Program Spelling di Jateng Bakal Diusulkan Diterapkan Secara Nasional
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Kam, 6 Nov 2025
- visibility 65

Foto: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Oktavianus saat meninjau program Spelling di Jateng (Sumber: Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Program Dokter Spesialis Keliling (Spelling) di Jawa Tengah berpotensi bisa diterapkan secara nasional. Usulan ini ditujukan guna memberikan layanan kesehatan lebih lengkap kepada seluruh masyarakat Indonesia.
Hal ini diungkapkan oleh Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Oktavianus. Menurutnya, program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat-masyarakat yang tinggal di wilayah yang sulit mendapatkan akses fasilitas kesehatan lengkap.
“Saya kira ini baru pertama di Indonesia. Suatu kegiatan luar biasa yang sudah dilakukan di 706 desa. Saya ingin belajar agar bisa dilakukan seperti ini di berbagai wilayah,” kata dia, Rabu (5/11/2025).
Selain itu, program ini turut menghadirkan transfer ilmu dari dokter spesialis kepada dokter umum di puskesmas. Dokter umum memiliki kesempatan mendapatkan pengetahuan langsung dari ahlinya terkait penyakit dalam, penyakit kandungan, dan penyakit-penyakit membahayakan lainnya.
Spelling juga menjadi wujud kolaborasi yang baik antara pemerintah dan swasta. Program ini melibatkan rumah sakit Pemda maupun swasta, bahkan universitas yang memiliki program studi Kedokteran.
“Nanti akan saya sampaikan ke Presiden dan Menteri Kesehatan, agar bisa ditiru provinsi lain. Ini lebih dari apa yang kami bayangkan soal cek kesehatan gratis. Semoga apa yang dilakukan Jawa Tengah bisa menjadi program nasional,” lanjut dia.
Menanggapi hal tersebut Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan bahwa program Spelling bertujuan memberikan layanan kesehatan terbaik dan gratis sampai tingkat desa. Program ini pertama kali diluncurkan pada Maret 2025 dan sudah menjangkau 706 desa di Jawa Tengah.
“Saya mengucapkan terima kasih, Pak Wamen yang mewakili Kementerian Kesehatan akan memberikan support kepada kita, sehingga masyarakat sehat dan sejahtera di Jawa Tengah,” kata dia.
“Kalau seluruh desa sehat maka kecamatannya sehat. Kalau kecamatannya sehat maka kabupatennya sehat, kalau kabupatennya sehat berarti provinsinya sehat. Basisnya tetap dari desa,” jelasnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

