Pemprov Jateng Dorong Inovasi untuk Terobosan Sektor Ekonomi Kreatif
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sab, 27 Sep 2025
- visibility 79

Foto: Pemprov Jateng Dorong Inovasi untuk Terobosan Sektor Ekonomi Kreatif (sumber: Dok. Pemprov Jateng)
Blora, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) harap masyarakat terus menghasilkan ide-ide baru berdasarkan riset dan inovasi. Inovasi bisa menjadi dasar dalam menciptakan terobosan di ekonomi kreatif.
Ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor dengan potensi besar di Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi berkomitmen terus mengembangkannya, terlebih sektor ini telah menciptakan banyak lapangan kerja baru.
“Di mana kreatif ini merupakan suatu terobosan dalam menciptakan suatu ekonomi kreatif yang tidak hanya untuk diri sendiri, tapi untuk dalam rangka menciptakan lapangan kerja yang baru,” ujar Luthfi di Pameran Produk Inovasi (PPI) 2025, Jumat (26/9/2025).
Dalam ajang pameran yang digelar di Blora, ribuan hasil riset dan inovasi teknologi dari kabupaten/kota seluruh Jawa Tengah telah diperlihatkan.
Menurutnya, karya inovasi harus dipromosikan untuk mengenalkan potensi masing-masing daerah. Apalagi, inovasi memberikan kontribusi besar terhadap nilai tambah daerah tersebut.
Dengan demikian, membuka peluang investasi maupun kolaborasi yang nantinya akan berdampak pada pengembangan ekonomi daerah
“Kita membangun Jawa Tengah harus mempunyai suatu kolaborasi. Dan kolaborasi ini telah ditunjukkan oleh para putra-putra terbaik dari masing-masing kabupaten/ kota,” kata Luthfi.
“Karena pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sekarang sudah mencapai 5,48 persen lebih tinggi dari nasional, yang ini menjadi prediksi baik bagi ekonomi di Jawa Tengah,” lanjut dia.
Selain itu, dalam kesempatan itu pula, Pemprov Jateng juga menampilkan sejumlah program inovatif yang telah berjalan, seperti Kecamatan Berdaya, Kartu Zilenial Jateng, serta inovasi desa berbasis teknologi, seperti Fast Pyrolisis Gen 5 di Wonosobo, yang mengubah sampah plastik menjadi energi terbarukan. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

