Pemkot Magelang Dukung ASN dan Masyarakat Punya Rumah Layak Huni dengan Program Ini
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Kam, 23 Okt 2025
- visibility 97

Foto: Pemkot Magelang Dukung ASN dan Masyarakat Punya Rumah Layak Huni dengan Program Ini (Sumber: Pemprov Jateng)
Magelang, Kabarjatengterkini.com – Program “Hunian Nyaman” Pemkot Magelang memungkinkan masyarakat memiliki rumah bersubsidi dengan cicilan ringan. Program ini merupakan turunan dari program nasional 3 Juta Rumah dan provinsi 1 Rumah 1 KK.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyebutkan, cicilan rumah subsidi tersebut akan melalui skema KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Ini bertujuan agar seluruh masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN), memiliki rumah layak huni.
“Program ini bukan bantuan sosial, melainkan upaya pemerintah untuk memberikan akses yang lebih mudah dan terjangkau agar masyarakat, termasuk ASN, dapat memiliki rumah layak, nyaman, dan sehat melalui pembiayaan ringan serta bersubsidi,” terang Damar.
Menurut data Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Magelang, terdapat 1.409 rumah tidak layak huni (RTLH) dan ada sebanyak 3.364 kepala keluarga (KK) belum memiliki rumah per akhir 2024. Dari data tersebut, 588 di antaranya merupakan ASN Pemkot Magelang.
Harapannya, dengan program “Hunian Nyaman” ini, kesejahteraan hidup ASN di Magelang meningkat, sehingga berdampak pada pelayanan publik lebih optimal.
“ASN yang hidup tertib dan menjaga lingkungan menunjukkan wajah pemerintah yang profesional,” lanjut dia.
Sementara itu, Kepala Disperkim Kota Magelang Bowo Adrianto menambahkan, program ini memudahkan ASN dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memiliki rumah bersubsidi. Untuk ASN, batas penghasilan yang disyaratkan maksimal Rp8,5 juta per bulan.
“Lewat KPR FLPP, calon pembeli bisa memperoleh rumah seharga maksimal Rp166 juta dengan bunga rendah serta bantuan uang muka Rp4 juta,” jelasnya.
Guna mendukung program nasional dan provinsi tersebut, Disperkim juga menyiapkan sejumlah program pendukung lainnya. Di antaranya Semu Sarusun (Sewa Murah Satuan Rusun) bagi masyarakat berpenghasilan rendah, dan Telomas (Tuku Lemah Oleh Omah) untuk pembangunan rumah di lahan milik pemerintah. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

