Pemprov Jateng Bantu Ratusan UMKM Jateng Perluas Rantai Pasok Hulu-Hilir
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Jum, 22 Agu 2025
- visibility 12

Foto: Jalinan Rantai Pasok Hulu Hilir Produk UMKM (Jalidi Rapahuli) (Sumber: Dok. Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bantu ratusan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk memperluas jalan usaha rintisan masuk ke dalam rantai pasok perusahaan besar.
Salah satu upaya yang ditempuh adalah melalui ajang Jalinan Rantai Pasok Hulu Hilir Produk UMKM (Jalidi Rapahuli). Ajang ini mempertemukan UMKM dengan perusahaan besar guna memperluas jaringan penjualan, memperoleh akses pembiayaan, sertifikasi, serta peningkatan kompetensi.
“Momentum hari ini yang kita lakukan adalah memfasilitasi teman-teman untuk bisa membangun jaringan, bisa mengomunikasikan produknya. Kami sangat berharap akan terjadi hubungan bisnis yang berkelanjutan,” tutur Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, Kamis (21/5/2025).
Pihaknya juga meminta perusahaan besar untuk bersedia melakukan kurasi produk UMKM. Harapannya, produk yang dipasarkan berkualitas dan mampu bersaing.
Acara ini merupakan bentuk komitmen pemprov dalam mendorong UMKM Jateng naik kelas. Terlebih, banyak produk pengusaha kecil yang berkualitas, namun masih banyak yang belum menembus pasar lebih luas.
Sumarno ingin acara seperti ini rutin diselenggarakan untuk mendukung perekonomian lokal masyarakat, khususnya di Jawa Tengah. Meski demikian, pihaknya tetap akan mengevaluasi jika di lapangan terjadi kendala-kendala.
“Kita nanti akan evaluasi. Jika memang efektif, tentunya akan kita selenggarakan lagi, tidak hanya saat HUT ke-80 Jateng,” imbuhnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM) Jateng, Eddy S Bramiyanto, mengatakan Jalidi Rapahuli merupakan rangkaian HUT ke-80 Provinsi Jawa Tengah. Ajang tersebut diikuti 980 UMKM dan mempertemukan pada 38 mitra UMKM di bidang pemasaran, pembiayaan, kompetensi, dan sertifikasi.
Dalam acara itu, kegiatan dibagi dalam lima zona pasok hulu-hilir, mulai dari zona kebutuhan barang/ jasa, zona kebutuhan rantai pasok industri besar, zona kebutuhan makan bergizi gratis, zona sertifikasi dan kompetensi produk UMKM, serta zona pembiayaan pengembangan usaha UMKM.
Adapun perusahaan besar yang ikut serta antara lain PT Garuda Indonesia, PT Indofood Sukses Makmur, dan PT GoTo Gojek Tokopedia. Ada pula enam perwakilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), BBPOM, Kementerian Hukum dan HAM, Satgas Halal UIN Walisongo, Disperindag Jateng, serta perbankan.
“Harapannya, ini mampu menjadi ajang promosi dan pemberdayaan UMKM Jawa Tengah, serta peluang dalam mengakses pemasaran, pembiayaan, sertifikasi, dan kompetensi bagi KUMKM,” kata Eddy. (*)
- Penulis: Anisya Gusti