Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Business » Pemerintah Kejar 200 Pengemplang Pajak, Targetkan Rp 20 Triliun Terkumpul Akhir Tahun

Pemerintah Kejar 200 Pengemplang Pajak, Targetkan Rp 20 Triliun Terkumpul Akhir Tahun

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
  • visibility 142

Kabarjatengterkini.com- Pemerintah Indonesia terus memperkuat langkah tegas dalam menagih tunggakan pajak dari para pengemplang pajak besar yang jumlahnya mencapai sekitar 200 Wajib Pajak (WP).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah tak akan memberi ruang bagi para pengemplang untuk menghindar dari kewajiban fiskal mereka.

Bahkan, Purbaya optimistis pemerintah dapat mengumpulkan hingga Rp 20 triliun dari total Rp 50 triliun pajak yang selama ini dikemplang oleh kelompok WP tersebut. Penegasan ini menjadi bukti bahwa Kementerian Keuangan semakin agresif dalam memperketat penertiban perpajakan untuk memperkuat penerimaan negara.

Dalam Media Briefing di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (14/11), Purbaya menyampaikan bahwa hingga saat ini pemerintah baru mengumpulkan sekitar Rp 8 triliun dari target yang ditetapkan.

Menurutnya, sebagian besar WP masih melakukan pembayaran melalui skema cicilan, sedangkan sebagian lainnya masih dalam proses penagihan aktif. Meski begitu, Purbaya tetap yakin bahwa potensi untuk mengejar tambahan Rp 20 triliun hingga akhir tahun sangat besar.

Ia pun memperingatkan dengan tegas agar para pengemplang pajak tidak mencoba bermain-main dengan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Pajak (DJP) Bimo Wijayanto turut memperkuat pernyataan Purbaya. Ia menjelaskan bahwa target Rp 20 triliun tersebut merupakan bagian dari upaya besar pemerintah mengejar tunggakan pajak sebesar Rp 60 triliun dari 200 WP besar yang selama ini menjadi sorotan.

Menurut Bimo, angka tersebut disusun berdasarkan hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan merupakan target realistis yang masih dapat dikejar dalam sisa waktu tahun berjalan. Namun, ia mengakui bahwa penagihan belum optimal, salah satunya disebabkan oleh kondisi likuiditas sebagian WP yang sedang tidak stabil.

Bimo menjelaskan bahwa sejumlah wajib pajak mengajukan permohonan restrukturisasi utang karena mengalami tekanan likuiditas yang cukup berat. Meski demikian, DJP tetap menekankan bahwa keringanan hanya diberikan kepada WP yang kooperatif.

Pemerintah tetap mengambil langkah tegas dan tidak ragu menggunakan tindakan penagihan aktif untuk memastikan kewajiban perpajakan terpenuhi. Langkah-langkah tersebut mencakup penyitaan aset dan pemblokiran rekening bagi WP yang tidak menunjukkan itikad baik dalam menyelesaikan tunggakan mereka.

Tindakan penagihan aktif tersebut, menurut Bimo, menjadi faktor yang memaksa para WP untuk kembali berkomitmen terhadap kewajiban perpajakan mereka. Para WP yang ingin mengajukan restrukturisasi harus memberikan jaminan berupa aset yang disita, sehingga proses penyelesaiannya tetap berjalan dengan kepastian hukum.

Pemerintah berharap strategi ini dapat memberikan tekanan yang cukup kuat agar seluruh WP yang menunggak dapat segera menyelesaikan kewajibannya.

Di tengah upaya agresif tersebut, pemerintah juga menekankan pentingnya kerja sama dari para wajib pajak. Kemenkeu berharap WP kooperatif dalam memberikan data dan memenuhi jadwal pembayaran yang telah disepakati.

Pemerintah berkomitmen untuk terus mengawasi proses penagihan dan memastikan tidak ada ruang untuk penghindaran pajak dalam bentuk apa pun.

Purbaya juga menegaskan bahwa pencapaian target penagihan ini sangat penting bagi keberlanjutan APBN. Penerimaan negara dari sektor perpajakan memiliki kontribusi besar terhadap pembiayaan pembangunan nasional. Oleh karena itu, langkah tegas terhadap pengemplang pajak merupakan bagian penting dalam memperkuat ketahanan fiskal nasional.

Apalagi, dalam situasi ekonomi yang dinamis, penerimaan pajak menjadi salah satu instrumen vital untuk menjaga stabilitas anggaran negara.

Dengan terus dikejarnya para pengemplang pajak ini, pemerintah berharap tercipta efek jera sekaligus meningkatkan kepatuhan wajib pajak lainnya. Penguatan penegakan hukum dalam bidang perpajakan dianggap penting agar tercipta ekosistem fiskal yang adil dan transparan.

