Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Internasional » Gen Z Nepal Pimpin Aksi Demo Usai Medsos Diblokir, 19 Tewas

Gen Z Nepal Pimpin Aksi Demo Usai Medsos Diblokir, 19 Tewas

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Rab, 10 Sep 2025
  • visibility 208

Kabarjatengterkini.com, Kathmandu, Nepal – Gelombang demonstrasi besar-besaran mengguncang Nepal setelah pemerintah memblokir sejumlah platform media sosial dan dianggap gagal menangani praktik korupsi yang semakin merajalela.

Aksi protes yang dipimpin oleh generasi muda, terutama Gen Z Nepal, berubah menjadi bentrokan berdarah yang menewaskan sedikitnya 19 orang dan menyebabkan ratusan lainnya terluka.

Demo yang berlangsung pada Senin (8/9) di Kathmandu ini dipicu oleh kebijakan pemerintah yang memblokir akses ke media sosial seperti TikTok, Facebook, dan Reddit.

Pemerintah menyatakan pemblokiran dilakukan karena platform tersebut gagal mendaftar secara resmi dan dianggap menjadi sarang penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga penipuan online.

Namun, warga—terutama anak muda—melihatnya sebagai pembungkaman kebebasan berekspresi, terutama karena media sosial telah menjadi wadah utama mereka menyuarakan ketidakpuasan terhadap elit politik.

Gen Z Nepal Memimpin Perlawanan: Lawan Nepo Baby & Korupsi

Aksi demonstrasi ini menjadi unik karena dipimpin oleh anak muda, terutama Gen Z, yang selama ini aktif mengampanyekan isu sosial dan politik melalui media sosial.

Salah satu gerakan yang muncul adalah kampanye “Nepo Kids” atau “Nepo Babies”, sebuah istilah yang merujuk pada anak-anak pejabat yang hidup mewah karena dugaan hasil korupsi orang tua mereka.

Dilansir dari The Kathmandu Post, kampanye ini menjadi viral di TikTok dan Reddit, dengan ratusan unggahan yang memperlihatkan gaya hidup mewah anak-anak politisi, seperti mobil sport, pendidikan mahal di luar negeri, serta liburan ke destinasi eksklusif.

Semua itu kontras dengan kehidupan sebagian besar warga Nepal yang harus bekerja keras di luar negeri demi menyambung hidup.

Kami lelah melihat kekayaan yang berasal dari uang rakyat. Saat rakyat susah, anak pejabat pesta pora. Ini bukan hanya soal medsos, tapi soal keadilan,” ujar seorang demonstran muda di Kathmandu.

Polisi Tembakkan Gas Air Mata dan Peluru Karet

Aksi unjuk rasa yang awalnya berlangsung damai berubah menjadi kerusuhan ketika ribuan demonstran mencoba menerobos barikade keamanan menuju gedung parlemen Nepal. Polisi merespons dengan tembakan gas air mata dan peluru karet, yang akhirnya memicu kekacauan.

Otoritas keamanan setempat segera memberlakukan jam malam di area sekitar gedung parlemen. Namun, hal ini tak mampu meredam kemarahan massa. Mereka menuntut pencabutan larangan media sosial dan pemberantasan korupsi di semua lini pemerintahan.

Kantor Presiden dan Rumah PM Dibakar Massa

Situasi semakin memanas pada Selasa (9/9), ketika amuk massa menjalar ke titik-titik vital negara. Kantor Presiden Nepal, Sheeal Niwas, serta rumah pribadi Perdana Menteri K.P. Sharma Oli dibakar massa.

Menurut laporan The Himalayan Times, massa mengepung kediaman Oli di kawasan Balkot dan menuntut pertanggungjawaban atas kematian 19 demonstran. Tidak lama setelah pengepungan, rumah tersebut dilaporkan hangus terbakar. Di saat yang hampir bersamaan, kantor presiden juga dilaporkan terbakar akibat lemparan bom molotov.

Polisi terus mencoba membubarkan massa dengan kekuatan penuh, namun protes telah meluas ke kota-kota besar lainnya.

PM K.P. Sharma Oli Mundur, Pemerintah Cabut Blokir Medsos

Menghadapi tekanan publik yang semakin besar, Perdana Menteri K.P. Sharma Oli secara resmi mengundurkan diri pada Selasa malam (9/9). Dalam pernyataan singkatnya, Oli menyatakan bertanggung jawab atas kekacauan yang terjadi dan berharap pergantian kepemimpinan dapat meredakan situasi.

Tak lama setelah pengunduran diri Oli, pemerintah Nepal juga mencabut kebijakan pemblokiran media sosial, sebagai upaya meredam gelombang kemarahan publik.

Namun, pengunduran diri Oli tampaknya belum cukup. Banyak demonstran menyatakan bahwa ini bukan sekadar soal satu orang, tapi tentang sistem yang sarat korupsi.

