Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Program Kecamatan Berdaya Bakal Terus Diperluas Hingga Menyentuh Kelompok Disabilitas

Program Kecamatan Berdaya Bakal Terus Diperluas Hingga Menyentuh Kelompok Disabilitas

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
  • visibility 111

Kabarjatengterkini.com – Program Kecamatan Berdaya bakal terus diperluas sampai dengan menyentuh kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas. Sampai saat ini, program tersebut telah berjalan di 94 kecamatan yang ada di Jawa Tengah.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin bersama pemerintah provinsi (Pemprov) berharap 50 persen penyandang difabel turut merasakan manfaat Program Kecamatan Berdaya. Menurutnya, pemberdayaan disabilitas bisa meningkatkan kontribusi mereka terhadap kemajuan daerah.

“Target kami, pada semester I 2026 minimal 50% difabel sudah harus merasakan dampak program ini. Mari kita kembangkan ke daerah lain agar semakin banyak perempuan, anak, dan sahabat difabel yang merasakan manfaat,” kata dia, Selasa (23/9/2025).

“Difabel bukan lagi masalah, mereka justru solusi. Teman-teman difabel sudah membuktikan bahwa mereka berdaya, mampu mandiri, dan memberikan kontribusi nyata,” lanjut dia.

Sosok yang akrab dipanggil Gus Yasin tersebut juga menceritakan pengalamannya berinteraksi dengan para tunanetra. Ia menyebutkan, para penyandang disabilitas memiliki potensi besar untuk berkembang jika didampingi dengan baik.

“Saya sering kalah main catur dengan mereka. Artinya, mereka punya potensi besar, tinggal kita yang mendampingi,” tambahnya.

Program Kecamatan Berdaya sendiri merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang bertujuan mentransformasi kecamatan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, kreativitas, dan perlindungan kelompok rentan, yaitu perempuan, anak, penyandang disabilitas, dan anak muda kreatif.

Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) turut mendorong kolaborasi dengan pihak swasta guna mendukung upaya ini. Terlebih, perusahaan swasta bisa membantu dalam membuka peluang kerja dan beasiswa bagi difabel. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • semarang

    Kota Semarang Ditunjuk Jadi Wilayah Pilot Project Program Nasional Ruang Bersama Indonesia (RBI)

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 169
    • 0Komentar

      Semarang, Kabarjatengterkini.com – Kota Semarang ditunjuk sebagai salah satu wilayah untuk pilot project program Ruang Bersama Indonesia (RBI). Program RBI ini merupakan inisiasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Program ini merupakan kelanjutan dari program Desa /Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak. Tujuannya, untuk memperkuat pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, terutama di tingkat […]

  • konflik

    Eskalasi Konflik Timur Tengah Memanas, Iran Luncurkan Serangan Rudal ke Israel dan Pangkalan AS

    • calendar_month Sen, 9 Mar 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com-Eskalasi konflik di Timur Tengah mencapai titik paling mengkhawatirkan setelah Iran meluncurkan serangan rudal besar-besaran yang menargetkan sejumlah objek vital di Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan tersebut. Serangan ini diumumkan secara resmi oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Sabtu (7/3/2026). Langkah militer tersebut disebut sebagai respons langsung Teheran atas […]

  • Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

    Disebut Bagian dari Restorative Justice, Pemprov Jeteng-Kejati Sepakati Pidana Kerja Sosial

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sejak disahkan, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) berlaku mulai tahun 2026 mendatang. Sebagai persiapan, Pemprov Jateng bersama Kejaksaan Tinggi wilayah setempat menandatangani nota kesepahaman tentang pelaksanaan pidana kerja sosial. Pidana kerja sosial disebut bagian penting konsep restorative justice, dan menjadikan hukum lebih humanis. Adapun nota kesepahaman tersebut mengatur koordinasi teknis, penyediaan lokasi kerja […]

  • 4 Tempat Wisata di Jateng Ini Disebut 'Kebanjiran' Pengunjung Saat Libur Lebaran 2026

    4 Tempat Wisata di Jateng Ini Disebut ‘Kebanjiran’ Pengunjung Saat Libur Lebaran 2026

    • calendar_month Sel, 24 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Ada empat destinasi wisata di Jawa Tengah yang disebut ‘kebanjiran’ wisatawan saat momen libur Lebaran tahun 2026. Di anataranya adalah Lawang Sewu di Semarang, Masjid Syekh Zayed di Solo, serta Candi Prambanan dan Candi Borobudur. “Kita melaporkan khususnya kepada Bapak Kapolri, khususnya kegiatan untuk pengamanan wisata. Wisata yang ada di Jawa Tengah ini […]

  • uban

    Sering Cabut Uban? Hati-Hati, Ini Dampaknya untuk Kesehatan Rambut

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Munculnya rambut putih atau uban sering kali menjadi momok bagi sebagian orang, terutama ketika terjadi di usia muda. Banyak orang tergoda untuk mencabut rambut putih karena menganggapnya mengganggu penampilan atau menjadi tanda penuaan dini. Namun, apakah benar mencabut rambut putih itu berbahaya? Kenapa tidak boleh mencabut rambut putih? Berikut ini adalah penjelasan lengkap tentang […]

  • Lahan Kritis di Jateng Berkurang Hingga 75 Ribu Hektare

    Lahan Kritis di Jateng Berkurang Hingga 75 Ribu Hektare

    • calendar_month Rab, 17 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Luas lahan kritis di Jawa Tengah selama tiga tahun terakhir berkurang hingga 75 ribu hektare. Lahan kritis di Jawa Tengah sejumlah 392 ribu hektare hingga tahun 2024, kemudian mengalami penurunan menjadi total 317.629 hektare per akhir 2025. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sampai saat ini masih melakukan upaya pemulihan lahan kritis melalui program perhutanan […]

expand_less