Dokter Spesialis di RS Diimbau Turut Berperan dalam Program Spelling
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sen, 15 Sep 2025
- visibility 84

Foto: Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi (Sumber: Dok. Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Dokter spesialis di rumah sakit diimbau turut berperan dalam program dokter spesialis keliling (Spelling) yang diinisiasi Pemrov Jateng. Program Spelling menerjunkan dokter-dokter spesialis profesional untuk memberikan pelayanan di desa.
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi turut mendorong dokter di RSUP Kariadi di Semarang untuk menyukseskan program ini. Terlebih, tahun 2025 ini, rumah sakit tersebut telah menginjak usia 100 tahun berdiri, sehingga dinantikan peran yang lebih besar di tengah masyarakat.
“Jadi satu abad ini boleh berbangga. Tapi lebih bangga lagi, kalau RSUP Dr Kariadi Semarang ikut mewarnai pelayanan kesehatan masyarakat di kampung-kampung,” kata Luthfi, di PO Hotel, Kota Semarang baru-baru ini.
Menurut informasi, hingga September 2025, Spelling telah menjangkau 436 desa dengan sasaran 52.463 orang warga di pedesaan. Program ini turut melengkapi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dicetuskan pemerintah pusat.
Program ini hadir untuk menjawab permasalahan kesehatan di pelosok daerah, utamanya terkait kesulitan menjumpai dokter spesialis untuk melakukan deteksi dini maupun penanganan penyakit, seperti penyakit tuberkulosis (TBC) yang angkanya masih tinggi.
“Untuk itu RSUP Dr Kariadi harus bisa memberikan pelayanan yang sifatnya paripurna, yang paling canggih. Kualitas layanan saya minta untuk ditingkatkan,” kata dia.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa RSUP Dr Kariadi Semarang harus menjadi sentra pelayanan kesehatan di Jawa Tengah. Sebagai rumah sakit rujukan, diperlukan penekanan terhadap berbagai hal, termasuk kualitas layanan, SDM, dan tata kelola.
“RSUP Dr Kariadi tidak boleh pintar sendiri, harus mengampu rumah sakit daerah untuk meningkatkan kualitas,” tandasnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

