Pemkab Rembang Optimalkan Layanan Penanganan HIV/AIDS di Faskes untuk Tekan Penularan
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sel, 2 Des 2025
- visibility 42

Foto: Epidemiolog Kesehatan Muda Dinkes Rembang, Martha Gusmanthika (Sumber: Pemkab Rembang)
Rembang, Kabarjatengterkini.com – Layanan penanganan HIV/AIDS di Kabupaten Rembang dipastikan berjalan optimal. Layanan yang dimaksud meliputi pemeriksaan viral load, terapi degan obat antiretroviral (ARV), hingga konseling.
Epidemiolog Kesehatan Muda Dinkes Rembang, Martha Gusmanthika menyebutkan, pemeriksaan viral load dan terapi pengobatan ARV merupakan upaya untuk menekan penularan. Ia memastikan ketersediaan obat ARV di faskes Rembang.
“Untuk obat ARV, Alhamdulillah tersedia semua di Rembang,” ucap dia, Selasa (2/12/2025).
Tanpa terapi teratur, risiko infeksi meningkat dan penurunan kondisi kesehatan pasien.
Sementara itu, pemeriksaan viral load merupakan tes darah guna mengukur jumlah virus HIV dalam tubuh pengidap HIV. Ini penting untuk menilai efektivitas terapi ARV, menentukan risiko penularan, dan membantu dokter dalam penanganan lebih lanjut.
Martha mengatakan, pemeriksaan viral load dilakukan pada enam bulan setelah pasien memulai ARV. Pada bulan ke-12 dan selanjutnya, pemeriksaan bisa dilakukan setahun sekali bagi pengidap yang sudah lama menjalani terapi.
“Kalau pasien patuh minum ARV dengan adhesi di atas 90 persen, virusnya biasanya tersupresi. Jika viral load di bawah 40 kopi per mililiter, mesin tidak akan mendeteksi. Itu artinya tidak menularkan,” jelas Martha.
Saat ini, ada dua faskes yang melayani tes viral load tersebut, yakni RSUD dr. R. Soetrasno dan Puskesmas Kragan 2.
Selain itu, Dinkes Rembang juga memperkuat layanan konseling bagi orang dengan HIV (ODHIV), serta kelompok masyarakat berisiko. Setiap puskesmas dan rumah sakit telah memiliki tenaga konselor, terdiri dari dokter, bidan, dan perawat.
Selain di faskes, konseling mengenai HIV/AIDS juga dilakukan di sekolah-sekolah, kegiatan posyandu, serta penguatan informasi di tingkat masyarakat.
“Untuk konseling ini kita memiliki konselor di setiap puskesmas termasuk di rumah sakit. Selain itu kami juga konseling di sekolah, dan di masyarakat melalui kegiatan posyandu,” terangnya. (Adv)
- Penulis: Anisya Gusti

