Oknum HRD Terlibat Pungli Rekrutmen, Korban Geruduk Pabrik PT Misaja Mitra
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 7

Foto: ilustrasi (Sumber: unsplash)
Pati, Kabarjatengterkini.com – Pabrik pengolahan udang PT Misaja Mitra, Margoyoso, Pati, digeruduk massa, pada Jumat (2/10/2026). Aksi unjuk rasa tersebut berkaitan dengan dugaan praktik pungutan liar (pungli) proses rekrutmen karyawan.
Salah satu warga bernama Widodo mengaku pernah menyerahkan uang Rp2 juta kepada oknum bernama Sujoko dengan janji anaknya bisa diterima kerja. Namun, janji tersebut tak kunjung ditepati. Ia menyebut, banyak korban lainnya yang bernasib serupa.
“Anak saya perempuan, lulus kuliah. Yang menjanjikan Pak Joko, bilangnya ‘ya sudah saya masukkan’. Terus tidak ada kabar. Tiap ditagih jawabannya belum ada lowongan,” ujarnya, dilansir dari Tribunjateng.
“Selain saya banyak korban lain,” tambahnya.
Setidaknya, ada enam korban yang hadir dalam audiensi yang digelar antara perwakilan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), warga, dan manajemen PT Misaja Mitra. Hasilnya, mereka menerima pengembalian uang nominal variatif, mulai dari Rp2 juta hingga Rp5 juta.
Dengan demikian, perkara berhasil diselesaikan secara damai, sehingga kasus tak jadi dibawa ke ranah hukum.
Sementara itu, pihak PT Misaja Mitra turut menyampaikan permohonan maaf kepada korban dan masyarakat. Pihaknya memastikan tak memungut biaya dalam proses rekruitmen karyawan, dan mengambil langkah tegas dengan memecat manajer HRD, Heru Sujoko.
“Di sini kerja tidak ada pungutan. Kalau ada pungutan begini itu bukan dari kami. Pak Joko sudah kami pecat,” ujar Vice President PT Misaja Mitra, Budiono.
“Atas nama saya pribadi, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya. Mungkin yang saya lakukan, yang saya perbuat itu merupakan suatu kesalahan,” lanjut dia.
Perusahaan juga berkomitmen mengutamakan tenaga kerja dari wilayah sekitar, termasuk pegawai yang sempat di-PHK secara sepihak. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

