Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pakai Topeng Messi, Dua Maling Diduga WNA Gondol Rp1 Miliar di Rancamaya Bogor

Pakai Topeng Messi, Dua Maling Diduga WNA Gondol Rp1 Miliar di Rancamaya Bogor

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
  • visibility 92

Kabarjatengterkini.com– Sebuah aksi kriminalitas tak lazim yang menyerupai adegan film action Hollywood mengguncang kawasan elite Rancamaya, Bogor Selatan.

Komplotan perampok spesialis rumah mewah asal China sukses menggasak harta senilai lebih dari Rp1 miliar dengan modus operandi yang unik sekaligus mencengangkan: menggunakan topeng wajah bintang sepak bola dunia, Lionel Messi.

Aksi nekat ini akhirnya terungkap setelah jajaran Polresta Bogor Kota bekerja sama dengan pihak Imigrasi berhasil membekuk dua dari empat pelaku utama. Penangkapan ini menjadi sorotan luas karena melibatkan jaringan kriminal internasional yang sangat terorganisir.

Modus ‘GOAT’: Menyamar di Balik Wajah Sang Bintang

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Aji Riznaldi, mengungkapkan bahwa pemilihan topeng peraih Ballon d’Or tersebut bukanlah tanpa alasan. Penggunaan atribut wajah Lionel Messi sengaja dilakukan untuk mengecoh sistem pengenalan wajah dan menyamarkan identitas asli mereka agar tidak mudah dikenali melalui kamera pengawas (CCTV).

“Berdasarkan analisa rekaman CCTV di lokasi kejadian, terlihat para pelaku memiliki perawakan badan tegap dan seluruhnya menggunakan topeng wajah Lionel Messi. Mereka beraksi sangat profesional, mengenakan sarung tangan hitam untuk menghindari jejak sidik jari, dan membawa batang besi khusus yang dirancang untuk membongkar brankas dalam waktu singkat,” ujar AKP Aji dalam konferensi pers pada Selasa (5/5/2026).

Strategi “GOAT” (Greatest of All Time) yang mereka terapkan ternyata cukup efektif di lapangan, namun kepolisian berhasil mematahkan taktik tersebut melalui pelacakan pergerakan digital dan koordinasi lintas instansi.

Kronologi Kejadian: Rp1 Miliar Raib dalam Semalam

Peristiwa pembobolan ini terjadi saat pemilik rumah, seorang pengusaha Warga Negara Indonesia (WNI), sedang berada di luar negeri, tepatnya di China. Ironisnya, korban hanya bisa menyaksikan kediamannya diacak-acak oleh komplotan bertopeng tersebut melalui notifikasi smart home dan pantauan CCTV real-time di ponselnya.

Meski korban sempat berusaha menghubungi pihak keamanan lingkungan, para pelaku bergerak sangat cepat. Hanya dalam hitungan jam, daftar barang berharga yang berhasil digondol komplotan “Messi” ini sangat fantastis, meliputi:

  • Uang Tunai: Rp500 juta dalam berbagai pecahan.

  • Logam Mulia: Emas batangan seberat 150 gram.

  • Perhiasan: Berbagai koleksi perhiasan emas dan berlian.

  • Jam Tangan Mewah: 10 unit jam tangan merek ternama (JC).

  • Dokumen Penting: Surat-surat berharga termasuk STNK dan SIM.

Total kerugian ditaksir melampaui angka Rp1 miliar, menjadikannya salah satu kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) terbesar di kawasan Bogor tahun ini.

Sindikat Perampok Antarnegara yang Terorganisir

Penyelidikan mendalam menunjukkan bahwa para pelaku bukan sekadar pencuri amatir. Polisi menduga kuat bahwa ini adalah bagian dari jaringan perampok lintas negara. Pola operandi mereka sangat rapi dan memiliki jadwal yang sistematis.

“Mereka ini bisa dikategorikan sebagai perampok antarnegara. Polanya seragam: masuk ke sebuah negara di Asia menggunakan visa kunjungan, melakukan pemetaan target selama beberapa hari, beraksi, lalu segera terbang kembali ke negara asal untuk mengamankan barang bukti,” jelas AKP Aji.

Setelah merasa aman di negara asal, mereka biasanya akan berpindah ke target negara berikutnya di kawasan Asia Tenggara atau Asia Timur dengan pola serangan yang hampir sama. Saat ini, pihak kepolisian tengah mendalami rekam jejak kriminalitas mereka di beberapa negara tetangga yang melaporkan kasus serupa.

Terjebak Teknologi ‘Autogate’ di Bali

Pelarian dua pelaku berinisial RW dan JW akhirnya berakhir tragis di Bali. Setelah berhasil lolos dari Bogor, keduanya mencoba terbang kembali ke China melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Sabtu (2/5/2026).

Namun, kecanggihan teknologi keamanan bandara menjadi batu sandungan bagi mereka. Saat hendak melewati mesin autogate, sistem Subject of Interest (SOI) milik Ditjen Imigrasi langsung memberikan sinyal merah. Data paspor mereka telah masuk dalam daftar cegah-tangkal (cekal) setelah Polresta Bogor Kota mengeluarkan permintaan pencekalan darurat.

Alarm berbunyi nyaring di area imigrasi, dan impian mereka untuk pulang membawa hasil jarahan pun kandas di tangan petugas keamanan bandara. Keduanya langsung diamankan dan dikawal ketat kembali ke Bogor untuk menjalani proses hukum.

