Produksi Beras di Jateng Diperkirakan Surplus, Pemprov Perketat Tata Kelola
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Jum, 19 Sep 2025
- visibility 69

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Kabarjatengterkini.com – Produksi hasil panen beras di Jawa Tengah diperkirakan surplus lebih dari 1,5 ton sampai dengan Oktober 2025. Atas surplus tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) perketat tata kelola hasil panen.
Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jawa Tengah mendata produksi GKG Jateng tahun ini sekitar 8.614.010 ton atau naik 353.627 ton dari tahun 2024. Jumlah produksi tersebut berasal dari luas panen yang mencapai 1.534.490 hektare.
Sementara itu, produksi beras Januari-Oktober 2025 akan mencapai 4.953.494 ton, sedangkan kebutuhan beras di Jawa Tengah 3.375.832 ton, sehingga ada surplus beras sebanyak 1.577.734 ton sampai dengan Oktober 2025 nanti.
“Kita lihat data, sampai Oktober 2025 beras kita surplus 1,5 juta ton. Berarti kalau dibagi 10 bulan, rata-rata setiap bulan kita ada surplus 150 ribu ton. Untuk Jawa Tengah beras seharusnya selesai,” kata Kepala Distanbun Jateng, Defransisco Dasilva Tavares, Kamis (18/9/2025).
Ia melanjutkan, Pemprov akan memperketat tata kelola hasil panen ini sebagai antisipasi agar tidak ada hasil panen yang bocor ke daerah lain. Tata kelola akan memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan bahan pangan, utamanya beras.
Sehingga, ketersediaan beras yang surplus dan produksi yang baik bisa dirasakan manfaatkan oleh warga Jateng, serta semakin memperkuat sebagai wilayah ketahanan pangan. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

