Gereja Blenduk Diresmikan Kembali Usai Rampung Rehabilitasi
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sen, 8 Sep 2025
- visibility 106

Foto: Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin (Sumber: Dok. Pemkot Semarang)
Semarang, Kabarjatengterkini.com – Gereja Blenduk (GPIB Immanuel) di Kota Lama, Semarang diresmikan kembali usai sempat direhabilitasi. Bangunan ini diketahui merupakan salah satu bangunan bersejarah yang menjadi ikon Kota Semarang.
Peresmian Gereja Blenduk dihadiri oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng dan Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, Minggu (7/9/2025).
Dalam sambutannya, Iswar turut bersyukur atas rampungnya proses rehabilitasi bangungan, sehingga keindahannya bisa kembali disaksikan bersama. Menurutnya, Gereja Blenduk bukan sekadar bangunan unik saja, namun juga memiliki nilai historis yang berharga.
“Merupakan sebuah anugerah bagi kita semua dapat berada di tempat yang begitu bersejarah ini. Gereja Blenduk bukan hanya bangunan, tetapi simbol kebanggaan, toleransi, dan keberagaman warga Kota Semarang,” ujar Iswar.
Gereja Blenduk dibangun pada tahun 1753, memiliki desain khas zaman kolonial Belanda atau bergaya barok. Bangunan ini dihiasi atap seperti kubah yang besar, membuatnya mencolok di tengah kawasan Kota Lama.
Menurut informasi, rehabilitasi Gereja Blenduk dilakukan oleh Kementerian PUPR dalam jangka waktu satu tahun dan menghabiskan anggaran sekitar Rp28 miliar. Rehabilitasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian, mengingat kompleksitas bangunan dan statusnya sebagai cagar budaya.
“Merehabilitasi bangunan heritage tentu sangat berbeda dengan membangun gedung baru. Banyak aturan dan perundang-undangan yang harus ditaati. Butuh ketelitian, kehati-hatian, dan melibatkan banyak pihak,” jelasnya.
Iswar juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga, merawat, dan melestarikan Gereja Blenduk sebagai warisan budaya. Terlebih, bangunan gereja itu menjadi simbol harmoni, kesatuan di antara keberagaman, serta cinta dan kasih.
“Mari kita jaga bukan hanya bangunannya, tapi juga semangat persaudaraan dan toleransi yang dipancarkan dari setiap sudutnya. Semoga gereja ini senantiasa menjadi simbol harmoni, kebersamaan, dan kasih bagi kota,” katanya lagi.
Lebih lanjut, dalam lima tahun terakhir, setelah revitalisasi kawasan Kota Lama, tingkat kunjungan wisata ke kota Semarang terus meningkat. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

