Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Kisah Unik di Balik Penemuan Sains: 5 Hewan Eksotik yang Berperan dalam Sejarah Ilmu Pengetahuan

Kisah Unik di Balik Penemuan Sains: 5 Hewan Eksotik yang Berperan dalam Sejarah Ilmu Pengetahuan

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
  • visibility 16

Kabarjatengterkini.com – Di balik berbagai penemuan besar dalam dunia sains, tersimpan kisah menarik tentang hubungan unik antara para ilmuwan dunia dengan hewan eksotik. Hewan-hewan ini tidak hanya dijadikan peliharaan, tetapi juga menjadi mitra penting dalam eksperimen dan observasi ilmiah. Dari burung yang bisa berbicara hingga primata yang membuat alat, masing-masing hewan membawa dampak besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan modern.

Artikel ini mengulas lima hewan eksotik yang pernah dipelihara atau digunakan oleh para ilmuwan ternama dalam penelitian mereka. Tak hanya memperlihatkan kontribusi hewan dalam riset, kisah-kisah ini juga mengungkap sisi humanis dan emosional dalam proses ilmiah.

1. African Grey Parrot – Mitra Cerdas dalam Riset Kognisi

Salah satu hewan eksotik yang paling fenomenal dalam dunia psikologi adalah African Grey Parrot bernama Alex. Burung ini menjadi subjek penelitian Dr. Irene Pepperberg, seorang pakar psikologi komparatif, selama lebih dari 30 tahun.

Dalam penelitiannya, Dr. Pepperberg membuktikan bahwa burung bukan sekadar peniru suara. Alex mampu mengenali warna, bentuk, dan jumlah benda, serta merespons secara verbal dengan akurat. Penelitian ini mengubah paradigma lama tentang kecerdasan hewan non-mamalia, membuktikan bahwa burung pun memiliki pemahaman kognitif kompleks.

Kata kunci “African Grey Parrot dan penelitian kognisi hewan” kini sering dikaitkan dengan studi tentang komunikasi lintas spesies dan kecerdasan buatan (AI) yang meniru cara makhluk hidup belajar.

2. Simpanse – Primata Cerdas yang Ubah Pandangan Dunia

Nama Jane Goodall identik dengan dunia primatologi. Sejak tahun 1960, ia melakukan observasi terhadap komunitas simpanse liar di Gombe, Tanzania. Hewan eksotik ini membuka jalan bagi penemuan luar biasa: simpanse bisa membuat dan menggunakan alat untuk mencari makanan.

Goodall juga mendokumentasikan bahwa simpanse memiliki struktur sosial yang kompleks, menunjukkan emosi, bahkan melakukan ritual berduka saat kehilangan anggota kelompok. Pendekatannya yang penuh empati—memberi nama pada simpanse alih-alih nomor—memunculkan pemahaman baru tentang hubungan manusia dan primata.

Kisah Goodall dan simpanse Gombe menjadi dasar penelitian etologi modern serta menciptakan gelombang baru dalam aktivisme perlindungan hewan liar.

3. Kelinci – Pahlawan Tak Terduga di Balik Vaksin Rabies

Meski terlihat biasa, kelinci memiliki peran penting dalam sejarah dunia medis. Ilmuwan legendaris Louis Pasteur menggunakan kelinci sebagai hewan model dalam pengembangan vaksin rabies, salah satu tonggak penting dalam dunia kedokteran.

Pasteur melakukan inokulasi virus rabies yang telah dilemahkan ke tubuh kelinci, lalu mengambil sampel dari sumsum tulang belakang hewan tersebut. Teknik ini memungkinkan penciptaan vaksin yang hingga kini menyelamatkan jutaan nyawa manusia dan hewan.

Penelitian ini memperkuat pentingnya penggunaan hewan eksperimental dalam pengembangan obat dan vaksin, serta menegaskan peran vital kelinci dalam sejarah biomedis.

4. Merpati – Kunci Darwin dalam Teori Evolusi

Charles Darwin, sang pencetus teori evolusi, menggunakan merpati sebagai salah satu model utama untuk membuktikan gagasannya tentang seleksi buatan dan seleksi alam. Ia memelihara berbagai jenis merpati dan mengamati bagaimana sifat tertentu diwariskan melalui proses kawin silang.

Darwin menyimpulkan bahwa meskipun merpati peliharaan memiliki beragam bentuk dan warna, semuanya berasal dari satu spesies asli: Merpati Batu. Studi ini menjadi landasan dalam bukunya On the Origin of Species, menjadikan merpati sebagai simbol awal dari teori evolusi modern.

Hingga saat ini, merpati masih digunakan dalam studi genetika, perilaku, dan biologi evolusioner.

5. Beruang Cokelat – Hewan Eksotik dalam Kebun Binatang Modern

Carl Hagenbeck, ahli zoologi asal Jerman, dikenal sebagai pelopor kebun binatang modern yang menggunakan konsep kandang terbuka tanpa jeruji. Di Tierpark Hamburg miliknya, Hagenbeck memelihara berbagai hewan eksotik, termasuk beruang cokelat.

