Viral Video Gus Elham Cium Pipi Anak Perempuan, PBNU dan Wamenag Beri Respon
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Rab, 12 Nov 2025
- visibility 95

Foto: Viral Video Gus Elham Cium Pipi Anak Perempuan (sumber: istimewa)
Kabarjatengterkini.com – Viral kumpulan video yang menampilkan pendakwah Elham Yahya Luqman atau Gus Elham menciumi pipi balita dan anak-anak. Perilaku tersebut menuai kritik keras dari warganet karena dianggap tidak sejalan dengan norma kesopanan, hingga alasan kesehatan.
Menanggapi hal itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyesalkan tindakan Gus Elham. Ketua PBNU Alissa Wahid menyebutkan, tindakan tersebut tidak mencerminkan akhlakul karimah, serta bertentangan dengan ajaran Islam.
Terlebih, jika perilaku tercela tersebut dilakukan saat memberikan materi kajian. Menurutnya, hal tersebut tidak sesuai dengan prinsip dakwah bil hikmah yang menjadi ciri dakwah Islam rahmatan lil ‘alamin.
“Itu menodai nilai-nilai dakwah sendiri yang seharusnya memberikan teladan melalui sikap dan lakunya kepada umat,” kata Alissa, Rabu (12/11/2025), dikutip CNN Indonesia.
Nahdlatul Ulama (NU) berpegang pada prinsip maqashid syariah demi menjaga kemaslahatan umat. Maka, sudah sepantasnya setiap tokoh agama wajib menjaga diri dan senantiasa berperilaku sebagai uswatun hasanah bagi umat.
“Prinsip maqashid syariah inilah yang harus dipegang dan menjadi pertimbangan utama para pendakwah,” ujarnya.
“Sebab sejatinya kiai-nyai, pendakwah secara umum juga merupakan guru yang sudah sepantasnya digugu dan ditiru,” lanjut dia.
Sementara itu, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii turut memberikan respons bahwa tindakan tersebut tidak pantas. Kemenag telah memiliki pedoman tegas mengenai lingkungan ramah anak di madrasah dan pesantren melalui Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Islam.
“Tadi juga ada disimpulkan (dalam rapat), ada surat keputusan dari Dirjen Pendis tentang madrasah dan pesantren ramah anak yang intinya agar anak-anak madrasah, anak-anak pesantren mendapatkan pemenuhan haknya sebagai peserta didik dan jauh dari tindak kekerasan yang tidak seharusnya mereka terima,” kata Wamenag Romo Syafii. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

