Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kapal Nelayan Surya Bahari Rawasaban Tenggelam di Perairan Kepulauan Seribu, 5 Nelayan Masih Hilang

Kapal Nelayan Surya Bahari Rawasaban Tenggelam di Perairan Kepulauan Seribu, 5 Nelayan Masih Hilang

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
  • visibility 174

Kabarjatengterkini.com– Sebuah kapal nelayan bernama Surya Bahari Rawasaban dilaporkan tenggelam di perairan antara Pulau Bokor dan Pulau Dapur, Kelurahan Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, pada Selasa (7/10/2025) sekitar pukul 03.00 WIB.

Insiden tersebut melibatkan delapan nelayan yang tengah beroperasi di wilayah perairan Kepulauan Seribu. Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD DKI Jakarta, Muhammad Yohan, mengonfirmasi kejadian tersebut dan menjelaskan upaya penyelamatan yang telah dilakukan.

Kronologi Kejadian

Kapal Surya Bahari Rawasaban berangkat dari Muara, Jakarta pada Senin malam (6/10/2025) sekitar pukul 21.00 WIB untuk melakukan aktivitas penangkapan ikan di perairan Kepulauan Seribu.

Saat tengah beroperasi di sekitar Pulau Bokor dan Pulau Dapur, kapal tersebut mengalami kecelakaan dan tenggelam sekitar pukul 03.00 WIB pada Selasa pagi.

Menurut Muhammad Yohan, insiden tenggelamnya kapal tersebut terjadi di lokasi yang cukup jauh dari daratan, membuat proses evakuasi menjadi lebih kompleks.

“Kapal berangkat dari Muara pada Senin malam pukul 21.00 WIB dan tenggelam sekitar pukul 03.00 WIB dini hari di sekitar Pulau Bokor dekat Pulau Dapur,” ujar Yohan dalam keterangan tertulis yang diterima pada Rabu (8/10/2025).

Proses Penyelamatan dan Pencarian Korban

Dari delapan nelayan yang berada di kapal tersebut, tiga orang telah berhasil diselamatkan, sementara lima lainnya masih dalam pencarian. Tim penyelamat yang terdiri dari petugas BPBD DKI Jakarta, SAR, serta pihak terkait lainnya, segera melakukan pencarian di lokasi kejadian.

Pencarian dilakukan dengan menggunakan kapal patroli dan alat bantu lain yang tersedia.

BPBD DKI Jakarta juga berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, seperti Basarnas, Polair, dan TNI AL, untuk memperluas area pencarian. Mengingat kondisi cuaca yang dinamis dan perairan yang cukup berbahaya, upaya pencarian memerlukan perhatian ekstra.

“Kami memperluas area pencarian untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat, mengingat medan perairan Kepulauan Seribu yang cukup sulit,” kata Yohan.

Cuaca di perairan Kepulauan Seribu pada saat kejadian dilaporkan cukup buruk, dengan gelombang tinggi dan angin kencang yang membuat proses penyelamatan menjadi lebih menantang.

“Cuaca memang menjadi faktor yang memperlambat pencarian, namun kami terus berkoordinasi dengan semua pihak agar operasi pencarian dan penyelamatan bisa berjalan maksimal,” tambah Yohan.

Koordinasi dengan Pihak Terkait

BPBD DKI Jakarta tidak hanya berfokus pada pencarian korban yang masih hilang, namun juga melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan tim penyelamat.

Salah satu hal yang menjadi perhatian utama adalah kondisi cuaca yang dapat berubah dengan cepat di wilayah perairan tersebut. Oleh karena itu, BPBD bersama tim SAR terus memonitor situasi dan melakukan tindakan preventif untuk menjaga keselamatan semua pihak yang terlibat dalam operasi pencarian.

Selain itu, pihak Polisi Perairan (Polair) juga diterjunkan untuk melakukan pengamanan dan membantu dalam proses evakuasi korban. Mereka bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut untuk memastikan area perairan tetap aman bagi tim penyelamat.

Kerugian Materiil Masih Dalam Pendataan

Terkait dengan kerugian materiil yang ditimbulkan akibat tenggelamnya kapal Surya Bahari Rawasaban, Yohan mengatakan bahwa pihak BPBD DKI Jakarta masih melakukan pendataan.

Estimasi kerugian materiil baru akan diketahui setelah seluruh pencarian selesai dilakukan. Namun, yang menjadi prioritas utama saat ini adalah upaya penyelamatan lima nelayan yang masih hilang.

“Fokus utama kami saat ini adalah menemukan korban yang belum ditemukan. Estimasi kerugian materiil masih dalam pendataan, dan akan kami laporkan setelah semua korban ditemukan,” kata Yohan.

Kondisi Perairan Kepulauan Seribu

Perairan Kepulauan Seribu memang dikenal memiliki tantangan tersendiri bagi para nelayan dan kapal yang beroperasi di wilayah tersebut.

