkan: menggunakan topeng wajah bintang sepak bola dunia, Lionel Messi.

Aksi nekat ini akhirnya terungkap setelah jajaran Polresta Bogor Kota bekerja sama dengan pihak Imigrasi berhasil membekuk dua dari empat pelaku utama. Penangkapan ini menjadi sorotan luas karena melibatkan jaringan kriminal internasional yang sangat terorganisir.

Modus ‘GOAT’: Menyamar di Balik Wajah Sang Bintang

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Aji Riznaldi, mengungkapkan bahwa pemilihan topeng peraih Ballon d’Or tersebut bukanlah tanpa alasan. Penggunaan atribut wajah Lionel Messi sengaja dilakukan untuk mengecoh sistem pengenalan wajah dan menyamarkan identitas asli mereka agar tidak mudah dikenali melalui kamera pengawas (CCTV).

“Berdasarkan analisa rekaman CCTV di lokasi kejadian, terlihat para pelaku memiliki perawakan badan tegap dan seluruhnya menggunakan topeng wajah Lionel Messi. Mereka beraksi sangat profesional, mengenakan sarung tangan hitam untuk menghindari jejak sidik jari, dan membawa batang besi khusus yang dirancang untuk membongkar brankas dalam waktu singkat,” ujar AKP Aji dalam konferensi pers pada Selasa (5/5/2026).

Strategi “GOAT” (Greatest of All Time) yang mereka terapkan ternyata cukup efektif di lapangan, namun kepolisian berhasil mematahkan taktik tersebut melalui pelacakan pergerakan digital dan koordinasi lintas instansi.

Kronologi Kejadian: Rp1 Miliar Raib dalam Semalam

Peristiwa pembobolan ini terjadi saat pemilik rumah, seorang pengusaha Warga Negara Indonesia (WNI), sedang berada di luar negeri, tepatnya di China. Ironisnya, korban hanya bisa menyaksikan kediamannya diacak-acak oleh komplotan bertopeng tersebut melalui notifikasi smart home dan pantauan CCTV real-time di ponselnya.

Meski korban sempat berusaha menghubungi pihak keamanan lingkungan, para pelaku bergerak sangat cepat. Hanya dalam hitungan jam, daftar barang berharga yang berhasil digondol komplotan “Messi” ini sangat fantastis, meliputi:

  • Uang Tunai: Rp500 juta dalam berbagai pecahan.

  • Logam Mulia: Emas batangan seberat 150 gram.

  • Perhiasan: Berbagai koleksi perhiasan emas dan berlian.

  • Jam Tangan Mewah: 10 unit jam tangan merek ternama (JC).

  • Dokumen Penting: Surat-surat berharga termasuk STNK dan SIM.

Total kerugian ditaksir melampaui angka Rp1 miliar, menjadikannya salah satu kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) terbesar di kawasan Bogor tahun ini.

Sindikat Perampok Antarnegara yang Terorganisir

Penyelidikan mendalam menunjukkan bahwa para pelaku bukan sekadar pencuri amatir. Polisi menduga kuat bahwa ini adalah bagian dari jaringan perampok lintas negara. Pola operandi mereka sangat rapi dan memiliki jadwal yang sistematis.

“Mereka ini bisa dikategorikan sebagai perampok antarnegara. Polanya seragam: masuk ke sebuah negara di Asia menggunakan visa kunjungan, melakukan pemetaan target selama beberapa hari, beraksi, lalu segera terbang kembali ke negara asal untuk mengamankan barang bukti,” jelas AKP Aji.

Setelah merasa aman di negara asal, mereka biasanya akan berpindah ke target negara berikutnya di kawasan Asia Tenggara atau Asia Timur dengan pola serangan yang hampir sama. Saat ini, pihak kepolisian tengah mendalami rekam jejak kriminalitas mereka di beberapa negara tetangga yang melaporkan kasus serupa.

Terjebak Teknologi ‘Autogate’ di Bali

Pelarian dua pelaku berinisial RW dan JW akhirnya berakhir tragis di Bali. Setelah berhasil lolos dari Bogor, keduanya mencoba terbang kembali ke China melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Sabtu (2/5/2026).

Namun, kecanggihan teknologi keamanan bandara menjadi batu sandungan bagi mereka. Saat hendak melewati mesin autogate, sistem Subject of Interest (SOI) milik Ditjen Imigrasi langsung memberikan sinyal merah. Data paspor mereka telah masuk dalam daftar cegah-tangkal (cekal) setelah Polresta Bogor Kota mengeluarkan permintaan pencekalan darurat.

Alarm berbunyi nyaring di area imigrasi, dan impian mereka untuk pulang membawa hasil jarahan pun kandas di tangan petugas keamanan bandara. Keduanya langsung diamankan dan dikawal ketat kembali ke Bogor untuk menjalani proses hukum.

