Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kuliner » 6 Hidangan Khas Daerah di Indonesia Saat Lebaran

6 Hidangan Khas Daerah di Indonesia Saat Lebaran

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 27 Mar 2025
  • visibility 323

kabarjatengterkini.com – Ada beberapa jenis hidangan khas Indonesia yang tersaji di meja saat Lebaran. Apalagi, Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan kuliner dan budayanya. Sehingga, setiap daerah di Indonesia memiliki makanan khas masing-masing untuk disantap di hari kemenangan.

Sajian khas Lebaran berikut ini memiliki cita rasa yang lezat dan kaya akan rempah-rempah. Tak hanya itu, hidangan-hidangan tersebut juga memiliki filosofi dan nilai budaya yang dipercayai oleh masyarakat setempat.

Lantas, apa saja hidangan khas daerah di Indonesia yang tersaji saat Lebaran? Simak penjelasan selengkapnya berikut!

Ketupat sayur

Ketupat sayur adalah hidangan khas Indonesia yang terbuat dari ketupat, sayuran, dan kuah santan. Ciri khas ketupat sayur di setiap daerah berbeda-beda. Misalnya, ketupat sayur Betawi disajikan dengan sayur labu siam, kacang panjang, dan daun melinjo, serta kuah santan yang kaya rasa.

Sementara itu ketupat sayur Jawa Tengah dan Yogyakarta disajikan dengan sayur tauge, kacang panjang, dan kangkung, serta kuah yang lebih ringan. Ketupat sayur Sumatera Utara sendiri disajikan dengan sayur daun singkong, kacang panjang, dan tauge, serta kuah santan yang kaya rasa.

Opor ayam

Opor ayam sebenarnya adalah ayam rebus yang diberi bumbu kental dari santan yang ditambah berbagai bumbu seperti serai, kencur, dan garam. Tidak hanya tersaji pada hari lebaran, opor ayam juga banyak di konsumsi sebagai menu sehari-hari.

Opor biasanya di sajikan bersama dengan ketupat ataupun nasi. Opor ayam memiliki makna mendalam, di antaranya sebagai simbol kemakmuran, permintaan maaf, dan kesucian. Opor ayam juga melambangkan kebersamaan, kehangatan keluarga, dan gotong royong.

Rendang

Rendang adalah masakan tradisional Indonesia yang berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat. Rendang terbuat dari daging, santan dan rempah-rempah khas Indonesia, dan dimasak dalam waktu yang lama sampai mengental. Rendang menyimpan filosofi kehidupan tentang kesabaran, kebijaksanaan, dan kegigihan.

Bumbu-bumbu yang biasanya digunakan pada rendang antara lain cabai, serai, lengkuas, kunyit, jahe dan bawang. Rendang memiliki cita rasa khas campuran dari berbagai macam rempah, dengan rasa yang dominan adalah asin, manis, dan gurih.

Bebek gulai kurma

Bebek Gulai Kurma adalah hidangan khas Aceh yang terdiri dari daging bebek yang dimasak dengan kuah santan bumbu gulai, dan rempah-rempah seperti cengkih, kayu manis, biji pala, dan kapulaga, yang memberikan rasa dan aroma yang khas.

Hidangan ini memiliki cita rasa dari kuah gulai yang gurih, serta daging bebek yang bertekstur lembut. Hidangan ini merupakan hidangan khas Aceh, sering disajikan saat Lebaran di Kota Serambi Mekah.

Ayam woku

Ayam woku adalah masakan khas Manado, Sulawesi Utara, yang terkenal dengan cita rasa pedas, gurih, dan kaya rempah. Hidangan ini identik dengan bumbu kuning dan aroma harum dari daun kemangi, daun jeruk, dan serai.

Selain ayam, woku juga bisa dibuat dengan ikan atau daging sapi. Nama ‘woku’ berasal dari bahasa Minahasa yang berarti ‘dihancurkan’, merujuk pada proses penghancuran bumbu untuk menciptakan rasa yang seimbang dan lezat.

Soto Banjar

Soto Banjar adalah hidangan soto khas Kalimantan Selatan (Kalsel), khususnya Banjarmasin. Nama kuliner ini diambil dari suku mayoritas yang mendiami wilayah Kalsel, yakni suku Banjar. Soto Banjar diperkirakan ada sejak setelah tahun 1563.

