Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ada 4 Faktor Pertimbangan Penempatan Manajer Kopdes Merah Putih

Ada 4 Faktor Pertimbangan Penempatan Manajer Kopdes Merah Putih

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • visibility 6

Kabarjatengterkini.com – Ada empat hal yang menjadi pertimbangan terkait penempatan manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/kel) Merah Putih. Di antaranya, kedekatan domisili, kesiapan bangunan koperasi, ketersediaan kuota, dan keseimbangan kebutuhan antarwilayah.

Proses penempatan tersebut dilakukan menggunakan metode Hungarian Bipartite Matchmaking Method untuk mencari kombinasi penempatan secara keseluruhan. Hal ini yang membuat sebagian manajer tidak ditempatkan sesuai domisili.

“Kami memahami bahwa penempatan yang jauh dari keluarga dan lingkungan asal membutuhkan kesiapan serta penyesuaian yang tidak ringan,” tulis Kementerian Koperasi (Kemenkop) lewat Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (Simkopdes).

Faktor kedekatan dengan domisili karena lokasi terdekat tidak selalu tersedia untuk seluruh manajer, karena setiap titik Kopdes memiliki kuota penempatan. Menurut data Simkopdes, sebanyak 55,69 persen berada dalam jarak maksimal 10 kilometer dari domisili.

Selain itu, pemerintah terlebih dahulu memprioritaskan titik Kopdes yang bangunannya telah selesai 100 persen. Sehingga, jika di wilayah domisili belum ada bangunan yang siap beroperasi, manajer dapat diarahkan ke lokasi lain yang sudah siap beroperasi sepenuhnya.

Lebih lanjut, di sejumlah wilayah, jumlah calon manajer dapat lebih banyak daripada titik Kopdes yang tersedia. Sementara, ada wilayah yang memiliki titik Kopdes siap beroperasi, tetapi jumlah calon manajernya tidak mencukupi. Maka dari itu, sebaran manajer disesuaikan kebutuhan.

“Namun, pada beberapa wilayah, titik yang sesuai belum tersedia, telah terisi, atau belum siap untuk ditempati. Karena itu, sebagian manajer perlu ditempatkan di wilayah lain yang masih membutuhkan,” tulis Simkopdes.

Pertimbangan terakhir adalah kebutuhan tenaga manajer di berbagai wilayah. Sistem tidak hanya mencocokkan manajer dengan lokasi berdasarkan jarak, tetapi juga memperhitungkan kebutuhan pengelola pada titik Kopdes yang tersedia.

Penempatan dilakukan secara bertahap. Setelah titik dengan bangunan yang sudah selesai 100 persen terisi, sistem melanjutkan pencocokan berdasarkan kondisi titik yang tersedia dengan progres pembangunan tertinggi. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • kuhp baru

    Resmi Berlaku, KUHP Baru Dinilai Lebih Keras dari Hukum Kolonial Belanda

    • calendar_month Jum, 2 Jan 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru resmi berlaku mulai Jumat, 2 Januari 2026. Pemberlakuan regulasi pidana nasional ini menandai berakhirnya penggunaan Wetboek van Strafrecht (WvS), hukum pidana warisan kolonial Belanda yang telah digunakan selama puluhan tahun di Indonesia. Namun, meski telah disahkan sejak 2022, kehadiran KUHP baru justru menuai kritik tajam dari berbagai kalangan, […]

  • kasus

    Kisah Pilu Misri, Anak Yatim Tulang Punggung Keluarga yang Dijadikan Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir Nurhadi

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Kasus pembunuhan Brigadir Muhammad Nurhadi di Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyisakan kisah pilu bagi keluarga Misri (23), salah satu tersangka yang kini ditahan oleh Polda NTB. Misri, anak sulung dari enam bersaudara dan tulang punggung keluarga, diduga terlibat dalam kematian Nurhadi bersama dua anggota polisi lainnya, yakni Kompol I Made Yogi Purusa […]

  • Pemerintah Mantapkan Materi Edukasi Cegah LGBTQ di Lingkungan Pendidikan Keagamaan

    Pemerintah Mantapkan Materi Edukasi Cegah LGBTQ di Lingkungan Pendidikan Keagamaan

    • calendar_month Rab, 29 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah gaungkan anti budaya lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer (LGBTQ) lewat pendidikan keagamaan. Terkait hal ini, Kementerian Agama masih mematangkan penyusunan materi edukasi bagi peserta didik. Wakil Menteri Agama (Wamenag) Muhammad Syafi’i menjelaskan, penyusunan materi dilakukan secara kolaboratif oleh masing-masing direktorat pendidikan agama. Draf tersebut perlu diplenokan lebih dulu sebelum ditetapkan sebagai […]

  • Truk Sedot WC Kerap Buang Tinja ke Sungai Babon Hingga Sebabkan Pencemaran

    Truk Sedot WC Kerap Buang Tinja ke Sungai Babon Hingga Sebabkan Pencemaran

    • calendar_month Kam, 20 Agu 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Demak, Kabarjatengterkini.com – Terungkap ada truk sedot WC yang membuang limbah berupa kotoran manusia ke Sungai Babon, Demak. Hal ini menjadi salah satu faktor penyebab sungai tersebut tercemar. Sungai Babon diketahui berlokasi di perbatasan antara dua daerah, yakni Semarang dan Demak. “Memang ada oknum atau masyarakat yang dia punya usaha penyedotan WC itu dibuang ke […]

  • kpk

    Dana Rp200 Triliun untuk Bank Himbara, KPK Ingatkan Risiko Korupsi

    • calendar_month Sab, 20 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan perhatian khusus terkait kebijakan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang menempatkan dana negara sebesar Rp200 triliun ke sejumlah bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Langkah strategis ini diharapkan dapat menggairahkan perekonomian mikro dan memperkuat peran perbankan nasional dalam memberikan kredit kepada masyarakat. Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, […]

  • leica

    Mengintip Hasil Kamera Leica Xiaomi 15T Pro: Jepretan Kelas Flagship di Desa Adat Ratenggaro, Sumba

    • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Xiaomi siap meluncurkan smartphone flagship terbarunya, Xiaomi 15T Pro, pada 24 September 2025 mendatang di Munich, Jerman. Namun sebelum peluncuran global tersebut, kumparan mendapatkan kesempatan eksklusif untuk menguji kemampuan kamera Leica yang dibenamkan dalam perangkat ini. Pengujian dilakukan di Desa Adat Ratenggaro, salah satu destinasi budaya dan wisata alam ikonik yang berada di […]

expand_less