Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pemprov Jateng Dorong Inovasi Berbasis Riset untuk Kembangkan Ekonomi Kreatif

Pemprov Jateng Dorong Inovasi Berbasis Riset untuk Kembangkan Ekonomi Kreatif

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
  • visibility 194

Kabarjatengterkini.com – Pemprov Jawa Tengah mendorong mahasiswa berinovasi agar mampu menghadapi setiap tantangan di masa depan. Upaya yang bisa dilakukan adalah dengan menyumbang ide berbasis riset dalam rangka mengembangkan ekonomi kreatif.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa ekonomi kreatif menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat produktif saat ini. Hal ini dinilai bisa berdampak positif terhadap pembangunan daerah, terlebih Indonesia saat ini berada dalam fase bonus demografi.

“Ke depan dalam menciptakan ekonomi kreatif itu perlu adanya inovasi. Jadi ekonomi kreatif itu menciptakan lapangan kerja bagi dirinya sendiri maupun orang lain,” kata dia, Rabu (8/10/2025) malam.

Inovasi produk bisa dikembangkan sejak duduk di bangku perguruan tinggi. Maka dari itu, pihak kampus didorong untuk terus menggelar acara-acara yang mendukung mahasiswanya agar lebih produktif dalam menyalurkan ide-ide brilian dalam pencipataan produk.

Salah satunya, “Gelar Inovasi Harmoni Nusantara” yang digelar di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Kota Salatiga baru-baru ini. Agenda tersebut memamerkan sejumlah produk karya mahasiswa, mulai dari robotik, jamur siap pakai, penjernih air dari udara, dan alat inkubasi bibit tanaman. Harapannya, produk-produk tersebut nantinya bisa didaftarkan HAKI-nya.

“Ini produk-produk inovasi yang harus kita hargai. Kalau itu bisa didaftarkan di Hak Kekayaan Intelatual (HAKI), Brida kita pasti akan tertarik untuk mengembangkan,” kata Luthfi lagi.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga telah berupaya mendukung riset anak muda di Jawa Tengah dengan membentuk Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida). Dalam pengembangan inovasi, lembaga ini juga melibatkan riset-riset dari perguruan tinggi.

“Dalam membangun wilayah, dibutuhkan adanya collaborative government (pemerintahan kolaboratif). Salah satunya dengan perguruan tinggi, yang mana banyak melahirkan produk inovasi dadi mahasiswa dan peneliti,” beber gubernur. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno

    Rangkaian Acara Hari Jadi Jateng Usung Tema “Gumregut Nyawiji”, Bakal Ada Bazar Kuliner Hingga UMKM

    • calendar_month Jum, 14 Agu 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Serangkaian acara Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah telah dipersiapkan dengan mengusung tema “Gumregut Nyawiji”. Tema tersebut mengajak masyarakat untuk semangat berkolaborasi dalam membangun daerah. “Semangatnya adalah bareng-bareng membangun Jawa Tengah. Ini selaras dengan arahan Pak Gubernur, bahwa kita harus berkolaborasi dengan semua pihak,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, Kamis (13/8/2026). […]

  • Kades di Banyumas Diduga Selewengkan APBDes, Negara Rugi Lebih dari Rp700 Juta

    Kades di Banyumas Diduga Selewengkan APBDes, Negara Rugi Lebih dari Rp700 Juta

    • calendar_month Jum, 24 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Kepala desa di Kabupaten Banyumas inisial K alias Sower (55) diduga menyelewengkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) sejak tahun 2019 hingga 2023. Ia diduga berkongkalikong dengan seorang mantan perangkat desa. Kapolresta Banyumas, Kombes Petrus Silalahi menyebutkan, polisi telah menetapkan dua tersangka. Mereka adalah Sower selaku Kepala Desa Klapagading Kulon dan PM (63) […]

  • Ribuan Mustahik di Jateng Terima Bantuan Modal Usaha Rp3 Juta

    Ribuan Mustahik di Jateng Terima Bantuan Modal Usaha Rp3 Juta

    • calendar_month Rab, 25 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Salatiga, Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 1.750 mustahik di Jawa Tengah mendapatkan bantuan modal usaha. Nilai bantuan tersebut mencapai Rp5,25 miliar, sehingga setiap penerima manfaat mendapatkan Rp3 juta. Ribuan penerima zakat tersebut tersebar di Kota Salatiga, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Boyolali. Bantuan dari Baznas Jateng ini merupakan stimulus untuk memperkuat usaha mikro masyarakat, agar lebih […]

  • Pemprov Jateng Harap Pembangunan RSPPU Bisa Tambah Dokter Spesialis di Daerah

    Pemprov Jateng Harap Pembangunan RSPPU Bisa Tambah Dokter Spesialis di Daerah

    • calendar_month Rab, 19 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung program pembangunan Rumah Sakit Pendidikan sebagai Penyelenggara Utama (RSPPU). Pembangunan tersebut ditandai dengan ground breaking Gedung VIP berlantai tujuh di RSUD Margono Soekarjo, Purwokerto. Program kerja sama antara Universitas Sebelas Maret Surakarta dengan RSUD Prof Dr Margono Soekarjo dan RSUD Dr Moewardi Surakarta ini, diharapkan mampu mengatasi tantangan […]

  • sudewo

    Sudewo Sebut Praktik Jual-beli Jabatan Sudah Ada Sejak Dulu

    • calendar_month Rab, 22 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Praktik jual-beli jabatan perangkat desa disebut sudah ada sejak sebelum masa kepemimpinan Bupati Sudewo. Hal ini disampaikan oleh salah satu terdakwa, Sudewo, dalam sidang pemeriksaan terhadap para saksi di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (22/7/2026). Menurutnya, para saksi yang merupakan kepala desa berasumsi bahwa praktik tersebut berdasarkan persetujuan darinya. “Para saksi ini adalah para […]

  • semarang

    Program Dana Operasional RT Siap Meluncur, Pemkot Semarang Jelaskan Mekanismenya

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Semarang, KabarJatengTerkini.com – Pemkot Semarang bakal luncurkan program dana operasional RT mulai Agustus 2025 mendatang. Program ini menyasar 10.628 RT, masing-masing akan menerima Rp25 juta per tahun untuk kegiatan berdasarkan hasil musyawarah warga. Setiap RT bisa mencairkan dana lewat rekening melalui Bank Jateng setelah mengajukan seluruh dokumen administrasi yang lengkap dan telah diverivikasi oleh kelurahan. […]

expand_less