Pemprov Jateng Dorong Inovasi Berbasis Riset untuk Kembangkan Ekonomi Kreatif
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Kam, 9 Okt 2025
- visibility 68

Foto: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi (Sumber: Dok. Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Pemprov Jawa Tengah mendorong mahasiswa berinovasi agar mampu menghadapi setiap tantangan di masa depan. Upaya yang bisa dilakukan adalah dengan menyumbang ide berbasis riset dalam rangka mengembangkan ekonomi kreatif.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa ekonomi kreatif menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat produktif saat ini. Hal ini dinilai bisa berdampak positif terhadap pembangunan daerah, terlebih Indonesia saat ini berada dalam fase bonus demografi.
“Ke depan dalam menciptakan ekonomi kreatif itu perlu adanya inovasi. Jadi ekonomi kreatif itu menciptakan lapangan kerja bagi dirinya sendiri maupun orang lain,” kata dia, Rabu (8/10/2025) malam.
Inovasi produk bisa dikembangkan sejak duduk di bangku perguruan tinggi. Maka dari itu, pihak kampus didorong untuk terus menggelar acara-acara yang mendukung mahasiswanya agar lebih produktif dalam menyalurkan ide-ide brilian dalam pencipataan produk.
Salah satunya, “Gelar Inovasi Harmoni Nusantara” yang digelar di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Kota Salatiga baru-baru ini. Agenda tersebut memamerkan sejumlah produk karya mahasiswa, mulai dari robotik, jamur siap pakai, penjernih air dari udara, dan alat inkubasi bibit tanaman. Harapannya, produk-produk tersebut nantinya bisa didaftarkan HAKI-nya.
“Ini produk-produk inovasi yang harus kita hargai. Kalau itu bisa didaftarkan di Hak Kekayaan Intelatual (HAKI), Brida kita pasti akan tertarik untuk mengembangkan,” kata Luthfi lagi.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga telah berupaya mendukung riset anak muda di Jawa Tengah dengan membentuk Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida). Dalam pengembangan inovasi, lembaga ini juga melibatkan riset-riset dari perguruan tinggi.
“Dalam membangun wilayah, dibutuhkan adanya collaborative government (pemerintahan kolaboratif). Salah satunya dengan perguruan tinggi, yang mana banyak melahirkan produk inovasi dadi mahasiswa dan peneliti,” beber gubernur. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