Pemburuan DPO dan Penerbitan ‘Red Notice’

Meski dua pelaku telah diringkus, drama pengejaran ini belum berakhir. Polresta Bogor Kota masih memburu dua pelaku lainnya yang berinisial AL dan LS, yang kini telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Pihak kepolisian tidak main-main dalam menangani kasus ini. Koordinasi intensif dengan Divisi Hubinter Polri tengah dilakukan guna menerbitkan Red Notice melalui Interpol. Langkah ini diambil untuk menutup ruang gerak komplotan bertopeng Messi ini di seluruh dunia.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya di kawasan perumahan elite, untuk tetap waspada dan meningkatkan sistem keamanan mandiri. Kami tidak akan berhenti sampai seluruh anggota sindikat ini mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum,” pungkas AKP Aji.

Kini, RW dan JW terancam dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman penjara di atas 7 tahun. Kasus ini menjadi pengingat bahwa di balik wajah ramah sang bintang lapangan hijau, ada ancaman kriminalitas yang siap mengintai jika kita lengah.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Foto : Tangkapan ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) II Juwana. (Sumber. Kabarjatengterkini)

    Sektor Perikanan di Pati Potensial untuk Investasi

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Perikanan jadi salah satu sektor unggulan di Kabupaten Pati. Sektor ini membuka peluang investasi yang potensial, mengingat kawasan maritim di Bumi Mina Tani masih memiliki ruang pengembangan. Pemerintah Kabupaten Pati juga membuka kerja sama dengan investor asal Cina untuk menjajaki peluang investasi sektor perikanan di Pati. Pihaknya menyambut kedatangan mereka untuk meninjau […]

  • 3 Orang Ditetapkan Tersangka Atas Kasus Pemerasan di Lingkungan Pemkab Sukoharjo

    3 Orang Ditetapkan Tersangka Atas Kasus Pemerasan di Lingkungan Pemkab Sukoharjo

    • calendar_month Sab, 11 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sebanyak tiga orang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pemerasan di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo. Tiga tersangka tersebut di antaranya Bupati Sukoharjo, Etik Suryani; Kepala BPKAD Sukoharjo, Richard Tri Handoko; serta Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo, Tri Mulyo. Berdasarkan penyelidikan KPK, Etik memerintahkan Richard (RCH) mengumpulkan sekitar 40% insentif yang diterima […]

  • Modus Peredaran Uang Palsu di Semarang: Pelaku Cetak Sendiri Pecahan Rp100 Ribu untuk Beli HP

    Ratusan Penerima Bansos di Jateng Dicoret Buntut Indikasi Judol

    • calendar_month Kam, 3 Sep 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Ratusan ribu nama dicoret dari data penerima bantuan sosial (bansos) karena adanya temuan aktivitas judi online (judol). Saat ini, Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah (Dinsos Jateng) masih melakukan rekapitulasi jumlah data, namun setidaknya sudah ada 163.839 rekening terindikasi judol. Jumlah tersebut kemungkinan bertambah karena masih merupakan data sementara. “Data sementara yang masuk sejumlah […]

  • Terungkap Faktor Penyebab Kematian Harimau Putih dari Semarang Zoo

    Terungkap Faktor Penyebab Kematian Harimau Putih dari Semarang Zoo

    • calendar_month Sen, 27 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Terungkap faktor penyebab kematian harimau putih dari Semarang Zoo yang dipindahkan ke Ragunan Medan. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Handi Priyanto, menyebutkan bahwa kejadian itu terjadi pada Maret 2026 lalu. Harimau putih tersebut merupakan hasil kawin sedarah, sehingga DNA-nya dinilai sudah menyimpang. “Kejadian sudah Maret yang lalu itu. Sampai R Zoo Medan baik-baik […]

  • Heboh Temuan Roti Tawar Berjamur di Menu MBG SMPN 1 Delanggu Klaten

    Heboh Temuan Roti Tawar Berjamur di Menu MBG SMPN 1 Delanggu Klaten

    • calendar_month Sab, 28 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Klaten, Kabarjatengterkini.com – Heboh temuan roti tawar berjamur di paket menu program makan bergizi gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Delanggu. Roti tawar yang dibagikan pada Kamis (26/2/2026) itu menunjukkan tanda-tanda tak layak makan karena berwarna kebiruan. Hal ini telah dilaporkan ke pihak sekolah, dan sebagian siswa ada yang mengembalikan roti, sedangkan sebagian lagi dibuang. […]

  • 4 Daerah di Jateng Bakal Jadi Percontohan Program Tanam 1 Panen 4 Kali

    Program Tanam 1 Panen 4 Kali Bakal Diuji Coba di 4 Daerah Jateng

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 179
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Empat daerah di Jawa Tengah akan menjadi tempat percontohan program budidaya padi Tanam 1 Panen 4 Kali (T1P4K). Di antaranya di Kendal, Sragen, Banjarnegara, dan satunya antara Banyumas atau Cilacap. Program T1P4K tersebut diperkenalkan oleh delegasi Barisan Andalan Kesetiakawanan Pengentasan Kemiskinan (Bakti Taskin). Sebelumnya, program itu telah diuji coba di Jawa Barat […]

expand_less