Dunia Internasional Soroti Krisis Nepal

Organisasi HAM internasional, termasuk Amnesty International dan Human Rights Watch, telah menyerukan investigasi mendalam terhadap penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat keamanan Nepal.

Negara-negara tetangga seperti India dan Tiongkok juga mulai memantau ketat perkembangan politik di Nepal, mengingat potensi ketidakstabilan kawasan yang bisa berdampak regional.

Dari Medsos ke Revolusi Jalanan

Demo besar di Nepal menandai babak baru dalam perlawanan rakyat terhadap korupsi dan penindasan digital. Dimotori oleh generasi muda yang cerdas secara digital dan berani menyuarakan kebenaran, protes ini menunjukkan bagaimana pemblokiran media sosial justru bisa memicu gelombang kemarahan sosial yang lebih besar.

Dengan mundurnya Perdana Menteri Oli dan kembalinya akses ke media sosial, pertanyaan terbesar kini adalah: Apakah perubahan nyata akan benar-benar terjadi di Nepal?

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • prajurit

    TNI Kerahkan 30 Ribu Prajurit untuk Percepat Penanganan Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Sebanyak 30.864 prajurit TNI dari tiga matra — TNI Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU) — resmi dikerahkan ke wilayah Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Langkah besar ini dilakukan sebagai respon cepat pemerintah terhadap bencana banjir bandang, tanah longsor, dan kerusakan infrastruktur yang menimpa berbagai wilayah di […]

  • Pemprov Jateng Terus Dorong Upaya Pengentasan Kemiskinan

    Pemprov Jateng Terus Dorong Upaya Pengentasan Kemiskinan

    • calendar_month Sen, 18 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 197
    • 0Komentar

      Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) terus berupaya dalam pengentasan kemiskinan di wilayahnya. Terlebih, permasalahan ini masih menjadi tantangan dalam percepatan pembangunan. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa pemerintah pusat memberikan amanat kepada seluruh pemerintah daerah untuk menekan tingkat kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem menjadi nol persen. Menurutnya, pendekatan secara komprehensif […]

  • Fadli Zon Ungkap Alasan Soeharto Dapat Gelar Pahlawan Nasional

    Fadli Zon Ungkap Alasan Soeharto Dapat Gelar Pahlawan Nasional

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 176
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) sekaligus Menteri Kebudayaan Fadli Zon ungkap sejumlah alasan penetapan Presiden RI ke-2 Soeharto sebagai Pahlawan Nasional. Menurutnya, Soeharto telah memberikan jasa-jasa bagi Republik Indonesia, sehingga gelar pahlawan pantas didapatkan. Dia diketahui telah mengikuti sejumlah operasi militer besar, hingga menghentikan pemberontakan G30 September 1965. […]

  • trans semarang

    Bus Listrik Trans Semarang Koridor 1 Diuji Coba, Warga Bisa Naik Secara Gratis

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Uji coba bus listrik Trans Semarang mulai dilakukan pada Rabu (5/11/2025) dengan melayani rute Terminal Mangkang-Terminal Penggaron. Lewat uji coba ini, masyarakat bisa naik bus listrik secara gratis. Operasionalisasi bus listrik ini turut menjadi upaya Pemerintah Kota Semarang menghadirkan moda transportasi publik yang tidak hanya nyaman, namun juga modern. Tahap uji coba […]

  • Dishub Solo Beri Penjelasan Terkait Laporan Tarif Parkir Progresif, karena Parkir Berjam-jam

    Dishub Solo Beri Penjelasan Terkait Laporan Tarif Parkir Progresif, karena Parkir Berjam-jam

    • calendar_month Rab, 1 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Warga Kota Solo mengeluhkan tarif parkir progresif di kawasan Jalan Slamet Riyadi. Tarif tersebut ditarik lantaran yang bersangkutan memarkirkan kendaraannya hampir seharian, sehingga diminta membayar lebih dari yang tertulis di karcis. Mengenai hal tersebut, Kepala UPTD Perparkiran Dishub Solo Haryono, menjelaskan bahwa laporan tersebut sudah diterima oleh pihak Dishub. Segera setelahnya, pihaknya langsung […]

  • Pemprov Jateng Diharapkan Perkuat Ekonomi Kreatif

    Pemprov Jateng Diharapkan Perkuat Ekonomi Kreatif

    • calendar_month Rab, 13 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) diharapkan berkomitmen perkuat ekosistem ekonomi kreatif (ekraf) di wilayahnya. Pasalnya, Jateng memiliki potensi kreatif yang beragam, terlebih desa wisatanya. “Kami melihat, tahun ini momentum Jawa Tengah untuk ekonomi kreatif atau menjadi provinsi kreatif,” kata Ketua Komekraf Jawa Tengah, Ahmad Khairudin usai menemui Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, […]

expand_less