Penting untuk Jalur Perdagangan, Pemkot Semarang Bakal Betonisasi Jalan Citarum
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sen, 16 Mar 2026
- visibility 57

Foto: Betonisasi Jalan Citarum, Kota Semarang (Sumber: Pemkot Semarang)
Semarang, Kabarjatengterkini.com – Jalan Citarum, Kota Semarang, bakal dilakukan betonisasi permanen sekitar pertengahan tahun 2026. Ini sebagai upaya perbaikan, mengingat jalan ini merupakan salah satu jalur perdagangan penting di pusat kota.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyebutkan bahwa kerusakan Jalan Citarum dipicu karena genangan air saat hujan, hingga beban kendaraan berat yang melebihi kapasitas. Maka dari itu, dibutuhkan upaya penanganan perbaikan jangka pendek maupun jangka panjang.
“Berdasarkan evaluasi teknis, kerusakan di Jalan Citarum dipicu oleh elevasi jalan yang rendah sehingga sering terjadi genangan air saat hujan tinggi,” kata Agustina, Minggu (15/3/2026).
“Selain itu, beban kendaraan berat yang melebihi kapasitas atau ODOL (Over Dimension Over Loading) mempercepat kerusakan aspal di beberapa titik kritis,” lanjut dia.
Adapun penanganan jangka pendek berupa perbaikan parsial dan pemeliharaan rutin oleh Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Sedangkan, penanganan jangka panjang dilakukan dengan betonisasi permanen.
Diketahui, proyek betonisasi diproyeksikan baru sampai ke tahap lelang pada Mei 2026. Maka dari itu, selama perbaikan dan pemeliharaan jalan rutin, pihaknya memastikan aktivitas masyarakat tidak akan terganggu karena adanya pengerjaan jalan ini.
“Sambil menunggu peningkatan jalan secara menyeluruh, perbaikan paving dan tambal sulam rutin tetap kami lakukan. Kami tidak ingin aktivitas ekonomi warga terganggu sehingga pemeliharaan terus berjalan agar fungsi jalan tetap terjaga,” jelasnya.
Pengerjaan fisik betonisasi akan dilakukan di sepanjang 510 meter dengan lebar 14 meter pada bulan Agustus 2026. Ruas jalan ini mencakup simpang Jalan Dr. Cipto hingga simpang Jalan Indragiri Utara. Sampai saat ini, Pemkot Semarang terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna menjaga preservasi jalan.
“Kami akan menempatkan rambu batas beban melalui Dishub untuk mengatur lalu lintas kendaraan berat, yang dibarengi dengan dukungan penindakan dari jajaran Satlantas. Hal ini menjadi kunci utama agar kualitas infrastruktur tidak cepat rusak kembali akibat beban berlebih, sehingga umur jalan bisa bertahan lebih lama,” tegasnya lagi.
Selain perbaikan fisik jalan, Pemkot Semarang juga akan melakukan pembersihan sedimen pada saluran drainase di sisi kanan dan kiri jalan secara berkala. Upaya ini dilakukan untuk memastikan aliran air menuju pompa berjalan lancar dan meminimalisir genangan di badan jalan. (adv)
- Penulis: Anisya Gusti

