5 Jenis Moluska yang Aman Dimakan, Dagingnya Punya Banyak Gizi!
- account_circle markom kabarjatengterkini
- calendar_month Kam, 21 Agu 2025
- visibility 10

Kabarjatengterkini.com– Moluska adalah kelompok hewan invertebrata yang memiliki tubuh lunak dan sebagian besar hidup di perairan. Di antara ribuan spesies moluska yang ada di dunia, beberapa jenis ternyata aman dan lezat untuk dikonsumsi manusia. Bahkan, moluska yang aman dimakan ini mengandung banyak nutrisi penting seperti protein, zat besi, seng, omega-3, dan vitamin B12 yang baik untuk kesehatan tubuh.
Banyak masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia, telah lama mengonsumsi moluska sebagai bagian dari kuliner laut. Lalu, apa saja jenis moluska yang bisa dimakan dan kaya akan manfaat kesehatan? Simak daftar lengkapnya berikut ini!
1. Kerang (Clam)
Kerang merupakan salah satu jenis moluska yang paling populer dikonsumsi di seluruh dunia. Ada berbagai jenis kerang, seperti kerang darah, kerang hijau, dan kerang simping (scallop), yang semuanya termasuk dalam kelompok Bivalvia, yakni moluska yang memiliki dua cangkang.
Kandungan Gizi:
Kerang mengandung:
-
Protein tinggi
-
Zat besi
-
Vitamin B12
-
Selenium
-
Omega-3
Manfaat:
Kerang sangat baik untuk meningkatkan energi, mendukung kesehatan saraf, serta menjaga sistem kekebalan tubuh. Namun, penting untuk memasaknya dengan baik agar aman dikonsumsi dan menghindari risiko kontaminasi.
2. Tiram (Oyster)
Tiram adalah moluska bercangkang keras yang hidup di perairan laut. Makanan laut ini terkenal sebagai afrodisiak alami dan sering dikonsumsi dalam keadaan mentah, terutama di restoran Jepang dan Eropa.
Kandungan Gizi:
Tiram mengandung:
-
Seng (zinc) dalam jumlah tinggi
-
Vitamin D
-
Asam lemak omega-3
-
Tembaga dan selenium
Manfaat:
Tiram berperan penting dalam meningkatkan sistem imun, mempercepat penyembuhan luka, dan menjaga kesehatan kulit. Kandungan seng yang tinggi juga baik untuk kesuburan pria.
Catatan: Tiram harus dikonsumsi dari sumber yang higienis dan terpercaya untuk menghindari infeksi bakteri seperti Vibrio.
3. Cumi-Cumi (Squid)
Cumi-cumi termasuk moluska dari kelas Cephalopoda, yang juga mencakup gurita. Daging cumi banyak digunakan dalam berbagai masakan, mulai dari goreng tepung, tumis, hingga masakan pedas khas Indonesia.
Kandungan Gizi:
Cumi-cumi kaya akan:
-
Protein hewani
-
Vitamin B12 dan B6
-
Fosfor
-
Selenium
-
Lemak sehat
Manfaat:
Konsumsi cumi-cumi membantu menjaga metabolisme, mendukung kesehatan jantung, dan memperkuat sistem saraf. Dagingnya rendah kalori, cocok untuk diet asalkan tidak dimasak dengan minyak berlebihan.
4. Gurita (Octopus)
Gurita adalah moluska laut bertentakel dari kelas Cephalopoda. Meski tidak sepopuler kerang dan cumi-cumi, gurita telah lama dikonsumsi di negara seperti Korea, Jepang, dan Italia. Tekstur daging gurita kenyal dan cocok dimasak dengan cara direbus, dibakar, atau ditumis.
Kandungan Gizi:
Gurita mengandung:
-
Vitamin B12
-
Zat besi
-
Tembaga
-
Omega-3
-
Niacin (vitamin B3)
Manfaat:
Gurita bagus untuk meningkatkan produksi sel darah merah, menjaga fungsi otak, serta menurunkan risiko penyakit jantung. Selain itu, dagingnya rendah kolesterol dan lemak jenuh.
5. Siput Laut (Sea Snail)
Siput laut atau keong laut adalah jenis moluska gastropoda yang juga bisa dikonsumsi. Di beberapa daerah Indonesia, seperti Sulawesi dan Papua, siput laut dijadikan kuliner tradisional yang digemari masyarakat lokal.
Kandungan Gizi:
Siput laut mengandung:
-
Protein tinggi
-
Zat besi
-
Magnesium
-
Omega-3
-
Kolagen alami
Manfaat:
Siput laut dipercaya mampu memperbaiki sel kulit, menjaga fungsi otot, serta membantu proses penyembuhan luka. Dagingnya juga kaya kolagen alami yang baik untuk kesehatan kulit dan sendi.
Tips Aman Mengonsumsi Moluska
Meski banyak moluska yang aman dikonsumsi, tetap perlu memperhatikan beberapa hal penting untuk menjaga keamanan dan kandungan gizinya:
-
Pastikan sumber moluska segar dan bersih. Hindari mengonsumsi moluska dari perairan tercemar.
-
Masak hingga matang sempurna. Moluska mentah berisiko membawa bakteri atau parasit berbahaya.
-
Perhatikan alergi makanan laut. Jika Anda memiliki alergi terhadap seafood, sebaiknya hindari moluska.
-
Konsumsi dalam porsi wajar. Meski sehat, makan berlebihan bisa menyebabkan kelebihan kolesterol atau asupan logam berat.
-
Hindari memasak dengan terlalu banyak minyak atau garam. Ini agar manfaat kesehatannya tetap maksimal.
Moluska bukan hanya lezat, tapi juga penuh gizi. Dari kerang hingga gurita, kelima jenis moluska di atas telah terbukti aman dikonsumsi dan bisa menjadi sumber protein hewani yang berkualitas tinggi. Jika diolah dengan baik dan dikonsumsi dalam jumlah wajar, moluska bisa menjadi pilihan makanan laut sehat yang mendukung gaya hidup seimbang.
- Penulis: markom kabarjatengterkini