Dukung Ketahanan Gizi Masyarakat, Pemprov Galakkan Gerakan Pangan Murah
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Kam, 31 Jul 2025
- visibility 173

Foto: Ahmad Luthfi di Gerakan Pangan Murah Wonosobo (Sumber: Dok Pemprov Jateng)
Wonosobo, Kabarjatengterkini.com – Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus menggalakkan Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah kabupaten/ kota. Program ini bertujuan memudahkan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.
Program tersebut diinisiasi oleh Pemprov Jateng melalui kolaborasi lintas sektor, seperti Bulog, Baznas, dan kelompok tani. Dengan program ini, harga bahan pangan bisa tetap stabil, sehingga meningkatkan daya beli dan membantu masyarakat dalam pemenuhan gizi keluarga.
“Gerakan pangan murah ini mendukung ketahanan gizi. Masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan yang murah dan sehat. Ini PR bersama agar keluarga tetap tercukupi gizinya, tanpa terbebani harga pasar,” ujar Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi turut serta dalam kegiatan GPM yang dilaksanakan di Desa Tegeswetan, Kacamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo, Rabu (30/7/2025).
Komoditas yang dijual di lokasi tersebut meliputi beras 7 ton dengan harga subsidi, dari harga normal Rp13.500/kg menjadi Rp11.000/ kg, Minyak goreng 1.500 liter dengan harga Rp14.000 per liter dari sebelumnya Rp18.000, bawang putih 200 kg dijual dengan harga Rp28.000/kg dari harga normal Rp36.000/kg, bawang merah 200 kg, dengan harga subsidi Rp40.000/ kg dari Rp50.000/kg, cabai 100 kg, dengan harga subsidi Rp 30.000/ kg dari semula Rp50.000/ kg.
“Harapannya masyarakat bisa tercukupi, agar tidak terjadi fluktuasi harga,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. (*)
- Penulis: Anisya Gusti