Polrestabes Makassar Tangkap 4 Pelaku Penculikan Bilqis, Motif Diduga Butuh Uang
- account_circle markom kabarjatengterkini
- calendar_month Sen, 10 Nov 2025
- visibility 47

Kabarjatengterkini.com – Kasus penculikan anak yang sempat menggegerkan publik, Bilqis (4 tahun), akhirnya membuahkan hasil setelah Polrestabes Makassar berhasil menangkap empat pelaku yang terlibat dalam aksi tersebut.
Salah satu pelaku, Sri Yuliana alias Ana (30 tahun), mengaku kepada polisi bahwa penculikan itu awalnya dilakukan dengan alasan ingin merawat Bilqis.
Kepada petugas, Ana mengaku bahwa pertemuannya dengan Bilqis terjadi secara tidak sengaja di Taman Pakui Sayang, Jalan Ap Pettarani, Makassar, saat ia membawa dua anaknya untuk bermain di taman playground tersebut. Ana menjelaskan bahwa saat itu Bilqis sedang bermain sendiri tanpa pengawasan orang tua.
“Awalnya itu anak-anak bermain, saya tanya ada mama mu dia jawab tidak ada. Terus saya tanya lagi ada bapak mu, dia begini (gesture kepala geleng-geleng),” jelas Ana kepada polisi. Karena merasa Bilqis tidak berada di bawah pengawasan orang tuanya, Ana kemudian mengajak anak tersebut ikut bersamanya. “Saya tanya, mau kau ikut sama saya anak, ikut langsung,” tambahnya.
Setelah dibawa ke tempat tinggal Ana, kondisi ekonomi yang mendesak membuatnya melakukan tindakan yang lebih serius. Ana mengaku akhirnya menjual Bilqis pada tanggal 3 November 2025 kepada pelaku lain. Anak tersebut kemudian dibawa ke Jakarta, dan Ana mengaku tidak mengetahui perkembangan Bilqis setelahnya.
Selain Ana, polisi juga menangkap tiga pelaku lainnya yang berada di Provinsi Jambi. Para pelaku ini berinisial ME, NA, dan seorang laki-laki berinisial AS. Kaur Penmas Bidhumas Polda Jambi, Ipda Maulana, menjelaskan bahwa ketiga pelaku kini sudah diamankan dan akan dibawa ke Makassar untuk proses hukum lebih lanjut.
“Pelaku tiga orang sudah diamankan. Info terakhir yang kami dapat, pelaku dibawa ke Makassar karena hari Senin akan dirilis oleh Polrestabes Makassar,” ujarnya.
Kasus ini menyoroti bagaimana situasi kurangnya pengawasan anak di tempat umum bisa menjadi celah bagi tindak kriminal. Polrestabes Makassar menegaskan pentingnya kewaspadaan orang tua saat anak-anak bermain di area publik, terutama taman dan playground yang ramai dikunjungi anak-anak.
Ana sendiri mengaku bahwa niat awalnya bukan untuk melakukan kejahatan, melainkan ingin merawat Bilqis dengan baik. Namun, tekanan ekonomi membuatnya akhirnya menjual anak tersebut kepada pelaku lain.
Hal ini menjadi catatan penting bagi aparat dalam menangani kasus penculikan, terutama terkait motivasi dan tekanan ekonomi yang memengaruhi tindakan kriminal.
Pihak kepolisian kini terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan seluruh jaringan yang terlibat dalam kasus ini bisa ditindak tegas. Polisi juga berkoordinasi dengan pihak keluarga Bilqis untuk memastikan keselamatan dan pemulihan psikologis anak tersebut setelah kejadian traumatis ini.
Kasus ini menimbulkan keprihatinan publik, terutama orang tua dan masyarakat di Makassar, terkait keamanan anak-anak di ruang publik. Polrestabes Makassar telah menekankan bahwa tindakan preventif, seperti pengawasan lebih ketat oleh orang tua dan edukasi keamanan anak, menjadi kunci untuk mencegah kasus serupa terjadi di masa depan.
Selain fokus pada penegakan hukum, aparat kepolisian juga memperhatikan aspek perlindungan korban. Tim psikolog dari kepolisian dan dinas terkait siap memberikan pendampingan psikologis kepada Bilqis agar trauma akibat penculikan dapat diminimalisir.
Pendampingan ini menjadi bagian dari proses pemulihan yang holistik, termasuk pendampingan keluarga dan lingkungan sekitar anak.
Polrestabes Makassar menjanjikan akan memberikan informasi terbaru secara berkala kepada publik mengenai perkembangan kasus ini. Aparat juga menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang.
Kasus penculikan Bilqis ini kembali mengingatkan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan aparat keamanan. Dengan pengawasan yang lebih baik, edukasi keamanan anak, serta kesigapan aparat, kasus serupa diharapkan dapat dicegah.
Hingga kini, Bilqis telah berada di bawah pengawasan pihak kepolisian dan keluarga. Pihak berwenang memastikan bahwa anak tersebut dalam kondisi aman, dan proses hukum terhadap empat pelaku penculikan akan terus berlanjut. Publik diminta memberikan dukungan doa bagi keselamatan dan pemulihan Bilqis.
Penangkapan empat pelaku penculikan Bilqis menandai keberhasilan Polrestabes Makassar dalam menindak tindak kriminal yang menimpa anak-anak. Motif ekonomi yang dialami pelaku menjadi pelajaran penting terkait perlindungan anak dan kewaspadaan masyarakat.
Pemerintah dan kepolisian menekankan edukasi keamanan anak di ruang publik serta pendampingan psikologis korban sebagai langkah preventif dan rehabilitatif.
- Penulis: markom kabarjatengterkini

