Mobil Dinas Lurah Manggarai Selatan Diamuk Massa di Sekitar Gedung DPR, Jakarta
- account_circle markom kabarjatengterkini
- calendar_month Sel, 26 Agu 2025
- visibility 86

Kabarjatengterkini.com– Sejumlah peristiwa mengejutkan terjadi di sekitar Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin (25/8/2025). Salah satunya adalah insiden penganiayaan yang melibatkan sekelompok massa yang sedang berdemonstrasi. Mobil dinas yang melintas di kawasan tersebut, yang sempat dianggap milik anggota DPR, diduga telah diamuk oleh massa yang merasa kesal terhadap anggota legislatif. Namun, setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata mobil tersebut bukanlah milik anggota DPR, melainkan milik Lurah Manggarai Selatan, Tebet, Jakarta Selatan, Muhammad Sidik.
1. Kronologi Kejadian di Jalan KS Tubun
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIB, ketika Lurah Manggarai Selatan, Muhammad Sidik, bersama sopirnya, Asep Yudiana, sedang melintas di Jalan KS Tubun, Slipi, Jakarta Barat. Sidik yang baru saja menyelesaikan tugas di kantornya, berencana pulang ke rumah di kawasan Tanah Abang. Namun, akibat macet parah di Jalan S Parman, keduanya memilih jalan pintas melalui Jalan KS Tubun untuk menghindari kemacetan.
Tak lama setelah melintasi Bundaran Slipi, sekelompok demonstran yang tengah berdemonstrasi di sekitar Gedung DPR mendekati mobil tersebut. Tanpa diduga, massa mulai memprovokasi dengan berteriak “mobil DPR” sambil melayangkan kata-kata kasar. Tertarik oleh provokasi tersebut, massa mulai menyerang mobil yang dikendarai Sidik.
Meskipun Sidik dan sopirnya berusaha menghindar dan melaju cepat, massa yang semakin banyak tetap mengejar mobil mereka. Akibatnya, kaca mobil pun pecah, dan kondisi semakin memburuk saat mobil tersebut menabrak sebuah gerobak siomay di depan sebuah hotel di kawasan Slipi. Massa terus mengejar, dan akhirnya mobil terhenti setelah menabrak sebuah motor yang melintas.
2. Usaha Sidik untuk Menghindari Kerusuhan
Sidik yang merasa panik dan bingung mencoba keluar dari mobil untuk menjelaskan kepada massa bahwa ia bukan anggota DPR, melainkan lurah. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Massa yang sudah tersulut amarah dan provokasi tetap saja menyerang. Sidik dan sopirnya, Asep, menjadi sasaran pengeroyokan. Pukulan bertubi-tubi mengenai tubuh keduanya dengan benda tumpul.
“Saya minta sopir untuk jalan terus, tetapi massa tetap mengejar kami dan memecahkan kaca mobil. Saya bahkan sempat keluar untuk memberitahu bahwa saya hanya lurah, bukan anggota DPR. Tapi mereka tetap memukul saya,” ujar Sidik saat diwawancarai setelah kejadian.
Untuk menyelamatkan diri, Sidik dan sopirnya berlari ke sebuah gang yang tidak jauh dari lokasi kejadian, mencoba menghindari amukan massa yang semakin tidak terkendali.
3. Luka-Luka dan Kerugian yang Diderita
Kendati selamat dari kejadian tersebut, Sidik dan sopirnya mengalami luka-luka serius akibat pengeroyokan massa. Sidik mengalami lebam, memar, dan lecet di bagian wajah, mata, tubuh, dan kaki akibat pukulan benda tumpul. Kondisi sopir, Asep, juga tidak jauh berbeda, dengan luka-luka di beberapa bagian tubuh.
Selain luka fisik, Sidik juga menderita kerugian materiil yang cukup besar. Barang-barang pribadinya, termasuk dua ponsel yang bernilai sekitar Rp25 juta, dompet, serta beberapa barang penting lainnya hilang dalam insiden tersebut. “Mobil dinas saya rusak parah, ponsel dan dompet saya hilang,” kata Sidik dengan wajah lesu.
4. Respon Pihak Berwenang
Pihak kepolisian setempat segera merespons kejadian ini setelah insiden tersebut viral di media sosial. Pihak Kepolisian Sektor Tanah Abang dan Polres Metro Jakarta Pusat langsung melakukan penyelidikan atas insiden pengeroyokan dan perusakan mobil dinas tersebut.
Kapolsek Tanah Abang, Kompol M. Adi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengidentifikasi lokasi kejadian dan tengah memeriksa beberapa saksi mata yang melihat kejadian tersebut. “Kami sedang memeriksa saksi dan menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) yang ada di sekitar lokasi. Kami berkomitmen untuk menindak tegas pelaku yang terlibat dalam aksi pengeroyokan ini,” kata Kompol M. Adi.
Selain itu, pihak Kecamatan Tebet dan Pemerintah Kota Jakarta Selatan turut memberikan dukungan kepada Sidik dan sopirnya pasca insiden tersebut. Camat Tebet, Dyan Airlangga, menyampaikan rasa prihatin dan memastikan bahwa Sidik dalam keadaan sehat meskipun mengalami luka-luka.
5. Reaksi Massa dan Insiden Serupa
Massa yang terlibat dalam demonstrasi ini kemungkinan tidak mengetahui bahwa mobil yang mereka serang bukanlah milik anggota DPR. Dalam keadaan yang penuh ketegangan seperti itu, provokasi dan desas-desus yang beredar bisa dengan mudah memicu kekerasan. Insiden ini juga menyoroti bagaimana kekerasan dapat terjadi di tengah aksi unjuk rasa yang seharusnya dapat berjalan dengan damai.
Penting untuk dicatat bahwa ini bukan pertama kalinya sebuah kendaraan yang tidak terlibat dalam unjuk rasa menjadi sasaran amukan massa. Beberapa kejadian serupa sebelumnya pernah terjadi, di mana mobil-mobil yang tidak berkaitan dengan demonstrasi tiba-tiba menjadi korban kekerasan hanya karena kesalahpahaman atau provokasi.
Kesimpulan
Insiden pengeroyokan yang melibatkan Lurah Manggarai Selatan, Muhammad Sidik, menjadi perhatian publik dan aparat berwenang. Meski selamat dari kejadian tersebut, Sidik dan sopirnya tetap menderita akibat kerugian fisik dan materiil. Polisi berjanji akan mengusut tuntas kejadian ini dan menindak tegas pelaku pengeroyokan. Di sisi lain, kejadian ini juga mengingatkan kita akan pentingnya ketertiban dan pengendalian diri selama aksi unjuk rasa, agar tidak ada pihak yang menjadi korban akibat ketegangan yang terjadi.
- Penulis: markom kabarjatengterkini

