Pangan Nasional Diklaim Aman di Tengah Konflik Global
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 9

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Kabarjatengterkini.com – Kondisi ketahanan pangan nasional diklaim dalam posisi aman di tengah konflik geopolitik global. Pasalnya, produksi pangan diproyeksikan meningkat untuk tahun 2026 jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, mengatakan bahwa stok beras saat ini ada 4,7 juta ton. Serta, sejumlah komoditas lain juga disebut dalam kondisi mencukupi, meliputi Ikan, telur, ayam, sayur, dan buah.
“Alhamdulillah, di tengah situasi global yang menjadi kesulitan hampir semua negara, pangan kita aman. Beras kita ada 4,7 juta ton stok,” kata Zulhas, Sabtu (18/4/2026), dikutip Detik.
“Ikan cukup, telur cukup, ayam cukup, sayur banyak, buah banyak. Jadi pangan tahun 2026-2027 insyaallah aman, walaupun di luar orang ribut soal pangan akibat perang,” imbuh dia.
Zulhas menyampaikan agar pemerintah daerah bersama akademisi dan masyarakat turut mendorong ketahanan pangan berkelanjutan. Salah satu upaya adalah dengan memperbanyak riset mengenai varietas bibit unggul baru.
“Untuk mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan, kita perlu penelitian. Varietas-varietas baru padi, bibit kelapa unggul, cokelat unggul, jagung unggul, cengkeh, dan seterusnya. Tentu kita harus bekerja sama dengan seluruh perguruan tinggi yang ada,” jelasnya.
Proses pengelolaan sambah sampai menjadi pupuk juga perlu diperhatikan guna mendorong sektor pertanian. Ia berharap dukungan teknologi tepat guna dalam pembuatan pupuk yang efektif untuk membantu pertumbuhan tanaman.
“Bagaimana teknologi mengubah sampah, baik organik maupun anorganik, menjadi pupuk. Ini perlu alat sederhana dan kerja sama dengan perguruan tinggi,” ucapnya.
Selain itu, ia juga membahas rencana pembangunan fasilitas penggilingan padi (ricemilling) di Banyumas. Daerah tersebut merupakan salah satu lokasi sentra produksi padi di Jawa Tengah. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

