Menhub Minta Maskapai Tingkatkan Kewaspadaan Penerbangan Internasional ke Timur Tengah
- account_circle markom kabarjatengterkini
- calendar_month 16 jam yang lalu
- visibility 3

Kabarjatengterkini.com– Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Dudy Purwagandhi, meminta seluruh maskapai penerbangan internasional yang memiliki rute ke atau melewati kawasan Timur Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul eskalasi konflik antara Iran, Israel, dan sekutunya, Amerika Serikat (AS), yang kian memanas.
Pernyataan ini disampaikan pada Minggu (1/3/2026), sebagai langkah antisipasi terhadap potensi risiko keselamatan penerbangan di wilayah konflik.
Beberapa operator penerbangan dilaporkan telah terdampak konflik di kawasan Timur Tengah. Sebagian penerbangan internasional yang melewati wilayah ini dibatalkan, sementara sebagian lainnya masih beroperasi, meski beberapa maskapai memilih untuk menyesuaikan rute penerbangan demi keselamatan penumpang dan kru.
“Kami imbau maskapai untuk meningkatkan kewaspadaan, dan penumpang diharapkan aktif memantau informasi terbaru terkait perjalanan,” ujar Menhub Dudy.
Maskapai Internasional Batalkan Penerbangan
Sejumlah maskapai asing telah membatalkan penerbangan dari dan menuju kota-kota di Timur Tengah. Maskapai-maskapai tersebut antara lain Etihad Airways, Qatar Airways, Emirates, Malaysia Airlines, Philippine Airlines, Indigo Airlines, SriLankan Airlines, China Southern Airlines, Singapore Airlines, dan Scoot.
Sementara itu, beberapa maskapai masih memantau kondisi di beberapa kota tujuan. Saudia Airlines disebut masih memonitor beberapa kota, Oman Air tetap beroperasi seperti biasa, dan Ethiopian Airlines tetap beroperasi namun tidak mengoperasikan penerbangan ke Amman (Yordania) dan Tel Aviv (Israel).
Untuk maskapai domestik, Garuda Indonesia dan Lion Air yang memiliki penerbangan melewati ruang udara Timur Tengah saat ini belum terdampak langsung. Menhub menjelaskan, rute Garuda Indonesia menuju Jeddah masih aman, sementara penerbangan ke Amsterdam dialihkan melalui Kairo, Mesir.
“Aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama,” tegas Dudy.
Koordinasi Intensif dengan Otoritas Penerbangan
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus berkoordinasi dengan Airnav Indonesia, maskapai penerbangan, pengelola bandara, dan otoritas asing untuk memperbarui informasi keamanan wilayah Timur Tengah. Tujuannya untuk memastikan penerbangan tetap aman dan lancar, termasuk untuk rute umroh yang rutin dilalui penumpang Indonesia.
Beberapa negara di kawasan telah menutup ruang udara bagi semua penerbangan, baik komersial maupun pribadi, untuk sementara waktu. Negara-negara tersebut termasuk Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah. Menhub memastikan pihaknya terus memonitor kondisi ini agar setiap penerbangan dapat disesuaikan dengan kondisi terkini.
Penanganan Penumpang Terdampak
Dengan adanya beberapa pembatalan dan perubahan rute, Menhub meminta maskapai dan pengelola bandara memberikan pelayanan maksimal bagi penumpang yang terdampak. Hal ini termasuk proses pembatalan dokumen perjalanan di area imigrasi, pengaturan akomodasi sementara, hingga penjadwalan ulang penerbangan sesuai prosedur yang berlaku.
“Kami meminta maskapai memastikan semua penumpang mendapatkan informasi jelas mengenai perubahan jadwal atau pembatalan penerbangan,” tambah Dudy.
Keamanan Penerbangan Tetap Terjaga di Indonesia
Meskipun konflik di Timur Tengah meningkat, Menhub menegaskan bahwa operasional penerbangan di seluruh bandara Indonesia, khususnya rute internasional, tetap aman dan lancar. Proses keberangkatan maupun kedatangan penumpang di bandara-bandara domestik berjalan optimal, dengan protokol keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama.
Dengan langkah antisipatif ini, Kemenhub berharap seluruh maskapai internasional dan domestik dapat menjalankan operasional dengan aman, penumpang tetap terlindungi, dan gangguan layanan transportasi udara dapat diminimalkan. Selain itu, penyesuaian rute dan pembatalan penerbangan dianggap sebagai langkah strategis untuk menghindari risiko keselamatan yang lebih besar akibat konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
- Penulis: markom kabarjatengterkini

