Tel Aviv Diklaim Hancur Diserang Rudal Iran, Pertahanan Udara Israel Disebut Jebol
- account_circle markom kabarjatengterkini
- calendar_month Sel, 10 Mar 2026
- visibility 13

Kabarjatengterkini.com- Peta kekuatan militer di Timur Tengah kembali menjadi sorotan dunia setelah muncul klaim bahwa gelombang serangan rudal balistik Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara Israel.
Serangan tersebut dilaporkan menghantam sejumlah titik strategis di Tel Aviv dan memicu spekulasi tentang perubahan keseimbangan militer di kawasan yang selama ini dikenal sangat tegang.
Klaim mengenai kehancuran besar di pusat ekonomi Israel itu disampaikan oleh politisi Inggris, George Galloway. Ia menyebut Tel Aviv mengalami kerusakan besar setelah serangan rudal Iran yang menurutnya berhasil melumpuhkan sistem pertahanan udara Israel.
Menurut Galloway, dunia internasional tidak mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan karena adanya sensor ketat yang dilakukan otoritas Israel dan minimnya liputan dari media Barat.
“Israel menderita kekalahan telak yang berdarah, tetapi dunia tidak mengetahuinya,” ujar Galloway dalam sebuah pernyataan publik. Ia menambahkan bahwa siapa pun yang menyebarkan foto atau video kerusakan di Tel Aviv berisiko menghadapi hukuman penjara.
Ia juga menuding sejumlah media internasional besar seperti CNN, BBC, dan Sky News tidak menayangkan gambaran kondisi sebenarnya di lapangan karena tunduk pada kebijakan penyensoran Israel.
Tel Aviv Disebut Mirip Gaza
Galloway mengaku memperoleh informasi langsung dari jaringan kontaknya di Israel. Beberapa lokasi yang disebutnya antara lain kawasan Sheinkin Street dan Dizengoff Square di pusat kota Tel Aviv.
Menurutnya, kondisi kota tersebut kini sangat memprihatinkan dan bahkan disamakan dengan kehancuran yang selama ini terlihat di Gaza Strip.
“Mereka mengatakan kepada saya secara langsung bahwa Tel Aviv sekarang terlihat seperti Gaza,” kata Galloway.
Ia mengklaim bahwa sistem pertahanan udara Israel di atas Tel Aviv tidak lagi berfungsi secara optimal, sehingga membuka celah bagi rudal Iran untuk menghantam wilayah kota tersebut.
Dalam pernyataannya, Galloway juga menyebut Iran menembakkan puluhan rudal balistik dalam satu malam. “Sekitar 50 rudal balistik menghantam Tel Aviv tadi malam saja,” ujarnya.
Rudal Hipersonik Iran Jadi Ancaman Baru
Secara militer, klaim tersebut dikaitkan dengan peningkatan kemampuan arsenal rudal Iran yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Iran diketahui memiliki berbagai jenis rudal balistik jarak menengah yang dirancang untuk menembus sistem pertahanan udara modern.
Israel sendiri selama ini mengandalkan beberapa lapisan pertahanan udara seperti Iron Dome, David’s Sling, dan Arrow missile defense system untuk menghadang ancaman rudal dari luar wilayahnya.
Namun, Iran kini mengembangkan teknologi rudal yang lebih sulit dicegat, termasuk rudal hipersonik generasi baru.
Salah satu yang paling banyak dibicarakan adalah Fattah-1 hypersonic missile dan Fattah-2 hypersonic missile. Kedua rudal ini diklaim mampu melaju dengan kecepatan antara Mach 13 hingga Mach 15, atau sekitar 15.000 hingga 18.500 kilometer per jam.
Berbeda dengan rudal balistik konvensional yang memiliki lintasan melengkung dan relatif mudah diprediksi radar, rudal hipersonik generasi Fattah dilengkapi teknologi kendaraan luncur hipersonik atau hypersonic glide vehicle (HGV).
Teknologi ini memungkinkan hulu ledak bermanuver tajam selama penerbangan, sehingga dapat menghindari sistem pencegat musuh dan meningkatkan peluang mengenai target.
Deretan Rudal Andalan Iran
Selain rudal hipersonik, Iran juga memiliki sejumlah rudal balistik lain yang dikenal memiliki daya hancur tinggi.
Salah satunya adalah Kheibar Shekan missile, rudal berbahan bakar padat dengan tingkat presisi tinggi dan jangkauan hingga sekitar 1.450 kilometer.
Iran juga memiliki Khorramshahr-4 missile, yang dikenal sebagai salah satu rudal paling kuat dalam arsenal negara tersebut. Rudal ini mampu membawa hulu ledak seberat sekitar 1.500 kilogram dengan jangkauan hingga 2.000 kilometer.
Jarak tersebut dinilai cukup untuk menjangkau hampir seluruh wilayah Israel dari wilayah Iran maupun sekutunya di kawasan Timur Tengah.
Para analis pertahanan global menilai perkembangan teknologi rudal Iran berpotensi mengubah dinamika militer di kawasan, terutama jika sistem pertahanan udara yang selama ini dianggap sangat kuat dapat ditembus.
Spekulasi Korban dan Dampak Global
Selain menyoroti kerusakan infrastruktur, Galloway juga meragukan angka resmi korban tewas yang dirilis pemerintah Amerika Serikat.
Menurutnya, sejumlah fasilitas diplomatik dan instalasi intelijen Amerika di Israel kemungkinan turut menjadi sasaran serangan. Ia bahkan mengklaim jumlah korban warga Amerika bisa jauh lebih besar daripada angka resmi yang diumumkan pemerintah.
Hingga kini, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh berbagai pihak internasional.
Di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel, isu ini juga memicu kekhawatiran global mengenai potensi konflik berskala lebih luas di Timur Tengah.
Ancaman blokade jalur pengiriman minyak dari Teluk Persia yang sempat disuarakan oleh Iran semakin menambah ketidakpastian geopolitik di kawasan tersebut.
Perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa konflik modern tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer seperti rudal hipersonik dan sistem pertahanan udara. Perang informasi dan kontrol narasi di media global juga menjadi faktor penting yang memengaruhi persepsi publik dunia terhadap realitas di medan konflik.
- Penulis: markom kabarjatengterkini