Hidangan ini berisi kuah kaldu ayam kampung dengan aroma rempah-rempah, disajikan dengan soun, daging ayam suwir, telur rebus, dan perkedel, serta potongan ketupat. Di atasnya juga ditambahkan taburan bawang goreng, irisan daun bawang, seledri, sambal, dan jeruk nipis. (*)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin

    Wacana Kebijakan Enam Hari Sekolah di Jawa Tengah Masih Dikaji

    • calendar_month Sel, 25 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Wacana enam hari sekolah untuk SMA/SMK di Jawa Tengah masih dalam tahap kajian. Pembahasan dilakukan secara komprehensif dengan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari akademisi hingga pakar di bidang pendidikan. Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin menyebutkan, diskusi dilakukan untuk menetapkan kebijakan tentang jumlah hari efektif sekolah per minggu. Pasalnya, penerapan lima atau enam hari […]

  • Industri Hijau di Jawa Tengah Semakin Menggeliat

    Industri Hijau di Jawa Tengah Semakin Menggeliat

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 305
    • 0Komentar

      Batang, Kabarjatengterkini.com – Industri hijau di Jawa Tengah semakin menggeliat. Terlebih dengan peresmian operasional tahap I PT Solar Energi Generasi (SEG) Solar Manufaktur Indonesia di Kawasan Industropolis Batang baru-baru ini. “Hari ini kita telah meresmikan energi terbarukan terkait dengan solar panel. Jadi solar panel ini adalah salah satu yang terbesar yang berinvestasi di Jawa […]

  • mematikan

    Nyamuk: Pembunuh Paling Mematikan di Dunia yang Tak Terlihat

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 551
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Ketika mendengar kata “hewan paling mematikan,” apa yang pertama kali terlintas di benakmu? Mungkin kamu akan menyebut hiu putih raksasa yang menakutkan, beruang grizzly yang ganas, atau singa yang menjadi raja hutan. Tak jarang media juga menyoroti serangan hewan-hewan buas tersebut yang sering berujung pada tragedi. Namun, tahukah kamu bahwa hewan paling mematikan di […]

  • Ratusan Jemaah Haji Jawa Tengah Kloter 1 Berangkat ke Tanah Suci Lewat Embarkasi Solo

    Ratusan Jemaah Haji Jawa Tengah Kloter 1 Berangkat ke Tanah Suci Lewat Embarkasi Solo

    • calendar_month Rab, 22 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 360 jemaah haji asal Jawa Tengah dilepas ke Tanah Suci dari Embarkasi Solo, pada Rabu (22/4/2026) pukul 01.05 WIB. Pemberangkatan dilakukan mulai dari kloter pertama asal Kabupaten Tegal. Menurut data Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jateng, kuota jemaah haji Jawa Tengah 2026 mencapai 34.122 orang. Rinciannya, 32.138 jemaah urut porsi, 1.706 […]

  • Heboh Video Deretan Motor Berlogo BGN, Dadan Ungkap Pengadaan untuk Kepala SPPG

    Heboh Video Deretan Motor Berlogo BGN, Dadan Ungkap Pengadaan untuk Kepala SPPG

    • calendar_month Sel, 7 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Heboh video di media sosial yang menampilkan deretan sepeda motor berlogo Badan Gizi Nasional (BGN). Menurut pihak BGN, kendaraan itu merupakan pengadaan yang telah dianggarkan sejak tahun 2025. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa deretan motor yang ditampilkan di video merupakan pengadaan motor listrik bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi […]

  • Tempat Penyimpanan Bawang Merah Diwacanakan Dibangun di Pati

    Tempat Penyimpanan Bawang Merah Diwacanakan Dibangun di Pati

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Pati, kabarjatengterkini.com – Tempat penyimpanan bawang merah atau cold storage diwacanakan akan dibangun di Kabupaten Pati. Hal itu diungkap oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Pati, Muhtar. Rencananya, pembangunan tersebut merupakan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia di Kementerian Pertanian. “Itu rencana kerja sama dengan Kemenko Pertanian, […]

expand_less