Wacana Kebijakan Enam Hari Sekolah di Jawa Tengah Masih Dikaji
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sel, 25 Nov 2025
- visibility 71

Foto: Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin (Sumber: Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Wacana enam hari sekolah untuk SMA/SMK di Jawa Tengah masih dalam tahap kajian. Pembahasan dilakukan secara komprehensif dengan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari akademisi hingga pakar di bidang pendidikan.
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin menyebutkan, diskusi dilakukan untuk menetapkan kebijakan tentang jumlah hari efektif sekolah per minggu. Pasalnya, penerapan lima atau enam hari sekolah masih menjadi polemik di masyarakat.
“Kami menindaklanjuti dinamika yang ramai dibahas di masyarakat dan media sosial, apakah Jateng akan kembali menerapkan lima atau enam hari sekolah,” kata Taj Yasin, Senin (24/11/2025).
Gus Yasin itu menyebutkan, wacana enam hari sekolah sudah lama diusulkan oleh warga di sejumlag daerah. Usulan itu datang dari kekhawatiran orang tua, terhadap meningkatnya ketergantungan anak pada gawai (gadget) di hari libur.
“Ketika anak berada di lingkungan sekolah, dianjurkan tidak menggunakan gawai. Itu sebabnya kami melakukan evaluasi kembali tahun ini,” ungkapnya.
Pembahasan dilakukan oleh para stakeholder, mulai dari perguruan tinggi, ahli pendidikan, hingga dewan pendidikan, untuk dikaji mengenai dampaknya dari berbagai aspek. Hasil kajian itu akan dijadikan sebagai bahan pengambilan keputusan dan kebijakan.
Sampai saat ini, belum ada keputusan final mengenai kebijakan jumlah hari sekolah dalam seminggu. Pihaknya masih berupaya mengkaji seluruh alternatif dan opsi penerapannya. Ada rencana kebijakan dilakukan serentak di seluruh Jawa Tengah, atau melalui pilot project di daerah tertentu.
“Nanti akan diputuskan berdasarkan hasil kajian,” tandas Gus Yasin.
Selain itu, Pemprov juga membahas hitungan jam kerja guru dengan melibatkan Inspektorat dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD). (*)
- Penulis: Anisya Gusti