Pemerintah juga memastikan bahwa langkah penagihan ini tidak hanya sekadar mengejar angka, tetapi juga mendidik WP untuk lebih taat terhadap regulasi pajak di masa mendatang.

Hingga akhir tahun, pemerintah akan terus memantau perkembangan penagihan tersebut dan memperbarui data secara berkala. Dengan pendekatan yang tegas namun terukur, Kementerian Keuangan optimistis target Rp 20 triliun dapat dicapai sesuai rencana.

Konsistensi ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah dalam menegakkan aturan perpajakan secara adil dan merata.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Belum Pulih Vertigo, Gregoria Mariska Absen 2 Turnamen Terdekat

    Belum Pulih Vertigo, Gregoria Mariska Absen 2 Turnamen Terdekat

    • calendar_month Jum, 16 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 182
    • 0Komentar

    kabarjatengterkini.com – Pebulu tangkis tunggal putri asal Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung bakal absen di sejumlah turnamen. Keputusan ini berkenaan dengan kondisinya setelah mengalami vertigo, dan belum pulih sepenuhnya. Beberapa turnamen tersebut di antaranya, Super 750 Singapore Open yang digelar pada 27 Mei hingga 1 Juni dan BWF World Tour Super 1000 Indonesia Open 2025 di Istora […]

  • Camat di Boyolali yang Kirim Video Syur ke Eks Karyawan Akhirnya Dicopot

    Camat di Boyolali yang Kirim Video Syur ke Eks Karyawan Akhirnya Dicopot

    • calendar_month Sel, 14 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Boyolali, Kabarjatengterkini.com – Camat di Boyolali yang kedapatan mengirim video syur ke mantan karyawannya akhirnya dicopot dari jabatannya. Keputusan ini telah disetujui oleh Bupati Boyolali, Agus Irawan, per 13 Juli 2026. “Ini sikap Bapak Bupati, bahwa yang bersangkutan (oknum Camat) kita periksa hari ini, sekaligus per hari ini tanggal 13 Juli (2026) kita lakukan pemberhentian […]

  • 3 Orang Ditetapkan Tersangka Atas Kasus Pemerasan di Lingkungan Pemkab Sukoharjo

    3 Orang Ditetapkan Tersangka Atas Kasus Pemerasan di Lingkungan Pemkab Sukoharjo

    • calendar_month Sab, 11 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sebanyak tiga orang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pemerasan di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo. Tiga tersangka tersebut di antaranya Bupati Sukoharjo, Etik Suryani; Kepala BPKAD Sukoharjo, Richard Tri Handoko; serta Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo, Tri Mulyo. Berdasarkan penyelidikan KPK, Etik memerintahkan Richard (RCH) mengumpulkan sekitar 40% insentif yang diterima […]

  • Warga Solo Kedapatan Curi Helm di Depan Kedai Mie Gacoan Langsung Diamankan Warga

    Warga Solo Kedapatan Curi Helm di Depan Kedai Mie Gacoan Langsung Diamankan Warga

    • calendar_month Jum, 26 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Mitrapost.com – Seorang pria asal Laweyan, Kota Solo, diamankan massa setelah kedapatan mencuri helm di parkiran gerai mi Kecamatan Grogol, Sukoharjo. Kejadian tersebut sempat terekam kamera dan videonya tersebar di media sosial. Aksi pencurian helm itu terjadi pada Kamis (25/12/2025) sekitar pukul 11.30. WIB. Pelaku berinisial AN mengambil helm milik DA (30), warga Wonogiri, yang […]

  • Stakeholder Duduk Bersama Bahas Persoalan Pangan Nasional di Jawa Tengah

    Stakeholder Duduk Bersama Bahas Persoalan Pangan Nasional di Jawa Tengah

    • calendar_month Ming, 30 Nov 2025
    • account_circle ilham wiji
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Persoalan pangan nasional menjadi topik pembahasan pada kegiatan focus droup discussion (FGD) yang bertema ‘Politik Beras dan Beras Politik’. FGD digelar di Hotel New Merdeka Pati, Jawa Tengah, Sabtu (29/11/2025). Sebanyak empat Narasumber duduk bersama untuk melakukan diskusi persoalan pangan Nasional, serta dihadiri pula sejumlah Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, DPRD Kabupaten Pati […]

  • Mahasiswa Udinus Kembangkan Alat Penghasil Air Minum dari Udara

    Mahasiswa Udinus Kembangkan Alat Penghasil Air Minum dari Udara

    • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Semarang, mengembangkan alat penghasil air minum dari udara bernama ToyaKu. ToyaKu memungkinkan memperoleh air siap minum tanpa bergantung sumur, sungai, atau jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Alat hasil riset itu turut dihibahkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng). “Kami mengapresiasi dari teman-teman Udinus yang melakukan inovasi […]

expand_less