Dukung Pemerataan Pendidikan, Pemprov Jateng Siapkan Program Sekolah Kemitraan
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Jum, 31 Okt 2025
- visibility 66

Foto: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (sumber: Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siapkan sejumlah program dalam upaya pemerataan akses pendidikan di Jawa Tengah. Hal ini dilakukan untuk menyongsong cita-cita bangsa mewujudkan generasi emas 2045.
Sampai saat ini, sudah ada program Sekolah Garuda dan Sekolah Keberbakatan untuk memastikan generasi muda mendapatkan layanan pendidikan terbaik. Nantinya, pada tahun 2025, Pemprov juta akan membuat program Sekolah Kemitraan.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menjelaskan, melalui Sekolah Kemitraan, pihaknya akan menyalurkan dana pendidikan terhadap 5.004 siswa yang putus sekolah karena masalah ekonomi. Nantinya, mereka berkesempatan belajar di sekolah swasta yang membuka program ini.
“Kita siapkan 5.000-an anak-anak miskin ekstrem yang putus sekolah. Kita tempelkan di sekolah-sekolah swasta yang sudah terprogram,” jelasnya.
Ia juga akan memastikan seluruh SMA dan SMK Negeri di Jawa Tengah gratis, sehingga sekolah tidak diperbolehkan menarik pungutan dalam bentuk apa pun. Pungutan liar di sekolah negeri merupakan bentuk pelanggaran dan akan ada konsekuensi bagi yang melanggar.
“Program pendidikan gratis itu sudah diawasi dewan pengawas. Jangan coba-coba menarik iuran, karena itu melanggar aturan. Semua biaya pendidikan di SMA/SMK negeri di Jawa Tengah gratis,” beber Luthfi.
“Intinya, kami ingin memastikan bahwa semangat pendidikan gratis, benar-benar dirasakan oleh seluruh siswa tanpa terkecuali,” lanjut dia.
Lebih lanjut, agar layanan pendidikan diterima secara merata, pihaknya juga akan memastikan sistem zonasi dijalankan dengan jujur dan tanpa praktik titip-menitip.
“Itu kebijakan pusat. Tapi saya tegaskan, di Jawa Tengah tidak ada titip-menitip siswa, atau no jasa penitipan,” tegas Luthfi. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

