Ahli Prasejarah dan Arkeolog dari 37 Negara Hadiri Pertemuan UISPP di Salatiga
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sel, 28 Okt 2025
- visibility 50

Foto: Ahli Prasejarah dan Arkeolog dari 37 Negara Hadiri Pertemuan UISPP di Salatiga (Pemprov Jateng)
Salatiga, Kabarjatengterkini.com – Kota Salatiga untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah acara UISPP Inter-Regional Conference 2025. Forum internasional ini menjadi wadah bagi para arkeolog dan peneliti prasejarah dari 37 negara di dunia untuk saling berdiskusi.
Acara ini digelar di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) pada Senin (27/10/2025), dengan mengangkat tema “Asian Prehistory Today: Bridging Science, Heritage, and Development”. Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon turut hadir dalam acara ini.
“Indonesia bangga menjadi tuan rumah konferensi ini. Apa yang dibahas di sini bukan hanya warisan nasional, tetapi juga catatan prasejarah Asia dan dunia,” kata dia.
Fadli Zon menyampaikan, Salatiga merupakan salah satu wilayah yang memiliki posisi strategis dalam ilmu arkeologi dunia. Terlebih, daerah tersebut memiliki sejumlah warisan budaya yang bernilai sejarah.
“Mari berdiri bersama kami menjaga warisan budaya dunia di Sangiran, Maros-Pangkep, Goa Harimau, hingga Lida Ajer. Bersama, kita tetapkan standar baru dalam pengelolaan dan penelitian kebudayaan,” tambahnya.
Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan menyampaikan, forum ini tak hanya penting untuk kemajuan akademik, melainkan juga sebagai momentum yang tepat mengenalkan budaya Jawa dan Indonesia kepada dunia.
“Kehadiran para arkeolog dunia di kota kami adalah kehormatan besar. Ini bukan hanya kebanggaan Salatiga, tetapi juga kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan sejarah serta keramahtamahan masyarakat kami,” ucap Robby.
Sementara itu, Presiden UISPP, Prof. Jacek Kabaciński mengungkapkan harapannya agar kegiatan yang berlangsung selama sepuluh hari ini dapat menghasilkan kolaborasi dan pengetahuan baru di bidang arkeologi dan prasejarah.
Konferensi UISPP 2025 berlangsung pada 27 Oktober–6 November 2025 di tiga lokasi utama, yakni Kampus UKSW Salatiga, Museum Manusia Purba Sangiran, dan Museum Ullen Sentalu Yogyakarta. Rangkaian kegiatan meliputi simposium ilmiah, seminar, pameran temporer eksklusif, serta tur ke situs warisan dunia UNESCO. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