Tujuan Hagenbeck bukan sekadar pameran, melainkan untuk mempelajari perilaku alami hewan liar dalam lingkungan yang menyerupai habitat aslinya. Konsep ini kemudian menjadi standar global dalam desain kebun binatang edukatif dan etis.

Beruang-beruang tersebut bukan hanya tontonan, tetapi juga subjek observasi ilmiah tentang kebutuhan ruang, interaksi sosial, dan stres pada hewan penangkaran.

Hewan Eksotik sebagai Mitra Ilmiah

Dari burung cerdas hingga primata sosial, kelinci di laboratorium hingga beruang di kebun binatang, hewan-hewan eksotik ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kemajuan sains. Hubungan antara ilmuwan dan hewan peliharaan ilmiah bukan hanya soal eksperimen, tapi juga tentang empati, keterikatan, dan penghormatan terhadap kehidupan.

Kisah-kisah ini menunjukkan bahwa proses ilmiah sejati melibatkan hati dan akal. Dalam dunia yang terus berkembang, hubungan manusia dan hewan dalam penelitian ilmiah akan terus menjadi fondasi penting dalam pemahaman tentang alam semesta dan diri kita sendiri.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • tersangka

    Kejaksaan Agung Tetapkan Sri Wahyuningsih dan Mulyatsyah sebagai Tersangka Korupsi Chromebook

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabarjatengterkini.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan dua mantan pejabat Kemendikbudristek sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook. Keduanya adalah Sri Wahyuningsih, eks Direktur SD, dan Mulyatsyah, eks Direktur SMP Kemendikbudristek periode 2020–2021. Keduanya didakwa bersama dua tersangka lainnya: mantan staf khusus Mendikbudristek, Jurist Tan, dan konsultan teknologi, Ibrahim Arief. Direktur Penyidikan Jampidsus […]

  • korean

    5 Korean Food yang Lagi Hype Banget! Wajib Coba di 2025

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Masakan Korea atau Korean Food semakin populer di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Dengan cita rasa unik, perpaduan gurih, pedas, dan manis, makanan Korea selalu berhasil menarik perhatian para pecinta kuliner. Di tahun 2025 ini, ada beberapa menu Korean Food yang sedang hype banget dan wajib kamu coba! Berikut 5 makanan Korea paling hits […]

  • Bea Cukai Minta Tambahan Anggaran Rp1 Triliun di 2026

    Bea Cukai Minta Tambahan Anggaran Rp1 Triliun di 2026

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle Agriantika Fallent
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan minta tambahan anggaran Rp1,03 triliun di tahun 2026. Dirjen Bea dan Cukai, Djaka Budhi mengatakan bahwa anggaran tersebut akan dipakai untuk pembiayaan rencana kerja utama dan strategis yang belum mendapat alokasi anggaran. “Kami mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp1,038 triliun untuk pembiayaan rencana kerja utama dan strategis […]

  • Ilustrasi sektor kelautan/istock

    Menteri Kelautan dan Perikanan Bakal Revisi UU Kelautan

    • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
    • account_circle Agriantika Fallent
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Menteri Kelautan dan Perikanan bakal merevisi Undang-Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan. Hal itu dilakukan dengan tujuan agar konservasi ruang laut bisa dirasakan ke daerah. Pihaknya sendiri menargetkan konservasi laut bisa mencapai 97,5 juta hektare pada 2045. Dengan perluasan kawasan konservasi laut, diharapkan biota laut tak punah dan bisa membantu menyerap […]

  • Penipuan Modus Tawarkan Bantuan Spiritual, Korban Rugi Rp400 Juta

    Penipuan Modus Tawarkan Bantuan Spiritual, Korban Rugi Rp400 Juta

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 29
    • 0Komentar

    kabarjatengterkini.com – Kasus penipuan dengan modus menawarkan bantuan spiritual menimpa korban seorang pensiunan berinisial N (61), warga Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Pelaku berinisial MA (53) saat ini telah berhasil diamankan Unit Reskrim Polsek Cibatu dari kediamannya di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut setelah sebelumnya menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Tebing Tinggi, Polda Sumatera Utara. Kepala […]

  • nokturnal

    Inilah Cara Hewan Nokturnal Menggunakan Bintang sebagai Kompas

    • calendar_month Jum, 15 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Hewan nokturnal memiliki kemampuan luar biasa untuk menavigasi kegelapan malam. Meskipun manusia seringkali mengandalkan teknologi dan alat bantu untuk menjelajah dalam gelap, hewan-hewan ini mampu bergerak dengan sangat presisi di bawah langit malam tanpa bantuan cahaya buatan. Salah satu fenomena yang menakjubkan adalah bagaimana beberapa spesies nokturnal menggunakan bintang untuk menavigasi di malam hari. […]

expand_less