Pemprov Jateng Upayakan Perluasan Pelatihan Tanggap Bencana Terhadap Para Difabel
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Jum, 8 Agu 2025
- visibility 217

Foto: Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin (Sumber: Dok. Pemprov Jateng)
Salatiga, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) mengupayakan pelatihan tanggap bencana ke masyarakat. Upaya ini juga menyasar para difabel di wilayahnya.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin mengatakan bahwa pelatihan tanggap kebencanaan terhadap difabel penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan saat terjadi bencana. Sehingga, pihaknya berkoordinasi dengan PMI dan BPBD terkait hal ini.
“Kawan-kawan difabel benar-benar ikut andil. Bukan hanya mendonorkan darah, akan tetapi juga dilatih oleh PMI dan BPBD dalam (pelatihan) kebencanaan yang ada di Jawa Tengah,” ujarnya, Kamis (7/8/2025).
Pelatihan kebencanaan bagi difabel di Jawa Tengah terus diperluas. Ia menjelaskan, dari 35 kabupaten/ kota, hanya delapan daerah yang belum dijangkau. Nantinya, daerah-daerah tersebut juga akan mendapatkan akses pelatihan di tahun ini.
“Yang belum, Insyaallah pada tahun ini akan ditambahkan lagi. Jadi, kebencanaan ini tidak memandang difabel atau tidak. Akan tetapi mereka harus benar-benar tanggap,” terangnya.
Saat ini, layanan kebencanaan masih menggunakan standar umum, padahal masing-masing penyandang difabel memiliki kondisi yang berbeda.
Maka dari itu, salah satu tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan inklusifitas. Dengan demikian, para difabel di berbagai daerah bisa terlayani dengan baik saat terjadi bencana.
Sebagai informasi, digelar penyerahan Penghargaan dan Temu Donor Darah Sukarela ke-50 dan ke-75 kali Palang Merah Indonesia (PMI) kabupaten/kota se-Jawa Tengah, di Auditorium Univesitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, Kamis (7/8/2025).
Pada kegiatan tersebut, terdapat 2.140 orang penerima penghargaan. Mereka terdiri dari 1.614 pendonor sebanyak 50 kali, dan 526 pendonor sebanyak 75 kali.
Di kesempatan itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jateng menyalurkan 10 unit kursi roda, 10 pasang kruk atau alat bantu jalan, 10 paket Al-Qur’an braille untuk Yayasan Komunitas Sahabat Mata, dan penyaluran dana untuk pembangunan Rumah Sahabat untuk semua ragam disabilitas Rp20 juta.
Kemudian dilanjutkan penyaluran dana kebencanaan untuk wilayah Sirampok, Kabupaten Brebes, dari PMI se-Jawa Tengah, sebesar Rp190,5 juta. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