Pemburuan DPO dan Penerbitan ‘Red Notice’

Meski dua pelaku telah diringkus, drama pengejaran ini belum berakhir. Polresta Bogor Kota masih memburu dua pelaku lainnya yang berinisial AL dan LS, yang kini telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Pihak kepolisian tidak main-main dalam menangani kasus ini. Koordinasi intensif dengan Divisi Hubinter Polri tengah dilakukan guna menerbitkan Red Notice melalui Interpol. Langkah ini diambil untuk menutup ruang gerak komplotan bertopeng Messi ini di seluruh dunia.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya di kawasan perumahan elite, untuk tetap waspada dan meningkatkan sistem keamanan mandiri. Kami tidak akan berhenti sampai seluruh anggota sindikat ini mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum,” pungkas AKP Aji.

Kini, RW dan JW terancam dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman penjara di atas 7 tahun. Kasus ini menjadi pengingat bahwa di balik wajah ramah sang bintang lapangan hijau, ada ancaman kriminalitas yang siap mengintai jika kita lengah.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • pati

    Serba-serbi Pemeriksaan Bupati Pati Sudewo oleh KPK Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta Api

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com— Bupati Pati, Sudewo, menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (27/8/2025), terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus suap proyek pembangunan jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), Kementerian Perhubungan. Sudewo hadir di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 09.45 WIB dengan mengenakan setelan batik dan didampingi tim kuasa hukum. Kehadirannya kali ini […]

  • WN Inggris Mengamuk di Tempat Penitipan Hewan Kawasan Ciputat, Diduga Gangguan Jiwa

    WN Inggris Mengamuk di Tempat Penitipan Hewan Kawasan Ciputat, Diduga Gangguan Jiwa

    • calendar_month Sel, 14 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Warga negara (WN) Inggris, inisial DH (32), mengamuk di penitipan hewan peliharaan kawasan Ciputat, Tangerang Selatan. Ia diduga mengalami gangguan kejiwaan berupa delusi dan halusinasi. DH sebelumnya dilaporkan oleh masyarakat karena dianggap merusuh di tempat penitipan hewan, dengan menolak membayar biaya penitipan kucingnya, hingga mendorong-dorong pagar. Selain itu, ia juga didapati membawa senjata […]

  • meteor

    Fenomena Langit Lampung: Bukan Meteor, ITERA Pastikan Cahaya Misterius Adalah Sampah Antariksa China

    • calendar_month Sen, 6 Apr 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Masyarakat di sejumlah wilayah Provinsi Lampung dikejutkan oleh penampakan benda bercahaya terang yang melintasi langit malam pada Sabtu (4/4/2026). Fenomena visual yang memukau sekaligus mendebarkan ini memicu spekulasi luas di media sosial, dengan banyak warga menduga bahwa benda tersebut adalah meteor jatuh atau komet yang melintas dekat bumi. Cahaya terang berwarna kebiruan dengan ekor […]

  • Faskes di Jateng Diminta Tetap Terima Pasien PBI-JK Selama Penyesuaian Data Kemensos RI

    Faskes di Jateng Diminta Tetap Terima Pasien PBI-JK Selama Penyesuaian Data Kemensos RI

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pihak rumah sakit maupun fasilitas kesehatan (faskes) di Jawa Tengah diminta tetap menerima pasien Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) meski statusnya dinonaktifkan saat penyesuaian data oleh Kemensos RI. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah memastikan pelayanan kesehatan bagi peserta PBI-JK tetap berjalan, khususnya bagi pengidap penyakit kronis. Apalagi, pasien penyakit kronis sangay […]

  • Pemadaman Listrik Bergilir di Jateng Mulai Berdampak bagi Sektor Peternakan

    Pemadaman Listrik Bergilir di Jateng Mulai Berdampak bagi Sektor Peternakan

    • calendar_month Sen, 22 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi beberapa hari terakhir mulai berdampak bagi sektor peternakan ayam. Pasalnya, penggunaan listrik dibutuhkan dalam masa brooding atau pemeliharaan anak ayam usia 1-14 hari. Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jateng, Susilo, menyebutkan bahwa pemadaman listrik selama beberapa jam membuat ayam merasa tidak nyaman, bahkan sudah banyak yang […]

  • spelling

    Program Spelling di Jateng Bakal Diusulkan Diterapkan Secara Nasional

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 160
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Program Dokter Spesialis Keliling (Spelling) di Jawa Tengah berpotensi bisa diterapkan secara nasional. Usulan ini ditujukan guna memberikan layanan kesehatan lebih lengkap kepada seluruh masyarakat Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Oktavianus. Menurutnya, program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat-masyarakat yang tinggal di wilayah yang sulit mendapatkan akses […]

expand_less