Persib Bandung Menang 1-0 atas Ratchaburi, Tetap Tersingkir dari ACL 2 2025/2026
- account_circle markom kabarjatengterkini
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 5

Kabarjatengterkini.com- Persib Bandung harus mengakhiri langkahnya di ajang AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026 meski meraih kemenangan di leg kedua babak 16 besar.
Maung Bandung menang tipis 1-0 atas Ratchaburi dalam laga yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (18/2/2026). Namun hasil tersebut belum cukup untuk membalikkan keadaan setelah kalah pada leg pertama.
Gol tunggal Persib dicetak oleh Andrew Jung pada menit ke-42. Sepanjang babak pertama, tim asuhan Bojan Hodak tampil agresif dan langsung menekan sejak menit awal. Dukungan penuh Bobotoh membuat atmosfer stadion bergemuruh ketika Jung sukses memanfaatkan peluang dan menggetarkan gawang lawan.
Sayangnya, kemenangan tersebut terasa pahit. Kekalahan 0-3 pada leg pertama membuat Persib harus mengejar defisit tiga gol. Skor 1-0 di leg kedua hanya memperkecil agregat menjadi 1-3, yang memastikan langkah Persib terhenti di babak 16 besar. Sementara itu, Ratchaburi berhak melaju ke perempat final ACL 2 musim ini.
Gol Andrew Jung Sempat Hidupkan Harapan
Pada pertandingan tersebut, Persib menunjukkan permainan dominan, terutama di 45 menit pertama. Selain mencetak satu gol, Maung Bandung juga sempat membobol gawang lawan untuk kedua kalinya, namun gol tersebut dianulir wasit. Beberapa peluang emas lainnya juga tercipta, tetapi belum mampu menambah keunggulan.
Bojan Hodak menilai timnya sudah tampil cukup baik. Ia menyebut para pemain mampu menjalankan strategi dengan maksimal, meskipun Ratchaburi lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik.
“Saya pikir selama 45 menit kami bermain cukup baik. Mereka bertahan dengan 10 pemain, tetapi kami berhasil mencetak gol. Kami juga mendapati satu gol dianulir dan beberapa peluang lainnya,” ujar Hodak usai pertandingan.
Kartu Merah Ulliam Baros Jadi Titik Balik
Situasi berubah menjelang turun minum setelah Ulliam Baros diganjar kartu merah oleh wasit. Bermain dengan 10 orang sepanjang babak kedua membuat Persib kesulitan untuk tampil lebih ofensif. Kondisi tersebut semakin memperberat misi mengejar agregat tiga gol.
Bermain dengan kekurangan jumlah pemain membuat Persib harus lebih berhati-hati dalam membangun serangan. Intensitas tekanan pun menurun, sementara Ratchaburi mulai lebih berani keluar menyerang untuk mengamankan agregat.
Hodak mengaku yakin hasil pertandingan bisa berbeda jika timnya tetap bermain dengan 11 pemain hingga akhir laga.
“Dan saya percaya bahwa jika kami memiliki 11 pemain, kami akan lolos,” katanya.
Bojan Hodak Soroti Kepemimpinan Wasit
Di balik kemenangan yang tidak cukup menyelamatkan langkah Persib, Bojan Hodak juga menyinggung kepemimpinan wasit asal Arab Saudi, Majed Mohammed Alshamrani. Meski enggan berbicara panjang lebar, pelatih asal Kroasia tersebut mengisyaratkan adanya sejumlah keputusan yang menurutnya merugikan tim.
“Mengenai wasit, sayangnya saya tidak bisa bicara. Karena saya punya daftar panjang untuk dibicarakan, tidak hanya tentang kartu, tentang banyak hal,” ujarnya.
Persib, lanjut Hodak, akan melayangkan protes resmi kepada AFC terkait sejumlah keputusan dalam pertandingan tersebut. Namun ia menyadari bahwa langkah tersebut tidak akan mengubah hasil akhir.
“Kami akan mengirimkan ini secara resmi ke AFC. Saya yakin mereka akan membalas dan kami akan mempelajarinya, tetapi tidak ada yang akan berubah. Kami tereliminasi,” tegasnya.
Persib Fokus ke Kompetisi Domestik
Meski tersingkir dari ACL 2 2025/2026, kemenangan atas Ratchaburi tetap menunjukkan semangat juang para pemain Persib. Dukungan penuh dari suporter di GBLA menjadi bukti bahwa tim kebanggaan Bandung tersebut tetap memiliki mentalitas kuat di pentas Asia.
Kini, Persib dipastikan harus mengalihkan fokus ke kompetisi domestik. Evaluasi menyeluruh akan menjadi pekerjaan rumah bagi Bojan Hodak dan jajaran pelatih, terutama dalam menjaga konsistensi permainan dan kedalaman skuad.
Kegagalan melangkah ke perempat final memang menyisakan kekecewaan. Namun kemenangan di leg kedua tetap menjadi catatan positif bahwa Persib mampu bersaing dan tampil dominan, meski akhirnya harus mengakhiri perjalanan di ACL 2 musim ini lebih cepat dari harapan.
- Penulis: markom kabarjatengterkini

