Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Oknum HRD Terlibat Pungli Rekrutmen, Korban Geruduk Pabrik PT Misaja Mitra

Oknum HRD Terlibat Pungli Rekrutmen, Korban Geruduk Pabrik PT Misaja Mitra

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Sab, 3 Okt 2026
  • visibility 13

Pati, Kabarjatengterkini.com – Pabrik pengolahan udang PT Misaja Mitra, Margoyoso, Pati, digeruduk massa, pada Jumat (2/10/2026). Aksi unjuk rasa tersebut berkaitan dengan dugaan praktik pungutan liar (pungli) proses rekrutmen karyawan.

Salah satu warga bernama Widodo mengaku pernah menyerahkan uang Rp2 juta kepada oknum bernama Sujoko dengan janji anaknya bisa diterima kerja. Namun, janji tersebut tak kunjung ditepati. Ia menyebut, banyak korban lainnya yang bernasib serupa.

“Anak saya perempuan, lulus kuliah. Yang menjanjikan Pak Joko, bilangnya ‘ya sudah saya masukkan’. Terus tidak ada kabar. Tiap ditagih jawabannya belum ada lowongan,” ujarnya, dilansir dari Tribunjateng.

“Selain saya banyak korban lain,” tambahnya.

Setidaknya, ada enam korban yang hadir dalam audiensi yang digelar antara perwakilan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), warga, dan manajemen PT Misaja Mitra. Hasilnya, mereka menerima pengembalian uang nominal variatif, mulai dari Rp2 juta hingga Rp5 juta.

Dengan demikian, perkara berhasil diselesaikan secara damai, sehingga kasus tak jadi dibawa ke ranah hukum.

Sementara itu, pihak PT Misaja Mitra turut menyampaikan permohonan maaf kepada korban dan masyarakat. Pihaknya memastikan tak memungut biaya dalam proses rekruitmen karyawan, dan mengambil langkah tegas dengan memecat manajer HRD, Heru Sujoko.

“Di sini kerja tidak ada pungutan. Kalau ada pungutan begini itu bukan dari kami. Pak Joko sudah kami pecat,” ujar Vice President PT Misaja Mitra, Budiono.

“Atas nama saya pribadi, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya. Mungkin yang saya lakukan, yang saya perbuat itu merupakan suatu kesalahan,” lanjut dia.

Perusahaan juga berkomitmen mengutamakan tenaga kerja dari wilayah sekitar, termasuk pegawai yang sempat di-PHK secara sepihak. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • Heboh Dugaan Bullying PPDS Unsri Diminta Biayai Clubbing Hingga Skincare, Kemenkes: Ini Kasus Lama

    Junior PPDS Unsri Diduga Dimintai Biaya Clubbing Hingga Skincare oleh Senior, Kemenkes: Ini Kasus Lama

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Heboh dugaan perundungan (bullying) terhadap seorang junior program pendidikan dokter spesialis (PPDS) di Universitas Sriwijawa (Unsri), Sumatera Selatan (Sumsel). Menurut informasi yang beredar, korban sempat melakukan percobaan bunuh diri. Adapun dugaan perundungan dilakukan dengan modus meminta uang tunai kepada junior untuk memenuhi gaya hidup senior, termasuk uang clubbing, olahraga, skincare, tiket konser, biaya […]

  • Penurunan Muka Tanah di Pesisir Semarang Capai 10 Sentimeter per Tahun

    Penurunan Muka Tanah di Pesisir Semarang Capai 10 Sentimeter per Tahun

    • calendar_month Sel, 2 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Penurunan muka tanah (land subsidence) di sejumlah wilayah pesisir Semarang mencapai 10 sentimeter per tahun. Ini turut menjadi perhatian pemerintah pusat lantaran berdampak pada meningkatnya potensi bencana rob. Hal ini disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup (LH), Muhammad Jumhur Hidayat. Ia menyebutkan, kenaikan muka laut regional mencapai 2,1 milimeter per tahun, sedangkan penurunan muka […]

  • Kader PKK Terima Pelatihan Pijat Bayi, Bermanfaat Kembangkan Motorik dan Kognitif

    Kader PKK Terima Pelatihan Pijat Bayi, Bermanfaat Kembangkan Motorik dan Kognitif

    • calendar_month Sab, 11 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 178
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Pijat bayi disebut bermanfaat bagi kesehatan bayi, setidaknya bisa diberikan 10 hari atau 2 minggu setelah lahir. Gerakan pijat bayi disebut memberikan manfaat pada kesehatan, perkembangan motorik, dan kognitif bayi. Praktik pijat bayi tersebut dianjurkan untuk menggunakan minyak dari bahan alami tanpa bahan kimia untuk mengurangi risiko alergi. Terlebih, kulit bayi dianggap […]

  • rembang

    Upayakan Regenerasi Petani, Pemkab Rembang Kenalkan Teknologi Pertanian Modern

    • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kabupaten Rembang terus mengupayakan regenerasi petani di wilayahnya. Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan mengedukasi anak muda agar tertarik terjun ke lapangan. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto menyebutkan, edukasi dilakukan lewat pengenalan teknologi-teknologi pertanian modern. Hal ini dilakukan agar tercipta mindset bahwa bertani zaman […]

  • pemakaman

    Penemuan Pemakaman Prajurit Zaman Perunggu Berusia 3.800 Tahun di Azerbaijan

    • calendar_month Sel, 29 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Azerbaijan kembali menjadi sorotan dunia arkeologi setelah para peneliti berhasil menemukan sebuah makam Zaman Perunggu yang diperkirakan berusia sekitar 3.800 tahun. Situs pemakaman yang unik ini berisi jenazah seorang prajurit bertubuh jangkung yang memegang sebuah tombak bercabang empat, sebuah artefak langka yang menunjukkan statusnya sebagai pejuang dan kemungkinan pemimpin militer di zamannya. Lokasi dan […]

  • Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin

    Wagub Jateng Bantah Isu Penonaktifan Guru Honorer di Tahun 2027

    • calendar_month Sel, 26 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah merespon isu tentang penonaktifan guru honorer pada tahun 2027. Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin menyebutkan bahwa isu tersebut tidak benar. Pihaknya memang perlu memeriksa kondisi keuangan pemerintah daerah, namun dipastikan tak akan ada penonaktifan guru honorer. “Tetapi Jawa Tengah insyaallah tidak ada pemberhentian guru-guru […]

expand_less