Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Jumlah Desa Mandiri Melonjak Selama Setahun, Pemprov Sebut Indikasi Pemerataan Pembangunan

Jumlah Desa Mandiri Melonjak Selama Setahun, Pemprov Sebut Indikasi Pemerataan Pembangunan

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
  • visibility 146

Kabarjatengterkini.com – Jumlah desa mandiri di Jawa Tengah mengalami lonjakan sejak 2025. Diketahui, pada akhir tahun 2025 mencapai 2.208 desa dari 1.530 desa pada tahun 2024.

Lonjakan jumlah desa mandiri tersebut mengindikasikan keberhasilan pembangunan desa selama setahun terakhir. Harapannya, pembangunan desa di Jawa Tengah semakin merata, sehingga turut mendukung peningkatan kesejahteraan warganya.

“Lonjakan desa mandiri ini, menunjukkan pembangunan desa di Jawa Tengah berjalan ke arah yang tepat dan semakin merata,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Provinsi Jawa Tengah, Nadi Santoso, Minggu (25/1/2026).

Data peningkatan jumlah desa mandiri di Jateng ini berdasarkan Indeks Desa (ID) dengan sejumlah parameter sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Permendes PDTT) Nomor 9 Tahun 2024.

Dalam Indeks Desa, kemajuan desa diukur melalui enam dimensi penilaian, yakni layanan dasar, sosial, ekonomi, lingkungan, aksesibilitas, serta tata kelola pemerintahan desa. Sehingga, memberikan gambaran pembangunan yang lebih komprehensif.

Berdasarkan data Indeks Desa 2025, status desa di Jawa Tengah terdiri atas 2.208 desa mandiri, 3.921 desa maju, 1.666 desa berkembang, 15 desa tertinggal, serta desa sangat tertinggal sudah nol di Jawa Tengah.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan agar seluruh desa tertinggal dapat naik kelas. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pendampingan dan kolaborasi dengan berbagai pihak, serta optimalisasi alokasi bantuan keuangan.

Anggaran tersebut akan lebih difokuskan untuk mendukung pembangunan sarana dan prasarana desa, serta penguatan layanan dasar masyarakat.

“Membangun desa itu tidak bisa dikerjakan satu OPD saja. Pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur, semuanya, masuk dalam penilaian indeks desa. Jadi memang harus kolaboratif,” ujarnya. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng /semarangkota

    Pemkot Semarang Perhatikan Kesejahteraan Pekerja Rentan  

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle Agriantika Fallent
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memperhatikan kesejahteraan para pekerja termasuk mereka yang masuk dalam kategori pekerja rentan. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menilai jika kesejahteraan pekerja menajadi hal yang penting dalam membangun kota. Sehingga pihaknya tak hanya akan fokus pada sektor formal, namun juga pekerja informal yang seringkali tak terjangkau akses perlindungan sosial. […]

  • Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi

    Ahmad Luthfi Dorong Penambahan Kawasan Industri di Jawa Tengah

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong perluasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di daerah lain. Pihaknya minta Pemerintah Kabupaten/kota lain di Jawa Tengah mulai membuat kajian untuk mengembangkan potensi KEK di daerahnya masing-masing. Sebelumnya, Keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal dinilai mampu berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. Hal ini nantinya bisa […]

  • Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKD Provinsi Jawa Tengah Dhoni Widianto

    Heboh Isu PPPK Paruh Waktu Ditempatkan di Ormas, BKD Jateng Bantah

    • calendar_month Kam, 23 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Mitrapost.com – Heboh isu mengenai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu akan ditempatkan di organisasi masyarakat (ormas). Menanggapi hal tersebut, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Tengah menyebut bahwa informasi tersebut merupakan hoaks. Hal tersebut disampaikan setelah pihaknya melakukan penelusuran surat keputusan (SK) penempatan pegawai. “Kami langsung merespons isu itu dengan melakukan pelacakan. Hasilnya, […]

  • Pemkot Semarang Terus Tingkatkan Paparan Informasi Lapor Semar ke Masyarakat

    Pemkot Semarang Terus Tingkatkan Paparan Informasi Lapor Semar ke Masyarakat

    • calendar_month Sen, 11 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemkot Semarang menilai partisipasi warga dibutuhkan dalam pembangunan daerah. Terkait hal ini, pihaknya terus meningkatkan paparan informasi mengenai layanan pengaduan publik ke wilayah yang angka aduannya masih rendah. Salah satu wilayah tersebut adalah Kelurahan Bangetayu, Genuk. Pada sosialisasi layanan Lapor Semar Solusi AWP, Sabtu (9/5/2026), masyarakat diperkenalkan pada fungsi dan mekanisme layanan […]

  • Sejoli Kedapatan Mesum di Ruang Publik, Pemkot Solo Bakal Tambah PJU

    Sejoli Kedapatan Mesum di Ruang Publik, Pemkot Solo Bakal Tambah PJU

    • calendar_month Sab, 16 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Heboh sejoli muda melakukan tindakan asusila di kawasan Taman Banjarsari atau Monumen 45 Banjarsari (Mojari) Kota Solo. Aksi tak senonoh perempuan dan laki-laki tersebut bahkan sempat tersebar di media sosial. Aksi mesum di ruang publik semakin meresahkan warga sekitar lantaran tidak hanya sekali terjadi dalam beberapa waktu terakhir. kejadian serupa. Sebelumnya, ditemukan pasangan mesum […]

  • penemuan

    Penemuan Pouch Misterius dari Zaman Tembaga di Jerman: Mengungkap Status Sosial dan Budaya Kuno

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sebuah penemuan arkeologis yang menakjubkan terjadi di Jerman, di mana tim arkeolog menemukan tiga kerangka wanita dari Zaman Tembaga yang dimakamkan dengan benda misterius yang mengundang perhatian dunia. Pouch besar yang menyerupai gendongan bayi ditemukan di makam-makam tersebut, dihiasi dengan ratusan gigi anjing dan serigala, memberikan wawasan baru tentang praktik pemakaman dan budaya masyarakat […]

expand_less