Nilai Investasi Energi Menurun, Pemprov Jateng Lirik Potensi Sektor Industri Hijau
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Rab, 22 Apr 2026
- visibility 23

Foto: Nilai Investasi Energi Menurun, Pemprov Jateng Lirik Potensi Sektor Industri Hijau (Sumber: Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Nilai investasi energi di Jawa Tengah pada tahun 2025 cenderung menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya. Diketahui, penanaman modal pada 2024 sebesar Rp5,7 triliun, sementara pada 2025 hanya sebesar Rp1,4 triliun.
Maka dari itu. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mulai menjajaki potensi investasi di sektor industri terbarukan di wilayahnya. Salah satu upaya yang dilakukan dengan menginventarisasi potensi energi baru terbarukan (EBT) di 35 kabupaten/kota.
“Nilai investasi 2025 dibanding 2024 terlihat menurun. Hal ini karena pada 2024 masih dalam tahap pembangunan, pembelian lahan, dan belanja modal. Sementara pada 2025 pabrik sudah mulai beroperasi,” ungkapnya, Rabu (22/4/2026).
Inventarisasi tersebut dirangkum dalam Investment Project Ready to Offer (IPRO), kemudian ditawarkan kepada calon investor melalui forum bisnis, seperti Central Java Investment Business Forum (CJIBF).
Dalam paparannya, salah satu peluang investasi energi terbarukan di Jawa Tengah adalah energi panas bumi di Banjarnegara dan Wonosobo, serta energi bayu dan pengolahan sampah di 35 kabupaten/kota.
Saat ini, sektor industri energi yang telah menanamkan modal di Jawa Tengah ada pabrik solar cell dan baterai di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang dan KEK Kendal. Serta pabrik perakitan kendaraan listrik di Kabupaten Magelang.
“Kemudian, yang baru diresmikan Presiden di Kabupaten Magelang adalah pabrik perakitan kendaraan listrik, terutama bus, truk, dan forklift,” imbuhnya.
Sementara itu, menurut Analis Institute for Essential Services Reform (IESR), Zakki Muwafiq, ada tiga potensi EBT yang layak dikembangkan. Di antaranya pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB), dan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH).
“Potensi terbesar di Jawa Tengah adalah PLTS di 12 lokasi yang tersebar di 10 kabupaten, dengan potensi energi mencapai 13 gigawatt,” terang dia.
Pembangunan pembangkit listrik sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat terhadap energi listrik.Berdasarkan data RUPTL PLN, konsumsi listrik di Jateng meningkat 4,5 persen dalam 10 tahun terakhir. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

