Penumpang “Trans Jateng” Kini Bisa Bayar Pakai QRIS TAP Hingga Multi Trip KCI
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Kam, 18 Sep 2025
- visibility 96

Foto: Ahmad Luthfi Saat mencoba TAP QRIS Trans Jateng (Sumber: Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Sekarang penumpang moda transportasi “Trans Jateng” bisa membayar ongkos secara nontunai dengan lebih mudah. Ada sejumlah pilihan metode pembayaran dengan QRUS, di antaranya QRIS TAP, QRIS Bank Jateng, dan Multi Trip KCI.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan bahwa sistem itu memudahkan warga mengakses Bus Rapid Transit (BRT) antarwilayah, yang melayani tujuh koridor. Hal ini dipandang penting karena kemudahan akses transportasi merupakan salah satu upaya pemerataan ekonomi.
“Transportasi tidak hanya merupakan bakti untuk negeri, juga bakti untuk bagaimana kita memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dengan mengedepankan hubungan wilayah kita antarkota, antarprovinsi,” kata dia pada Rabu (17/9/2025).
“Yang lebih utama, adalah antardaerah dalam rangka pemerataan ekonomi maupun masyarakat, yaitu jalur utara dan jalur selatan,” paparnya lagi.
Trans Jateng turut bekerja sama dengan PT KAI terkait penjualan kartu Multi Trip. Kartu multi trip yang dikeluarkan oleh Kereta Commuter Indonesia (KCI) bisa digunakan pula untuk membayar ongkos perjalanan saat menggunakan moda transportasi Trans Jateng.
“Hari ini juga kita launching beberapa kartu yang dari KAI, bisa kita gunakan untuk Trans Jateng,” imbuhnya.
Sementara itu, “Trans Jateng” memberikan promosi spesial sampai dengan 30 September 2025, penumpang hanya membayar Rp1.000 untuk tiket umum (QRIS) dan untuk QRIS TAP sampai Desember juga dipatok dengan harga Rp1.000.
Pihaknya juga tengah mengembangkan koridor di wilayah Magelang-Temanggung, Jepara-Kudus-Pati, Pemalang-Batang-Pekalongan, dan perluasan di wilayah Kabupaten Banyumas untuk mempermudah konektivitas antara wilayah Jateng bagian utara, tengah dan selatan
Mekanisme pembayaran nontunai juga diharapkan meningkatkan kepercayaan warga dan akuntabilitas. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