Cuaca yang sering berubah secara mendadak, gelombang tinggi, serta lokasi yang cukup jauh dari daratan menjadikan wilayah ini cukup berisiko, terutama bagi kapal-kapal kecil yang tidak dilengkapi dengan alat navigasi modern atau sistem deteksi cuaca yang memadai.

Selain itu, Kepulauan Seribu yang terdiri dari banyak pulau dan perairan yang relatif tersebar, sering menjadi lokasi beroperasinya para nelayan tradisional. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dan persiapan yang lebih matang bagi nelayan yang bekerja di wilayah tersebut.

Hingga kini, upaya pencarian lima nelayan yang masih hilang terus dilakukan oleh tim penyelamat yang telah dikerahkan. Masyarakat diminta untuk tetap mengikuti informasi yang dikeluarkan oleh BPBD DKI Jakarta dan instansi terkait lainnya.

Pihak kepolisian dan instansi yang terlibat juga mengimbau agar nelayan dan masyarakat yang berada di sekitar Kepulauan Seribu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk yang dapat terjadi secara tiba-tiba.

Semoga lima nelayan yang masih hilang segera ditemukan dengan selamat, dan kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak tentang pentingnya keselamatan saat beroperasi di perairan yang berisiko tinggi.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • bahan

    7 Bahan Alami untuk Mengobati Luka Bernanah, Cepat Kering dan Aman!

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 366
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Luka bernanah seringkali menjadi masalah serius jika tidak ditangani dengan baik. Luka jenis ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri yang membuat area luka menjadi merah, bengkak, dan mengeluarkan nanah. Jika dibiarkan, luka bisa memburuk dan menyebabkan komplikasi lebih lanjut. Namun, tak selalu harus bergantung pada obat kimia, karena ternyata ada banyak bahan alami untuk […]

  • Pembangunan Penampungan Sementara bagi Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Ditargetkan Rampung 5 Hari

    Pembangunan Penampungan Sementara bagi Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Ditargetkan Rampung 5 Hari

    • calendar_month Sel, 16 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pembangunan penampungan sementara bagi pedagang Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, ditargetkan selesai dalam lima hari. Para pedagang tersebut direlokasi buntut kebakaran hebat pasar pada Senin (15/12/2025) pagi. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyebutkan, proses pembangunan ini harus segera dirampungkan. Tujuannya, agar insiden tersebut tidak berdampak besar bagi pergerakan ekonomi di masyarakat, […]

  • Menkeu Purbaya Isi Kuliah Umum Tentang APBN di Undip, Media Dilarang Liputan?

    Menkeu Purbaya Isi Kuliah Umum Tentang APBN di Undip, Media Dilarang Liputan?

    • calendar_month Sab, 4 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Sejumlah media tidak diperkenankan meliput kuliah umum Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di wilayah Universitas Diponegoro, Semarang. Larangan tersebut lantaran ada sejumlah hal sensitif yang perlu dibahas. “Ada beberapa hal yang sensitif yang nggak pantas diomongin di luar, gitu aja,” jawab Purbaya, Jumat (3/7/2026), dikutip Detik. Ia mengklaim, kuliah umum bertemakan […]

  • Pelantikan Pengurus dan Seminar Nasional Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Semarang Periode 2026-2029

    Pemkot Dorong ISEI Semarang Jadi Mitra Strategis untuk Sukseskan Program “Waras Ekonomi”

    • calendar_month Jum, 22 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pelantikan Pengurus dan Seminar Nasional Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Semarang Periode 2026-2029 digelar di Ruang Borobudur LPPM Unnes Semarang, pada Kamis (21/5/2026). Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, yang turut menghadiri agenda tersebut menyampaikan sambutannya. Ia berharap, pengukuhan pengurus ISEI semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan akademisi dalam memajukan ekonomi daerah. […]

  • Foto : Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Kabupaten Rembang Prapto Raharjo (Sumber. Kabarjatengterkini.com/ Ilham)

    Tangani Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, Pemkab Rembang Siapkan UPTD PPA

    • calendar_month Sab, 22 Nov 2025
    • account_circle Ilham Wiji
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Unit Pelaksanaan Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) di Kabupaten Rembang saat ini tengah disiapkan. Upaya itu untuk menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Rembang. Pembuatan UPTD PPA itu merujuk terhadap Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2024 tentang pembentukan UPTD PPA di tingkat provinsi dan kabupaten atau […]

  • Eks Ketua dan Bendahara KONI Solo Jadi Tersangka Kasus Korupsi Dana Hibah

    Eks Ketua dan Bendahara KONI Solo Jadi Tersangka Kasus Korupsi Dana Hibah

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Surakarta, Kabarjatengterkini.com – Eks Ketua dan bendahara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Solo ditetapkan sebagai tersangka korupsi dana hibah tahun anggaran 2021-2024. Sebelumnya, LK menjabat ketua periode 2021-2025, sedangkan TAR bertugas mengelola keuangan. “Kami tetapkan dua orang tersangka kasus korupsi dana hibah KONI, inisial LK dan TAR, yang merupakan mantan pengurus KONI tahun sebelumnya,” kata […]

expand_less